Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama satu bulan di Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berlangsung selama masa KKN ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Desa Karangan memiliki potensi yang kuat pada sektor pertanian dan peternakan. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi mahasiswa dalam menyusun berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Beragam kegiatan dirancang dengan mengangkat isu pertanian, pengelolaan limbah, lingkungan, kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan, program KKN juga diarahkan untuk mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDGs 2, 3, 4, 6, 12, dan 15.
Pada bidang pertanian, mahasiswa melaksanakan sejumlah program yang berfokus pada penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan tersebut meliputi pembuatan alat monitoring hama menggunakan Pan Trap, Pitfall Trap, dan Yellow Sticky Trap, pembuatan pestisida nabati, serta pemanfaatan tanaman refugia. Melalui kegiatan tersebut, petani diperkenalkan pada cara melakukan pemantauan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sebelum menentukan tindakan pengendalian. Petani juga dilibatkan dalam praktik pembuatan dan pemasangan perangkap di lahan sehingga dapat mengenali keberadaan hama dan musuh alami secara langsung.
Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme dari petani adalah pelatihan pembuatan alat monitoring hama. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Juli 2026 di Balai Desa Karangan dan dilanjutkan dengan penerapan perangkap di lahan pertanian. Pan Trap digunakan untuk menangkap serangga terbang, Yellow Sticky Trap untuk serangga yang tertarik warna kuning, sedangkan Pitfall Trap digunakan untuk mengamati serangga yang aktif di permukaan tanah. Hasil monitoring diharapkan dapat membantu petani menentukan pengendalian yang lebih tepat dan mengurangi penggunaan pestisida yang tidak diperlukan.
Selain bidang perlindungan tanaman, mahasiswa juga mengangkat permasalahan pengelolaan limbah melalui berbagai kegiatan. Limbah kotoran ternak yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan diperkenalkan untuk diolah menjadi pupuk kompos. Mahasiswa juga mengenalkan pembuatan MOLINA atau Mikroorganisme Lokal Inovatif untuk Pertanian serta produksi biochar melalui sistem pirolisis cerobong dengan memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia di Desa Karangan. Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memberikan alternatif pemanfaatan limbah menjadi bahan yang dapat digunakan kembali dalam kegiatan pertanian.
Pengelolaan limbah rumah tangga juga menjadi perhatian mahasiswa. Program yang dilakukan meliputi pengolahan sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF), pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), pembuatan lubang resapan biopori, serta edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik. Pada sektor pemanfaatan barang bekas, mahasiswa mengembangkan penggunaan botol plastik dan galon bekas sebagai media tanam serta mendukung penghijauan melalui pembuatan vertical garden dan vertikultur.
Di bidang pendidikan dan kesehatan, mahasiswa turut melaksanakan edukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan vertical garden sebagai media budidaya tanaman bergizi. Kegiatan lainnya berupa edukasi pemilahan sampah kepada siswa melalui pembuatan ecoprint dan celengan kreatif. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga mengajak masyarakat dan siswa untuk memanfaatkan lingkungan sekitar serta barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Tidak hanya berfokus pada program edukasi dan lingkungan, mahasiswa KKN juga membangun interaksi sosial bersama masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan olahraga dan kebersamaan warga menjadi bagian dari rangkaian KKN sebagai upaya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Karangan. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan desa, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama masa pengabdian.
Rangkaian kegiatan selama satu bulan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa. Kolaborasi antara mahasiswa, kelompok tani, perangkat desa, sekolah, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan setiap program. Melalui kegiatan yang telah dilaksanakan, mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Karangan setelah masa KKN berakhir.
Kehadiran mahasiswa selama satu bulan di Desa Karangan menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam mendukung masyarakat. Berbagai program yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam bidang pertanian, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs sesuai dengan potensi Desa Karangan.






















