Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, GuruInovatif.id kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan Indonesia melalui penyelenggaraan Entry Level Assessment (ELA) yang dilaksanakan secara nasional di lebih dari 40 sekolah selama periode Juli hingga September 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membantu sekolah memahami kemampuan awal peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat dirancang secara lebih tepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa sejak hari pertama memasuki kelas.
Sebagai platform pendidikan yang berkomitmen mengembangkan kompetensi guru, GuruInovatif.id telah mendampingi pendidik di 38 provinsi Indonesia melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, asesmen, dan pengembangan profesional. Hingga tahun 2027, GuruInovatif.id menargetkan dapat memberikan dampak kepada lebih dari 570.000 guru, 10.000 sekolah, dan 77.000 siswa di seluruh Indonesia melalui berbagai inovasi pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Pada pelaksanaan Entry Level Assessment (ELA) tahun ini, GuruInovatif.id melibatkan lebih dari 300 guru dari berbagai sekolah mitra serta memfasilitasi asesmen terhadap lebih dari 10.000 peserta didik jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Data yang diperoleh dari asesmen tersebut menjadi landasan penting bagi guru dalam memahami kondisi awal siswa, mulai dari kemampuan akademik, kesiapan belajar, hingga kebutuhan pendampingan yang diperlukan sebelum proses pembelajaran berlangsung secara penuh.

Entry Level Assessment (ELA) merupakan asesmen diagnostik yang dirancang untuk memetakan kemampuan awal peserta didik sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis data. Berbeda dengan ujian yang berorientasi pada penilaian hasil belajar, ELA menempatkan asesmen sebagai instrumen untuk memahami karakteristik peserta didik sehingga guru mampu menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai tingkat kemampuan masing-masing siswa.
Melalui hasil asesmen tersebut, guru dapat mengidentifikasi kelompok siswa yang memerlukan penguatan materi dasar, menentukan strategi pembelajaran yang lebih efektif, menyusun program remedial maupun pengayaan, serta melakukan evaluasi perkembangan belajar secara lebih objektif. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif sekaligus mengurangi kesenjangan kemampuan antar peserta didik sejak awal tahun ajaran.
Pelaksanaan ELA dilakukan secara bertahap mulai Juli hingga September 2026 di berbagai sekolah mitra. Beberapa sekolah yang telah berpartisipasi antara lain SMPN 1 Bangil, SMPN 3 Kepanjen, SMP Negeri 2 Pakis, SMKN 9 Malang, SMP Negeri 2 Tumpang, SMP Sepuluh Nopember, SMPN 1 Beji, SMP Katolik Cor Jesu, SMKN 7 Malang, SMK Telkom Malang, SMP Negeri 1 Tumpang, SMP Plus Azzahroh, SMA Plus Azzahroh, SMP Negeri 2 Malang, SMP Negeri 6 Malang, SMP Negeri 7 Malang, SMP Negeri 9 Malang, SMP Negeri 29 Malang, SMP–SMA Islam Sabilurrosyad, SMA Islam 1 Surakarta, SMP Negeri 12 Malang, SMP Negeri 15 Malang, SMP Al Mustaqim Malang, SMP Negeri 20 Malang, SMP Negeri 3 Malang, SMP Negeri 5 Malang, SMP Islam Baitul Makmur, SMP Negeri 1 Ngantang, SMPN 3 Tosari Satu Atap, SMP Kartika IV-9 Malang, SMPN 2 Balangbendo, hingga SMP Negeri 13 Malang, MTS Al Hidayah Sukatani, SMPN 17 Jakarta, SMPN 280 Jakarta, SMKN 60 Jakarta, SMAN 83 Jakarta, SMP Islam Karya Dharma, SMK Karya Dharma 2, SMA Islam Sabilurrosyad, SMP Bakti Idhata, SMK Manba’ul Ulum, SMP IT As-Salam. Jumlah sekolah tersebut masih akan terus bertambah seiring pelaksanaan program yang berlangsung hingga September mendatang.
Keberhasilan penyelenggaraan Entry Level Assessment tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Dalam pelaksanaannya, GuruInovatif.id menggandeng berbagai komunitas pendidikan, organisasi kemahasiswaan, serta komunitas kepemudaan sebagai mitra pelaksana, di antaranya Komunitas Laskar Belajar, Girls On Path, Himpunan Mahasiswa Departemen Kimia “Oksigen”, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan, UKM GEMAPEDIA, dan Better Youth Malang. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, inovatif, dan berdampak luas.
Selain melibatkan sekolah dan komunitas pendidikan, GuruInovatif.id juga menghadirkan inovasi lanjutan melalui program Parenting After ELA yang diselenggarakan bekerja sama dengan psikolog profesional. Program ini dirancang sebagai tindak lanjut atas hasil asesmen yang telah diperoleh peserta didik, dengan tujuan membantu orang tua memahami profil belajar anak sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga.
Melalui Parenting After ELA, para psikolog memberikan edukasi mengenai perkembangan anak, kesiapan belajar, karakteristik gaya belajar, kesehatan mental, hingga strategi pendampingan yang dapat diterapkan orang tua di rumah. Orang tua tidak hanya menerima hasil asesmen dalam bentuk laporan, tetapi juga memperoleh rekomendasi praktis mengenai pola komunikasi, motivasi belajar, penguatan karakter, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan akademik maupun sosial-emosional anak. Dengan demikian, hasil ELA tidak berhenti sebagai data semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkelanjutan dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
Melalui pelaksanaan ELA, GuruInovatif.id berharap semakin banyak sekolah di Indonesia mengoptimalkan penggunaan data asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembelajaran. Dengan memahami kemampuan awal peserta didik secara komprehensif serta melibatkan guru, orang tua, dan tenaga profesional dalam proses pendampingan, pembelajaran diharapkan menjadi lebih personal, adaptif, dan mampu mengembangkan potensi setiap anak secara maksimal.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, perguruan tinggi, komunitas, dunia profesional, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. GuruInovatif.id berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi tersebut sehingga semakin banyak guru, sekolah, dan peserta didik di Indonesia yang merasakan manfaat pembelajaran berbasis data dan inovasi pendidikan.
Tentang GuruInovatif.id
GuruInovatif.id merupakan platform pendidikan yang berkomitmen mendorong transformasi pendidikan di Indonesia melalui pengembangan kompetensi guru. Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, asesmen pendidikan, pengembangan profesional, dan kolaborasi lintas sektor, GuruInovatif.id telah mendukung guru di 38 provinsi Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan adaptif. Hingga tahun 2027, GuruInovatif.id menargetkan dapat menjangkau lebih dari 570.000 guru, 10.000 sekolah, dan 77.000 siswa, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
























