Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Gaya Dulu, Nabung Nanti: FOMO atau Kebutuhan?

Aulisda Silviyanti by Aulisda Silviyanti
20 June 2026
in Opini
A A
0
Ilustrasi  generasi muda yang terpengaruh gaya hidup konsumtif. Ilustrasi dibuat menggunakan Gemini AI

Ilustrasi generasi muda yang terpengaruh gaya hidup konsumtif. Ilustrasi dibuat menggunakan Gemini AI

851
SHARES
1.2k
VIEWS

Di era media sosial, gaya hidup anak muda semakin lekat dengan fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Berbagai tren baru muncul hampir setiap hari, mulai dari barang viral, kafe estetik, kemudahan paylater, hingga gaya berpakaian yang sedang populer. Banyak orang merasa perlu mengikuti tren tersebut agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Akibatnya, keputusan membeli sering kali didasarkan pada keinginan untuk mengikuti lingkungan, bukan kebutuhan yang sebenarnya. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali dan menyulitkan pengelolaan keuangan pribadi.

Gaya hidup konsumtif di kalangan anak muda dapat berdampak buruk apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengatur keuangan yang baik. Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang diterbitkan OJK menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 65,4 persen. Meskipun angka tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, masih banyak generasi muda yang menghadapi tantangan dalam menerapkan pengelolaan keuangan secara bijak di kehidupan sehari-hari. Anak muda memang bebas menikmati uang yang mereka miliki, baik dari hasil kerja sendiri maupun pemberian orang tua, tetapi tetap harus memahami batas antara kebutuhan dan keinginan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sederhana perlu diterapkan sejak usia muda agar tidak terbiasa hidup boros.

Banyak anak muda membeli sesuatu bukan karena benar-benar diperlukan, melainkan karena sedang viral atau ramai digunakan orang lain. Misalnya membeli skincare baru karena digunakan influencer favorit, mengganti gawai padahal yang lama masih berfungsi dengan baik, atau nongkrong di tempat mahal demi konten media sosial. Akibatnya, uang habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Lingkungan pergaulan juga sering memengaruhi cara seseorang menggunakan uang. Banyak yang takut dianggap tidak gaul jika tidak mengikuti tren. Padahal, jika terus menuruti gengsi, pengeluaran akan sulit dikendalikan dan kebiasaan boros semakin sulit dihentikan.

Masalah lain yang sering terjadi adalah anak muda jarang mencatat pengeluaran. Uang yang keluar sedikit demi sedikit memang terlihat sepele, tetapi jika dikumpulkan jumlahnya bisa sangat besar. Jajan online, membeli kopi, membayar ongkir, atau checkout barang saat tengah malam sering dilakukan tanpa pertimbangan yang matang. Padahal, kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran sangat penting karena membantu seseorang mengetahui pengeluaran mana yang berlebihan dan mana yang benar-benar diperlukan.

Baca Juga

file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

17 June 2026
231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

16 June 2026
es teh

Ketika Niat Hidup Sehat Meredup Di Tengah Pandangan Masyarakat

16 June 2026
IMG 20260613 WA0001.jpg

Di Balik Sunyi Yang Ditinggalkan Ayah

16 June 2026

Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai kemudahan dalam bertransaksi, salah satunya melalui layanan paylater. Fitur ini memungkinkan seseorang membeli barang yang diinginkan tanpa harus membayar secara langsung. Bagi sebagian anak muda, paylater dianggap sebagai solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan. Namun, kemudahan tersebut sering kali mendorong perilaku konsumtif karena seseorang merasa dapat membeli apa saja dan membayarnya nanti. Padahal, setiap transaksi akan menjadi tagihan yang harus dilunasi pada bulan berikutnya. Jika digunakan tanpa perencanaan yang baik, paylater dapat membuat kondisi keuangan menjadi tidak sehat dan mengurangi kemampuan seseorang untuk menabung.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa nilai utang masyarakat melalui layanan paylater perbankan mencapai sekitar Rp22,99 triliun dengan hampir 27 juta rekening pengguna pada tahun 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan paylater semakin meningkat dan perlu disertai kesadaran dalam mengelola keuangan agar tidak berubah menjadi beban di masa depan.

Sebagian anak muda memiliki pola pikir bahwa uang pasti bisa dicari lagi sehingga tidak perlu terlalu dipikirkan. Akibatnya, mereka lebih memilih menghabiskan uang untuk kesenangan sesaat dibandingkan menabung atau menyimpan dana untuk kebutuhan mendadak. Padahal, kebiasaan seperti ini cukup berbahaya. Jika terus terbiasa hidup tanpa perencanaan keuangan, seseorang dapat mengalami kesulitan saat menghadapi kebutuhan penting di masa depan. Sebenarnya, saat ini mengatur keuangan jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Banyak aplikasi pencatat keuangan yang dapat digunakan secara gratis melalui telepon pintar. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari, seseorang dapat memantau kondisi keuangannya dengan lebih baik. Namun, masalah utamanya bukan terletak pada ketersediaan aplikasi, melainkan pada kesadaran untuk mulai mengatur uang secara lebih bijak.

Dari pembahasan tersebut, dapat dilihat bahwa gaya hidup anak muda sangat memengaruhi kondisi keuangan mereka. Kebiasaan mengikuti tren dan gengsi sering membuat pengeluaran tidak terkontrol. Selain itu, penggunaan layanan paylater yang tidak bijak juga dapat memperbesar risiko pengeluaran berlebihan karena mendorong seseorang berbelanja di luar kemampuan keuangannya. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk mulai belajar mengelola keuangan sejak sekarang agar tidak terjebak dalam kebiasaan hidup boros.

Mengikuti tren bukanlah sesuatu yang salah selama dilakukan sesuai kemampuan keuangan masing-masing. Generasi muda perlu menyadari bahwa penampilan dan gaya hidup tidak harus dibangun dengan mengorbankan kondisi finansial. Membiasakan diri membuat anggaran, menabung, mencatat pengeluaran, serta menggunakan fasilitas keuangan secara bijak merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak sekarang. Pada akhirnya, kemampuan mengelola uang dengan baik akan jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mengikuti tren yang sifatnya sementara. Masa depan finansial yang sehat dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak usia muda. Dengan membangun kebiasaan tersebut, generasi muda dapat menikmati perkembangan zaman tanpa harus terjebak dalam jeray gaya hidup konsumtif.

    Tags: fomo
    Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Kisah inspiratif Ajay Sundawy: Mantan Guru Tasikmalaya yang Kini Berkembang Jadi Konten Kreator

    Next Post

    Program Magang Nasional Batch III Berakhir, Lapas Bandanaira Lepas 24 Peserta

    Aulisda Silviyanti

    Aulisda Silviyanti

    Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang yang memiliki minat pada literasi keuangan serta berbagai isu yang dekat dengan kehidupan anak muda saat ini.

    Related Posts

    file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

    Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

    17 June 2026
    231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

    Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

    16 June 2026
    es teh

    Ketika Niat Hidup Sehat Meredup Di Tengah Pandangan Masyarakat

    16 June 2026
    IMG 20260613 WA0001.jpg

    Di Balik Sunyi Yang Ditinggalkan Ayah

    16 June 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 06 18 at 21.13.24

    Program Magang Nasional Batch III Berakhir, Lapas Bandanaira Lepas 24 Peserta

    WhatsApp Image 2026 06 18 at 22.50.24

    Momentum Regenerasi Pemimpin, Kepala Lapas Mojokerto Hadiri Sertijab dan Lepas Sambut Kepala Lapas Madiun

    WhatsApp Image 2026 06 19 at 10.49.28

    Lapas Mojokerto Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto dalam Rangka Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108

    Lapas Bengkulu, Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Hilmawan Indra Waskito, M Ghifari Alfurqan, Taruna Poltekimipas

    Empat Taruna Poltekimipas Mulai Pengabdian dan Praktik di Lapas Bengkulu

    dec3a46a c8c8 4be8 8582 dd0d1b5516be

    Perkuat Kerukunan di Lingkungan Pemasyarakatan, Rutan Bengkulu Gelar Pembinaan Rohani bagi WBP Nasrani

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    921e4a8b 5890 4de5 8d36 e941b31427ed

    Rutan Bengkulu Lakukan Perawatan Area Tembok Luar

    20 June 2026
    WhatsApp Image 2026 06 19 at 09.04.33

    Belajar Langsung di Lapangan, Taruna Poltek Imipas Jalani PKL dan KKN di Rutan Bengkulu

    20 June 2026
    IMG 20260619 125947

    Pengajian Keagamaan WBP Lapas Arga Makmur Wujudkan Pembinaan Kerohanian yang Berkelanjutan

    20 June 2026
    IMG 20260619 131506

    Hakim Pengawas dan Pengamat Laksanakan Pengawasan dan Pengamatan di Lapas Arga Makmur

    20 June 2026
    dec3a46a c8c8 4be8 8582 dd0d1b5516be

    Perkuat Kerukunan di Lingkungan Pemasyarakatan, Rutan Bengkulu Gelar Pembinaan Rohani bagi WBP Nasrani

    20 June 2026
    Lapas Bengkulu, Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Hilmawan Indra Waskito, M Ghifari Alfurqan, Taruna Poltekimipas

    Empat Taruna Poltekimipas Mulai Pengabdian dan Praktik di Lapas Bengkulu

    20 June 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita