TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai melakukan normalisasi Kali Ciputat sebagai upaya mengurangi genangan air yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat.
Kegiatan yang telah berjalan selama empat hari itu, merupakan tindak lanjut dari hasil susur sungai yang dilakukan Forum Peduli Sungai Ciputat bersama sejumlah pihak.
Lurah Cipayung, Dini Nurlianti mengatakan, normalisasi dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah titik yang selama ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan penumpukan sampah.
“Pekerjaan dimulai dari kawasan Inhutani, kemudian dilanjutkan ke Pondok Hijau, lahan milik Pak Alex, lahan Pak Miskum, selanjutnya menuju Nerada hingga Pondok Payung Mas. Untuk sementara, itu menjadi tahapan pekerjaannya,” kata Dini, Senin 3 Agustus 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut berawal dari hasil mitigasi setelah pelaksanaan susur Sungai Ciputat pada bulan lalu.
Dari hasil penelusuran, ditemukan sejumlah titik yang aliran airnya tidak lagi mengalir secara optimal sehingga memicu genangan saat hujan turun.
“Hasil mitigasi menunjukkan adanya sedimentasi di berbagai titik sungai. Kondisi itu menjadi salah satu dasar bagi Dinas Pekerjaan Umum melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk melaksanakan normalisasi,” ujarnya.
Dini menjelaskan, meski data panjang sungai yang dinormalisasi menjadi kewenangan Dinas SDA, pihaknya memastikan pekerjaan difokuskan pada wilayah yang selama ini menjadi langganan genangan, seperti kawasan Inhutani, RT 08 RW 01, Nerada, dan Pondok Payung Mas.
Dini berharap, normalisasi tersebut mampu mengurangi, bahkan mengatasi, persoalan genangan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Selain sedimentasi, Dini mengungkapkan tumpukan sampah yang dibuang ke sungai juga menjadi penyebab utama pendangkalan Kali Ciputat.
Saat mengikuti kegiatan susur sungai, ia menemukan kondisi sungai yang dipenuhi endapan tanah, batu, hingga sampah rumah tangga.
“Selain batu dan sedimentasi, banyak sampah yang dibuang ke sungai sehingga memperparah pendangkalan. Karena itu kami berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar membantu pengangkutan sampah hasil pembersihan,” jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut Dini, tim juga menemukan penyempitan alur sungai akibat ranting-ranting pohon berukuran besar dan tumbuhan liar yang menutup aliran air. Kondisi tersebut menyebabkan sampah tersangkut dan mempercepat proses sedimentasi.
“Bahkan di beberapa titik, jarak antara dasar sungai dengan permukaan air sudah sangat dangkal sehingga kapasitas aliran air menjadi berkurang,” tuturnya.
Menurutnya, Normalisasi Kali Ciputat akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pekerjaan di lapangan.
Setelah proses normalisasi selesai, nantinya, Kelurahan Cipayung juga akan mengusulkan perbaikan turap yang kondisinya mulai mengalami kerusakan.
Dini mengatakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sejumlah turap di sepanjang Kali Ciputat sudah terkikis, retak, dan sebagian mengalami kerusakan pada bagian bawah sehingga berpotensi membahayakan warga.
“Kami akan mengajukan perbaikan turap kepada dinas terkait. Untuk sementara, normalisasi dilakukan dengan dukungan masyarakat, pengurus RT/RW, Forum Peduli Sungai Ciputat, serta difasilitasi Dinas SDA,” terangnya.
Setelah itu kami berharap penanganan dapat dilanjutkan dengan perbaikan turap agar kondisi sungai semakin aman dan mampu mengurangi risiko banjir,” pungkasnya.
























