Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Mendampingi remaja membutuhkan lebih dari sekadar pengawasan. Orang tua perlu tahu kapan memberi batasan, kapan mendengarkan, dan kapan memberi ruang bagi anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Pesan ini mengemuka dalam kegiatan Smart Parenting bagi orang tua/wali murid kelas XI MAN 1 Yogyakarta, Kamis (22/10/2026), di aula lantai 2 madrasah.
Mengusung tema “Tumbuh Menjadi Diri, Belajar Bertanggung Jawab”, kegiatan Smart Parenting ini menghadirkan Tri Novita Herdalena, S.Pdi., Psikolog, psikolog klinis anak, remaja, dewasa, dan keluarga. Ia mengajak orang tua memahami kebutuhan psikologis remaja sekaligus membangun pola pendampingan yang membantu anak tumbuh mandiri dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Tri Novita menjelaskan dua peran penting orang tua, yakni sebagai commander dan coach. Sebagai commander, orang tua bertugas mengarahkan, menetapkan batasan, dan menjadi teladan. Sementara sebagai coach, orang tua perlu mendengarkan, memberi dukungan, serta membantu anak mengembangkan potensinya.

Kedua peran tersebut perlu berjalan seimbang. Remaja membutuhkan arahan, tetapi juga memerlukan ruang untuk mengeksplorasi minat, menyampaikan pendapat, dan belajar mengambil keputusan. Karena itu, komunikasi terbuka, penguatan nilai dan karakter, serta keseimbangan antara belajar dan kehidupan sosial menjadi bagian penting dalam pendampingan.
Tri Novita juga menguraikan lima kebutuhan psikologis remaja: merasa aman, diterima, didengar, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk bertumbuh. Pemenuhan kebutuhan tersebut membantu orang tua membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak, terutama ketika remaja menghadapi perubahan emosi dan berbagai tantangan dalam pergaulan.
Ia mengajak orang tua merefleksikan pola pengasuhan masing-masing. Orang tua diharapkan mampu mendengarkan dengan hati, memberikan informasi yang tepat, menyediakan dukungan emosional, dan menjadi penyemangat bagi anak bukan mengambil alih seluruh keputusan yang seharusnya mulai dipelajari anak.
Sesi pemaparan dilanjutkan dengan tanya jawab. Sejumlah orang tua menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi putra-putrinya. Tri Novita menanggapi berbagai pertanyaan tersebut sekaligus memberikan sudut pandang untuk membantu orang tua memahami kebutuhan dan dinamika perkembangan remaja.
Dalam sambutan Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A., ditegaskan pentingnya kolaborasi antara madrasah dan keluarga dalam membangun karakter murid.
“Semua madrasah, termasuk MAN 1 Yogyakarta, sebentar lagi akan melaksanakan surat edaran dari Kementerian Agama tentang pembatasan penggunaan HP. HP tidak bisa digunakan di kelas kecuali untuk proses pembelajaran. Prosesnya tentu akan bertahap. Kami menghadirkan Bapak dan Ibu pada acara ini agar kita bisa bersama-sama mendampingi Ananda dengan baik, agar kita bisa berkolaborasi untuk membangun karakter murid-murid MAN 1 Yogyakarta lebih baik lagi,” ungkap Wakhid saat menyampaikan sambutan kepala madrasah.
Kegiatan Smart Parenting ini menjadi ruang bagi orang tua untuk memperkuat pemahaman tentang perkembangan remaja sekaligus menyelaraskan pola pendampingan di rumah dan di madrasah. Melalui komunikasi yang terbuka, batasan yang sehat, dan dukungan yang tepat, orang tua diharapkan dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mengenali potensinya, berani menentukan pilihan, dan siap bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. (dee)

























