Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Implementasi kurikulum merdeka di Indonesia : Isu, Tantangan, Dan Solusi

Santya fantika by Santya fantika
24 November 2025
in Opini
A A
0
kurikulum merdeka 1
869
SHARES
1.3k
VIEWS

 

Pendidikan memainkan peran fundamental dalam membentuk kualitas sumber daya manusiayang mampu bersaing di tengah perubahan dunia dengan begitu cepat. Perkembangan teknologi, dinamika sosial, dan tuntutan global mendorong sistem pendidikan Indonesia untuk terus menyesuaikan diri agar tetap relevan. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai upaya memperbarui pendekatan pembelajaran yang lebih memberi ruang bagi kreativitas dan kemandirian peserta didik. Kurikulum ini tidak hanya menimbulkan ketegangan, tetapi juga mendorong pembelajaran yang berpihak pada siswa serta memperkuat nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila. Meski demikian, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kesiapan tenaga pendidik, keterbatasan fasilitas, dan pemahaman konsep yang belum merata di berbagai daerah.

Kurikulum Merdeka menghadirkan perubahan cara pandang dalam pendidikan Indonesia dengan tekanan kebebasan belajar serta pembelajaran yang lebih fleksibel. Setiyadi dkk. (2025) menjelaskan bahwa kurikulum ini disusun untuk memperkuat kemampuan kolaborasi, pemikiran kritis, dan literasi digital di satuan pendidikan. Melalui penggunaan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan potensi dirinya. Meski demikian, penerapan kurikulum ini masih menghadapi kendala, khususnya di sekolah yang memiliki keterbatasan sarana atau guru yang belum sepenuhnya siap bertransformasi. Oleh karena itu, kajian mengenai berbagai isu dan kendala dalam implementasinya sangat diperlukan untuk merancang strategi perbaikan yang lebih efektif.kurikulum merdeka

• Isu-isu dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Salah satu permasalahan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama guru yang berperan sebagai penggerak utama proses pembelajaran. Fatimatuzzahrah dan Alyasari (2024) menyatakan bahwa banyak guru masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi maupun pembelajaran berbasis proyek. Para pendidik juga memerlukan pelatihan yang lebih praktis sehingga dapat menciptakan kegiatan belajar yang inovatif dan sesuai konteks siswa. Situasi tersebut semakin menantang karena terbatasnya pendampingan teknis serta kurangnya pengawasan dari sekolah maupun dinas pendidikan. Dampaknya, penerapan Kurikulum Merdeka di berbagai satuan pendidikan masih belum berjalan maksimal dan cenderung hanya memenuhi persyaratan administrasi.

Selain persoalan terkait guru, muncul pula isu ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah. Sekolah-sekolah di kawasan perkotaan umumnya memiliki fasilitas teknologi yang lebih memadai dibandingkan dengan sekolah yang berada di pedesaan maupun wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Lalu Maksudy Mulkan dan Zunnun (2024) menjelaskan bahwa ketidakmerataan ini berkontribusi pada perbedaan kualitas penerapan kurikulum yang cukup mencolok. Di sejumlah daerah, keterbatasan akses internet serta minimnya perangkat digital menjadi hambatan besar dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi tersebut akhirnya memperluas jurang kualitas pendidikan antarwilayah di Indonesia.

• Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Lapangan

Tantangan besar dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka muncul dari perubahan pola pembelajaran yang bergeser dari model yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang fokus pada siswa. Nurhayati dkk. (2025) mengungkapkan bahwa sebagian besar guru masih terbiasa menggunakan metode tradisional yang memfasilitasi penyediaan materi, bukan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa didik. Transformasi ini adalah kompetensi psikologis, peningkatan kompetensi pedagogis, serta proses penyesuaian yang tidak singkat. Selain itu, tidak semua sekolah memiliki kondisi belajar yang mendukung kegiatan kolaboratif dan interaktif. Dampaknya, prinsip merdeka belajar belum dapat sepenuhnya diimplementasikan di banyak satuan pendidikan.

Selain tantangan yang berkaitan dengan aspek pedagogi, permasalahan juga muncul pada sistem penilaian dan asesmen dalam Kurikulum Merdeka. Sutrisno (2024) menjelaskan bahwa penerapan penilaian autentik dan berbasis proyek menuntut kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi yang sesuai. Banyak pendidik mengalami hambatan ketika menilai aspek seperti keterampilan sosial, karakter, dan kemampuan bekerja sama sesuai tujuan. Hal ini terjadi karena pedoman teknis dan contoh asesmen yang mudah diterapkan masih sangat terbatas. Akibatnya, sebagian guru kembali menggunakan pola penilaian konvensional yang sebenarnya tidak sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka.

• Tantangan dalam Era Digital dan Kesenjangan Teknologi

Kurikulum Merdeka tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan akan transformasi digital yang kini menjadi elemen penting dalam sistem pendidikan modern. Setiyadi dkk. (2025) menyatakan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan serta mendorong keterlibatan siswa secara lebih aktif. Namun kondisi di lapangan menunjukkan bahwa banyak sekolah yang masih belum mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi tersebut. Kendala utama terletak pada dataran rendah guru literasi digital dan infrastruktur yang belum merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, upaya digitalisasi pendidikan harus dilakukan dengan penguatan kompetensi guru agar pemanfaatan teknologi benar-benar bermakna dan tidak membatasi formalitas.

Hidayat dan Ramdhani (2023) juga menekankan bahwa kesenjangan digital antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan berpotensi memperbesar disparitas kualitas pendidikan. Peserta didik di kota umumnya memiliki akses yang lebih luas terhadap berbagai media belajar digital, termasuk Platform Merdeka Mengajar (PMM). Sebaliknya, sekolah yang berada di daerah terpencil sering mengalami hambatan untuk mengikuti pelatihan berani maupun menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Ketidaksetaraan ini pada akhirnya memunculkan perbedaan kemampuan kompetensi siswa di berbagai daerah. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan fasilitas yang merata agar pelaksanaan Kurikulum Merdeka benar-benar mencerminkan keadilan dalam pendidikan.

• Solusi dan Strategi Penguatan Implementasi

Untuk menjawab berbagai tantangan dalam penerapan Kurikulum Merdeka, diperlukan langkah-langkah strategi yang dirancang secara menyeluruh serta melibatkan semua pihak terkait. Fatimatuzzahrah (2024) mengungkapkan bahwa pelatihan guru yang berorientasi pada praktik  langsung dan kerja kolaboratif menjadi pendekatan paling efektif dalam meningkatkan  kompetensi pendidik. Pemerintah perlu memperluas program pengembangan profesional berkelanjutan melalui komunitas belajar guru maupun pelatihan internal di sekolah. Selain itu,  memperkuat fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran juga menjadi faktor  penting dalam membangun lingkungan sekolah yang inovatif. Dengan strategi tersebut, guru  akan lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kurikulum secara profesional.

Di sisi lain, Nurhayati dkk. (2025) menekankan pentingnya penyesuaian penerapan  Kurikulum Merdeka dengan karakteristik setiap daerah. Integrasi budaya lokal serta kearifan  masyarakat setempat dalam proses pembelajaran diyakini dapat meningkatkan keterlibatan dan relevansi materi bagi peserta didik. Pemerintah juga perlu mengembangkan sistem pemantauan berbasis digital yang bersifat transparan untuk menjamin efektivitas pelaksanaan  kurikulum. Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi maupun sektor industri menjadi  langkah strategis untuk memperkaya konten pembelajaran agar lebih sesuai dengan tuntutan  era modern. Dengan sinergi berbagai pihak, Kurikulum Merdeka berpotensi menjadi pilar  penting dalam perubahan pendidikan nasional.

Baca Juga

Zero Waste Lifestyle 5R Challenge.

“Small Habits Big Impact”, Kampanye Zero Waste 5R Ajak Masyarakat Depok Kurangi Sampah dari Rumah

10 July 2026
Potret Danar Asmara atau Dasep DMD.

Danar Asmara Rilis Lagu “Korban Pinjol”, Angkat Fenomena Pinjaman Online dalam Balutan Dangdut

10 July 2026
Pertumbuhan ekonomi

Ekonomi Mikro dan Makro: Dua Pilar Utama dalam Ilmu Ekonomi

1 July 2026
IMG 20260701 WA0020

Ekonomi Mikro dan Makro di Indonesia

1 July 2026

Penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia merupakan upaya strategi untuk membangun  sistem pendidikan yang lebih fleksibel, relevan, dan berorientasi pada pengembangan karakter.  Kurikulum ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai minat mereka,  sekaligus memberi keleluasaan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang kreatif. Meski  demikian, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya fasilitas pendukung, serta ketimpangan akses teknologi di berbagai daerah. Keberhasilan kurikulum ini sangat ditentukan oleh kerja sama dan komitmen  seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Dengan  pendekatan yang terencana dan tepat sasaran, Kurikulum Merdeka berpotensi mendorong  peningkatan mutu pendidikan nasional menuju pembelajaran yang inklusif, merdeka, dan berkeadilan.

Pertama, pemerintah perlu memastikan kesempatan pelatihan bagi guru tersebar merata  di seluruh Indonesia. Kedua, peningkatan infrastruktur teknologi dan akses internet harus  diprioritaskan agar setiap sekolah mampu melaksanakan pembelajaran berbasis digital. Ketiga,  satuan pendidikan perlu menumbuhkan budaya kerja sama antara guru, peserta didik, dan masyarakat sebagai dukungan bagi penerapan kurikulum. Keempat, kurikulum harus ditinjau  dan diperbarui secara rutin agar tetap sesuai dengan perkembangan kebutuhan pendidikan.  Terakhir, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri harus diperkuat untuk mencapai tujuan pendidikan yang merdeka dan berkualitas tinggi.kurikulum merdeka

 

DAFTAR PUSTAKA

Fatimatuzzahrah, LS, & Alyasari, SA (2024). Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah: Tantangan Membangun Kualitas Pendidikan. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia (JUBPI), 2(1), 43–53.

Hidayat, R., & Ramdhani, D. (2023). Ketimpangan Infrastruktur Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia.

 Kurniawati, D. (2023). Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Komunitas dalam Implementasi Projek Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Pendidikan Karakter Indonesia, 11(2), 101–110.

Lalu Maksudy Mulkan & Lalu Mathlubi Ali Zunnun. (2024). Analisis Implementasi Kurikulum: Faktor Tantangan dan Solusi Strategi di Lingkungan Pendidikan. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 112–120.

Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka dan Transformasi Pendidikan Nasional. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Nurhayati, K., Tarigan, S., & Lubis, M. (2025). Implementasi dan Tantangan Kurikulum Merdeka di SMA. Jurnal pendidiksn, 13(1),69–79.

Setiyadi, N., Ginting, FB, Kurniyati, W., & Hidayat, AF (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar: Tantangan dan Solusi. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11(1), 121–130 .

Sutrisno, L. (2024). Asesmen Autentik dalam Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Solusi. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 8(2), 45–53.

Utami, RD (2023). Kesiapan Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(3), 221–229.

Zubaidah, S. (2021). Pembelajaran Abad 21 dan Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jurnal Inovasi Pendidikan, 18(2), 120–133.

    Tags: kurikulumkurikulum merdeka
    Share348Tweet217Share61Pin78SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Pertemuan Silahturahmi Calon Ketua RW 05 Ke Calon Ketua RT 02 Maccini Sombala

    Next Post

    Konfercab X GP Ansor Sukoharjo Tetapkan Dahwan Asqolani sebagai Ketua Baru: Soliditas Menguat, Gerakan Siap Melaju

    Santya fantika

    Santya fantika

    Related Posts

    Zero Waste Lifestyle 5R Challenge.

    “Small Habits Big Impact”, Kampanye Zero Waste 5R Ajak Masyarakat Depok Kurangi Sampah dari Rumah

    10 July 2026
    Potret Danar Asmara atau Dasep DMD.

    Danar Asmara Rilis Lagu “Korban Pinjol”, Angkat Fenomena Pinjaman Online dalam Balutan Dangdut

    10 July 2026
    Pertumbuhan ekonomi

    Ekonomi Mikro dan Makro: Dua Pilar Utama dalam Ilmu Ekonomi

    1 July 2026
    IMG 20260701 WA0020

    Ekonomi Mikro dan Makro di Indonesia

    1 July 2026
    Next Post
    IMG 20251124 WA0009 1

    Konfercab X GP Ansor Sukoharjo Tetapkan Dahwan Asqolani sebagai Ketua Baru: Soliditas Menguat, Gerakan Siap Melaju

    Rutan Bengkulu

    6 Narapidana Rutan Bengkulu Jalani Program Integrasi

    Lapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Latihan Menembak, Mako Brimob Bengkulu, Pengamanan Lapas, Kemenkumham, Pemasyarakatan Bengkulu

    Latihan Menembak, Kalapas Bengkulu Tingkatkan Kesiapsiagaan Jajaran Pemasyarakatan

    Lapas Bengkulu, BAPER HATI, Pelayanan Kesehatan, WBP, Kanwil Ditjenpas, Pembinaan, Kesehatan Lapas, Bengkulu

    Pemeriksaan Kesehatan BAPER HATI di Lapas Bengkulu Diperkuat Tenaga Kanwil

    Lapas Bengkulu, Apel Pagi, Supian Natalis, Program Magang HUB, Kemnaker, ASN, Pembinaan Disiplin, Pemasyarakatan

    39 Peserta Magang HUB Ikuti Apel Pagi Perdana di Lapas Bengkulu

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Diskusi antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan Staf Menhut Danik Eka Rahmaningtiyas 14 Agustus 2025

    Jember Perkuat Perhutanan Sosial Lewat Masterplan IAD

    12 July 2026
    IMG 20260707 WA0043

    Pembukaan KKN 10 UMSurabaya Tandai Awal Pengabdian di Desa Pendil

    12 July 2026
    1783840938526

    Langkah Awal Berkarakter: SMA Negeri 1 Bluluk Sambut MPLS Ramah 2026

    12 July 2026
    ayo kembali sekolah 500kb 1

    Rumah Kedua Dimulai: MTs Muhammadiyah 20 Menongo Cetak Pemimpin Qur’ani Anggun dan Berprestasi

    12 July 2026
    1002467802 1

    Gerak Bersama, Bersih Bersama: KKN 13 Warnai Pagi Probolinggo dengan Senam dan Kerja Bakti

    12 July 2026
    ayo kembali sekolah 500kb

    MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap Sambut Murid Kembali, Tanamkan Semangat Baru di Awal Tahun Ajaran 2026/2027

    12 July 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita