Surakarta, 7 Agustus 2026 – Hari ketiga EMPARTY ART FEST 2026 menghadirkan suasana yang penuh semangat apresiasi dan kolaborasi di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta. Setelah dua hari menghadirkan ruang dialog melalui pameran seni dan workshop budaya, rangkaian kegiatan pada Kamis (6/8) memberikan panggung bagi lahirnya talenta-talenta seni baru melalui Lomba Monolog Nasional, sekaligus mempertemukan seni tradisi dan musik modern dalam satu malam pertunjukan.
Sejak siang hari, kawasan galeri tetap dipadati pengunjung yang mengikuti Workshop Keris, Workshop Keramik, dan Workshop Batik. Ketiga workshop tersebut menjadi ruang belajar yang mempertemukan masyarakat dengan para empu, perajin, dan pembatik. Melalui demonstrasi langsung, pengunjung diajak memahami proses penciptaan karya, mulai dari teknik, filosofi, hingga nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Aktivitas ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pameran, tetapi juga melalui transfer pengetahuan kepada masyarakat.
Di arena teater, rangkaian Lomba Monolog Nasional 2026 mencapai puncaknya dengan pengumuman para pemenang kategori SMA/sederajat dan kategori umum. Ajang yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, kemampuan akting, dan keberanian menyampaikan gagasan melalui seni pertunjukan. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Plt. Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Ketua Umum Seniman Merdeka Indonesia, Barata Sena, dan Gigih Wiyono, selaku ketua DPW SMI Jawa Tengah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di bidang seni teater.
Memasuki malam hari, Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah kembali dipenuhi penonton yang menikmati pertunjukan seni. Penampilan Kalatidha di bawah arahan Toyib membuka rangkaian acara dengan sajian musik yang memadukan kekayaan musikal tradisional dan eksplorasi artistik. Suasana kemudian semakin semarak melalui penampilan tari dari Semarak Candra Kirana, yang menghadirkan koreografi dinamis sebagai representasi semangat generasi muda dalam melestarikan seni tari Nusantara. Rangkaian pertunjukan ditutup oleh grup musik Berlyn yang membawakan musik modern secara energik, menciptakan harmoni antara tradisi dan ekspresi kontemporer dalam satu panggung.
Ketua Umum Seniman Merdeka Indonesia, Barata Sena, menyampaikan bahwa hari ketiga EMPARTY ART FEST memperlihatkan bagaimana festival seni dapat menjadi ruang yang mendorong regenerasi seniman sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin.
“Kami percaya bahwa masa depan seni Indonesia lahir dari ruang-ruang apresiasi seperti ini. Ketika seniman muda diberi kesempatan untuk berkarya, sementara masyarakat dapat belajar langsung dari para maestro melalui workshop, maka ekosistem seni akan terus tumbuh dan berkembang. EMPARTY ART FEST hadir untuk menjembatani proses tersebut.”
Selain menikmati berbagai pertunjukan dan workshop, pengunjung juga tetap diajak berpartisipasi dalam Program Donasi Art for Humanity. Donasi yang dihimpun selama festival akan disalurkan kepada anak-anak penyandang HIV/AIDS di Kota Surakarta, para lansia di panti jompo, dan teman-teman penyandang disabilitas sebagai wujud bahwa seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana menumbuhkan kepedulian sosial.
Rangkaian EMPARTY ART FEST 2026 masih akan berlanjut hingga 10 Agustus 2026 dengan menghadirkan pameran seni rupa, creative market, pertunjukan seni, dan berbagai program budaya lainnya. Melalui semangat “Art for Humanity”, Seniman Merdeka Indonesia terus mengajak masyarakat untuk menjadikan seni sebagai ruang apresiasi, pembelajaran, kolaborasi, dan aksi nyata bagi kemanusiaan.

























