Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Dokter Gigi untuk Semua : Membuka Jalan Keadilan Melalui Pendidikan Kewarganegaraan

Hanena Eyla Humda Setiani by Hanena Eyla Humda Setiani
27 June 2025
in Opini
A A
0
Dokter Gigi
871
SHARES
1.3k
VIEWS

Penulis : Hanena Eyla Humda Setiani (J520220092) – Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Dosen : Drs. Priyono

Selama ini, pendidikan kedokteran gigi di Indonesia dikenal ketat dan menantang. Mahasiswanya ditempa dengan teori, praktik laboratorium, hingga klinik yang melelahkan secara fisik dan mental. Fokus utamanya? Sudah tentu keterampilan teknis: diagnosis, perawatan, prosedur pembedahan kecil, manajemen nyeri, dan estetika. Tapi di balik semua itu, ada satu celah yang kerap luput diperhatikan: kesadaran sosial dan peran dokter gigi sebagai warga negara. Pertanyaannya, mengapa profesi yang lekat dengan alat dan anatomi perlu bicara tentang kewarganegaraan?

Jawabannya sederhana namun krusial: karena dokter gigi bekerja dalam masyarakat, bukan dalam ruang hampa. Setiap hari, mereka berhadapan dengan ketimpangan sosial: pasien dari keluarga miskin yang menunda berobat karena takut biaya, ibu-ibu buruh yang tidak punya waktu untuk perawatan gigi anaknya, hingga lansia di panti yang tak pernah tersentuh edukasi kesehatan mulut. Kalau dokter gigi hanya dibekali keterampilan medis tanpa pemahaman sosial dan politik, maka mereka akan melihat semua ini sebagai “masalah individu”, bukan sebagai dampak dari sistem yang timpang.

Di sinilah letak pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam dunia kedokteran gigi. Pendidikan kewarganegaraan bukan sekadar pelajaran hafalan soal UUD 1945 atau Pancasila. Ia adalah upaya membentuk kesadaran bahwa kita punya peran dalam masyarakat: sebagai profesional, sebagai warga, dan sebagai manusia. Ia mengajarkan cara berpikir kritis, bagaimana membaca persoalan secara struktural, sertabagaimana menyuarakan pendapat dengan etis dan efektif. Bayangkan jika dokter gigi juga bisa menulis opini di media, ikut diskusi kebijakan publik, atau memberi edukasi berbasis komunitas yang bukan sekadar penyuluhan, tapi benar-benar menyentuh akar masalah.

Sayangnya, sistem pendidikan kita cenderung membentuk dokter gigi yang “diam”. Terlalu fokus pada skill tangan dan nilai ujian, hingga lupa melatih keberanian menyampaikan suara. Padahal, dokter gigi seharusnya bisa ikut bicara soal anggaran kesehatan, program BPJS, hingga penghapusan layanan gigi gratis di puskesmas. Mereka harus tahu bagaimana sistem bekerja, siapa yang memutuskan kebijakan, dan bagaimana caranya agar suara mereka terdengar. Pendidikan kewarganegaraan melatih semua itu-bukan agar dokter jadi politisi, tapi agar mereka tidak apatis.

Lebih dari itu, pendidikan kewarganegaraan membuat dokter gigi peka terhadap keberagaman. Klinik bukan hanya tempat praktik, tapi juga ruang pertemuan lintas identitas: suku, agama, status ekonomi, dan latar pendidikan. Ada pasien yang malu bicara karena terbata-bata dalam Bahasa Indonesia. Ada pasien yang trauma karena pengalaman diskriminatif. Tanpa pendidikan kewarganegaraan, kita hanya akan melihat perbedaan sebagai tantangan. Tapi dengan pemahaman yang benar, perbedaan justru jadi pintu masuk membangun pelayanan yang lebih adil dan manusiawi.

Dan mari jangan lupakan isu lingkungan. Kedokteran gigi juga menghasilkan limbah: plastik, logam berat, bahan kimia. Siapa yang mengelola semua itu? Seberapa peduli kita bahwa praktik kita bisa mencemari tanah, air, atau udara? Pendidikan kewarganegaraan menanamkan kesadaran ekologis-bahwa profesi kita juga harus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan hidup di bumi. Seorang dokter gigi yang sadar lingkungan tak hanya membuang limbah dengan benar, tapi juga bisa ikut menyuarakan kebijakan pengelolaan limbah medis yang lebih baik. Ini bukan aktivisme kosong. Ini adalah bagian dari praktik profesional yang utuh dan etis.

Sudah saatnya kita memperluas definisi “dokter gigi yang baik”. Bukan hanya soal seberapa presisi hasil tambalan, tetapi juga seberapa dalam ia memahami perannya di masyarakat. Dokter gigi yang ideal bukan yang hanya pandai menggunakan forceps, tetapi juga yang mampu bersuara saat melihat ketimpangan, yang tahu bagaimana menyusun argumen saat sistem tidak berpihak pada pasien, dan yang bersedia turun tangan ketika komunitas membutuhkan.

Baca Juga

Ilustrasi Rupiah dan Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Masih Dibayangi Tekanan Dolar AS

16 September 2026
Ilustrasi kegiatan pojok baca, memperlihatkan siswa membaca dan memanfaatkan koleksi buku secara bersama dalam suasana belajar yang nyaman dan harmonis. (Sumber: AI oleh ChatGPT, 2026)

Pojok Baca: Belajar Berbagi dari Sebuah Rak Buku

16 September 2026
Aktivitas jual beli di Pasar Terapung Siring Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan para pedagang menggunakan perahu untuk menjajakan beragam hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari di atas Sungai Barito. (Sumber: https://www.linkedin.com/)

Pasar Terapung Banjarmasin: Antara Syariah dan Kapitalisme

16 September 2026
IMG 0373

Ketika Semua Transaksi Masuk QRIS: Sudahkah UMKM Memanfaatkan Data Penjualan untuk Mengambil Keputusan?

15 September 2026

Integrasi pendidikan kewarganegaraan ke dalam pendidikan dokter gigi tidak perlu rumit. Bisa dimulai dari mata kuliah lintas disiplin, kuliah tamu dari aktivis kesehatan masyarakat, proyek advokasi berbasiskomunitas, atau sekadar ruang diskusi bebas tentang isu sosial yang terhubung dengan profesi. Lebih dari sekadar program, ini soal membentuk karakter. Karakter dokter gigi yang tidak hanya terampil, tapi juga berani dan peduli.

Karena pada akhirnya, tugas dokter gigi bukan hanya menjaga senyum satu pasien di kursi praktik. Tapi juga menjaga senyum seluruh masyarakat agar tetap punya hak untuk sehat, setara, dan berdaya.

    Share348Tweet218Share61Pin78SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    “Silent Pandemic”: Ancaman Kesehatan Global yang Terlupakan – Resensi Buku Karya Prof. Taruna Ikrar

    Next Post

    Mahasiswa MBKM Internal Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Gelar Pelatihan “Kreator Muda Kesenian” di RW 03 Kelurahan Gayamsari

    Hanena Eyla Humda Setiani

    Hanena Eyla Humda Setiani

    Related Posts

    Ilustrasi Rupiah dan Dollar AS

    Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Masih Dibayangi Tekanan Dolar AS

    16 September 2026
    Ilustrasi kegiatan pojok baca, memperlihatkan siswa membaca dan memanfaatkan koleksi buku secara bersama dalam suasana belajar yang nyaman dan harmonis. (Sumber: AI oleh ChatGPT, 2026)

    Pojok Baca: Belajar Berbagi dari Sebuah Rak Buku

    16 September 2026
    Aktivitas jual beli di Pasar Terapung Siring Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan para pedagang menggunakan perahu untuk menjajakan beragam hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari di atas Sungai Barito. (Sumber: https://www.linkedin.com/)

    Pasar Terapung Banjarmasin: Antara Syariah dan Kapitalisme

    16 September 2026
    IMG 0373

    Ketika Semua Transaksi Masuk QRIS: Sudahkah UMKM Memanfaatkan Data Penjualan untuk Mengambil Keputusan?

    15 September 2026
    Next Post
    Kreator Muda

    Mahasiswa MBKM Internal Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Gelar Pelatihan "Kreator Muda Kesenian" di RW 03 Kelurahan Gayamsari

    Komunikasi

    Komunikasi Publik Beretika Senjata Membangun Kepercayaan di Era Digital

    MBKM

    Mahasiswa MBKM Internal Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Adakan Pelatihan Desain Logo UMKM cepat dengan Aplikasi Canva di RW 03 Kelurahan Gayamsari

    Juliana Marins

    Tragedi Juliana Marins di Gunung Rinjani, Alarm Keras untuk Keselamatan Pendakian Indonesia

    IMG 20250627 WA0013

    Ketua Umum Persatuan Keluarga Pesisir Selatan Kalbar Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 H Saat Hadiri Tabligh Akbar

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    1ca38924 b176 43ea 81ef a0344944b901

    Evaluasi Kinerja Peserta MagangHub Batch 1 Tahun 2026 di Lapas Arjasa

    16 September 2026
    jangan hapus tugasmu portofolio siswa ahmadmadani1

    Portofolio Jembatani Karya Siswa dengan Kebutuhan Industri

    16 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 16 at 10.46.09

    Perkuat Sinergi Antar-UPT, Lapas Arga Makmur Tegaskan Komitmen Wujudkan Pemasyarakatan yang Profesional

    16 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 16 at 13.52.06

    Lapas Arga Makmur Perkuat Kesiapsiagaan Pengamanan melalui Pengecekan dan Perawatan Senjata Api

    16 September 2026
    Lapas Bengkulu, Lembaga Pemasyarakatan, Pemasyarakatan, keamanan Lapas, ADM Kamtib, Supian Natalis, pemeriksaan senjata, administrasi senjata

    Perkuat Keamanan, Lapas Bengkulu Cek dan Tertibkan Administrasi Senjata

    16 September 2026
    Nabila Ramadhani, pesilat Perisai Diri dari SMAN 1 Gunung Megang, memamerkan medali yang berhasil diraihnya pada Kejuaraan Kapolda Cup II Tingkat Nasional 2026.

    Prestasi Nabila Ramadhani, Pesilat Perisai Diri Muara Enim Raih Dua Medali Nasional

    16 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita