Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Gaji Guru: Akar Masalah Kualitas Pendidikan yang Terlupakan

Muhammad Yafi by Muhammad Yafi
16 June 2025
in Opini
A A
0
241214134341 552
907
SHARES
1.3k
VIEWS

Masalah yang Nyaris Tak Pernah Dibahas

Dalam setiap pembahasan mengenai kualitas pendidikan di Indonesia, kita sering disuguhi wacana tentang kurikulum, fasilitas sekolah, atau sistem ujian nasional. Namun, jarang sekali perhatian serius diarahkan pada satu aspek fundamental yang justru menjadi akar dari berbagai persoalan pendidikan kita: gaji guru. Padahal, di balik angka indeks pembangunan manusia yang stagnan dan hasil PISA yang memprihatinkan, terdapat satu lingkaran setan yang terus berputar—gaji guru yang rendah melahirkan guru yang tidak profesional, dan guru yang tidak profesional melahirkan generasi yang rapuh secara intelektual.

Gaji guru di Indonesia masih jauh dari kata layak, terutama bagi guru honorer dan mereka yang berada di sekolah swasta kecil atau di daerah terpencil. Banyak dari mereka digaji di bawah upah minimum, bahkan ada yang hanya mendapatkan seratus ribu rupiah per bulan.[1] Ironisnya, kepada merekalah kita titipkan masa depan bangsa ini.[2] Bagaimana mungkin seorang guru dapat mengajar dengan maksimal jika kebutuhan dasarnya saja tidak terpenuhi? Alih-alih fokus mendidik, banyak guru terpaksa mengambil pekerjaan sampingan untuk sekadar bertahan hidup.

Lingkaran Setan Gaji Rendah dan Guru Tak Profesional

Masalah ini kemudian berdampak langsung pada profesionalisme. Profesi guru yang seharusnya menjadi panggilan jiwa dan ladang pengabdian, justru terjebak menjadi sekadar ”pekerjaan pengisi waktu”. Tidak sedikit individu yang menjadi guru bukan karena panggilan, tetapi karena tidak ada pilihan pekerjaan lain. Ketika motivasi menjadi guru tidak dibarengi dengan penghargaan finansial yang memadai, maka jangan heran jika output pendidikan kita compang-camping. Lingkaran setan pun terbentuk: gaji rendah → guru tidak profesional → murid tidak berkualitas → pendidikan stagnan → bangsa tertinggal. Dan selama akar masalah ini dibiarkan, kita hanya akan terus berkutat di permukaan masalah pendidikan, tanpa menyentuh intinya.

Kondisi ini menciptakan rantai masalah yang lebih kompleks. Gaji rendah membuat profesi guru kurang diminati oleh lulusan terbaik. Bahkan, ketika seorang guru sudah memiliki idealisme yang tinggi, tekanan ekonomi perlahan-lahan mengikis semangat tersebut.[3] Hasilnya, kita melihat fenomena guru yang hanya mengajar sebatas menggugurkan kewajiban, tanpa kreativitas, tanpa semangat, dan tanpa kemampuan pedagogis yang memadai.[4] Padahal, di sinilah letak kualitas pendidikan sesungguhnya: pada kualitas pendidik.

Upaya yang Belum Menyentuh Akar

Pemerintah memang telah mengupayakan tunjangan sertifikasi dan program peningkatan kompetensi, tetapi semua itu tidak akan menyelesaikan masalah selama gaji pokok guru masih berada di titik nadir.[5] Mengharapkan guru menjadi agen perubahan sementara kesejahteraannya tidak diperhatikan adalah sikap naif. Bahkan jika kita bicara soal revolusi pendidikan sekalipun, semua rencana akan mentah jika gurunya lelah dan tidak dihargai secara ekonomi.

Lebih jauh lagi, rendahnya gaji guru berpengaruh terhadap relasi sosial antara guru dan murid. Guru yang frustrasi secara ekonomi bisa kehilangan kesabaran dalam mendidik, enggan menjalin komunikasi positif dengan siswa, atau bahkan menunjukkan sikap masa bodoh.[6] Pendidikan yang seharusnya penuh keteladanan justru berubah menjadi aktivitas mekanis tanpa makna.

Baca Juga

Ilustrasi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari

Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari: Teknologi yang Memudahkan Aktivitas Manusia

28 October 2026
IMG 20261028 WA0000

Checkout Boleh, Boncos Jangan: Strategi Cerdas Mengelola Keuangan

28 October 2026
sumpah pemuda ahmad madani generasi muda kesempatan

Sumpah Pemuda: Ketika Kita Terlalu Sibuk Menuntut, tetapi Lupa Membuka Jalan

28 October 2026
BA958EB3 6658 4103 BA11 269AE282FD8B

Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Edukasi Finansial untuk Gen Z

26 October 2026

Solusi: Berani Menjadikan Guru sebagai Prioritas

Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat memandang gaji guru bukan sebagai beban anggaran, melainkan sebagai investasi jangka panjang. Negara-negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia selalu menempatkan guru sebagai profesi bergengsi dan menjamin kesejahteraan mereka. Finlandia misalnya, memilih guru dari lulusan terbaik dan menggaji mereka secara layak—dan lihatlah hasilnya, kualitas pendidikan mereka menjadi rujukan dunia. Berikut beberapa contoh langkah realistis yang bisa diambil pemerintah Indonesia:

  1. Naikkan gaji pokok guru secara merata, tidak hanya mengandalkan tunjangan bersyarat.
  2. Tingkatkan seleksi dan pelatihan, tetapi seiring dengan jaminan kesejahteraan.
  3. Bangun kembali citra guru sebagai profesi mulia dan bergengsi, bukan pekerjaan cadangan.
  4. Alihkan sebagian besar anggaran pendidikan ke peningkatan kualitas SDM guru, bukan hanya proyek fisik.

Apakah Indonesia tidak mampu? Tentu mampu, jika memang ada kemauan politik dan keberpihakan anggaran yang serius. Yang dibutuhkan hanyalah prioritas. Sebab, membangun gedung sekolah megah atau memperbanyak program pelatihan tidak akan berarti jika manusianya—para gurunya—tidak dimuliakan.

Lingkaran setan ini hanya bisa diputus jika kita berani mengakui bahwa gaji guru adalah akar dari sebagian besar persoalan pendidikan kita. Dengan menjamin kesejahteraan guru, kita membuka pintu bagi hadirnya pendidik-pendidik yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. Dan hanya dengan guru yang sebaik itu, kita bisa berharap pada masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.

Catatan Kaki:

[1] Anwar Dhobith, “ANALISIS KEBIJAKAN GAJI GURU HONORER TERHADAP KESEJAHTERAAN HIDUP GURU HONORER DI INDONESIA,” PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 7, no. 1 (1 Juni 2024): 44–62, https://doi.org/10.32699/paramurobi.v7i1.6609.

[2] Firman Mansir, “KESEJAHTERAAN DAN KUALITAS GURU SEBAGAI UJUNG TOMBAK PENDIDIKAN NASIONAL ERA DIGITAL,” Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS 8, no. 2 (31 Desember 2020): 293, https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v8i2.829.

[3] Dhobith, Op. Cit.

[4] Maliki Alfajr Davin Chandra Saputra, Shevylia Cahya Ayu Saputri, dan Dhean Bimantara, “Hak Gaji Guru Honorer Berdasarkan Aspek Keadilan dan HAM,” AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) 4, no. 1 (10 November 2023): 796–805, https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.4140.

[5] Dhobith, Op. Cit.

[6] Saputra, Saputri, dan Bimantara, Op.Cit.

    Share363Tweet227Share63Pin82SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Bapas Nusakambangan Gandeng Dinas Lingkungan Hidup Dalam Rencana Aksi Sosial “Klien Bapas Peduli” Menyambut Penerapan KUHP 2026

    Next Post

    Analisis Kelayakan Bisnis Warung Mama Yasmin Goreng Pisang

    Muhammad Yafi

    Muhammad Yafi

    Related Posts

    Ilustrasi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari

    Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari: Teknologi yang Memudahkan Aktivitas Manusia

    28 October 2026
    IMG 20261028 WA0000

    Checkout Boleh, Boncos Jangan: Strategi Cerdas Mengelola Keuangan

    28 October 2026
    sumpah pemuda ahmad madani generasi muda kesempatan

    Sumpah Pemuda: Ketika Kita Terlalu Sibuk Menuntut, tetapi Lupa Membuka Jalan

    28 October 2026
    BA958EB3 6658 4103 BA11 269AE282FD8B

    Ngopi Jalan, Tabungan Aman: Edukasi Finansial untuk Gen Z

    26 October 2026
    Next Post
    Gambar Goreng Pisang

    Analisis Kelayakan Bisnis Warung Mama Yasmin Goreng Pisang

    foto dokumentasi 4

    Dedikasi Mahasiswa UNTAG Surabaya dalam Membangun Pendidikan Melalui Program Surabaya Mengajar

    quinn

    Anissa Quinn Pemain Sinetron dan Bintang Iklan 2025, Superb!

    dna bacterias 1

    Mengenal Salmonella: Bakteri Berbahaya di Balik Makanan yang Terkontaminasi

    Gen Z

    Mengenal Gen Z: Generasi Digital yang Mengubah Dunia

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 29 at 01.37.02

    Himpunan Mahasiswa Bungo-Jambi (HMB-J) Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026 dengan Semangat Kolaborasi

    29 October 2026
    IMG 20261028 WA0063

    Kapolda Aceh Ngopi di Ulee Lheue: Dengar Curhat Warga, Bahas Narkoba, hingga Bagi-Bagi Sembako

    29 October 2026
    1793197144273

    Turut Berduka Cita, PSHW TM Cabang Lamongan Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ketua PSHT Bojonegoro

    28 October 2026
    IMG 20261028 WA0057

    SI-CAMAT Hadir di Serpong, Camat Sae Bisa Pantau Kinerja dan Anggaran Lewat Satu Dashboard

    28 October 2026
    Belajar dengan MATHROLE

    MATHROLE Hadirkan Pengalaman Jual Beli dalam Pembelajaran Matematika

    28 October 2026
    Desain Tanpa Judul 39

    Perkuat Kualitas Layanan Pemasyarakatan, Kepala Bapas Bengkulu Ikuti Entry Meeting dan Wawancara Staf Khusus Menteri

    28 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita