GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 52 secara resmi melaksanakan penerjunan dan pemaparan program kerja (proker) di Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Kamis, 30 Juli 2026. Rangkaian pengabdian masyarakat bertema “UPGRIS Berdampak” ini dijadwalkan berlangsung selama lebih dari sebulan, mulai 29 Juli hingga 2 September 2026. Fokus utama pengabdian Kelompok 52 di Desa Kemiri adalah pemberdayaan masyarakat melalui berbagai sektor strategis. Sektor-sektor tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan, digitalisasi, UMKM, serta pencegahan masalah sosial. Program kerja yang dirancang secara garis besar terbagi ke dalam tiga pilar utama, yakni Kegiatan Sosial yang mengakomodasi partisipasi masyarakat, Kerja Bakti Lingkungan, dan Pendampingan Desa guna mendukung tata kelola serta potensi lokal. Pemaparan program kerja ini disambut dengan antusiasme oleh perangkat desa setempat. Diskusi yang konstruktif membuahkan beberapa masukan penting bagi kelancaran program mahasiswa.
Kaur Keuangan Desa, Ibu Eny S., memberikan saran agar mahasiswa dapat berkolaborasi dengan aparat kewilayahan. “Saya menyarankan agar sie Narkotika dan Miras bisa langsung bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas,” ujarnya. Selain itu, Sekretaris PKK, Ibu Hj. Sofiyah, turut mengingatkan pentingnya kepastian waktu untuk program belajar mengajar. Ia berpesan agar seksi pendidikan segera memfiksasi jadwal les anakanak. Dukungan dan masukan juga datang dari perwakilan BPD, Ibu Hidayah. Ia menyarankan para mahasiswa untuk segera sowan kembali kepada ketua RT dan RW. “Harapannya, mahasiswa bisa memaparkan program kerja yang sudah fiks kepada RT/RW agar kedepannya koordinasi dengan warga jauh lebih mudah,” tuturnya. Dalam sesi pemaparan, tim mahasiswa menjabarkan berbagai program unggulan mereka. Di bidang pendidikan, mahasiswa menginisiasi program “Pembelajaran dasar tentang Laptop, baik itu mendasar tentang on/off, maupun merambah ke berbagai macam Microsoft, dan juga bisa diajarkan tentang coding dasar menggunakan google collab”, yakni pelatihan berpikir komputasional bagi anak usia sekolah untuk mengasah logika dan mengenalkan teknologi sejak dini. Sementara itu, bidang literasi digital difokuskan pada edukasi penggunaan internet sehat, pengenalan kecerdasan buatan, hingga penanganan kecanduan gawai. Sektor kesehatan dan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Mahasiswa merencanakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berupa tata cara cuci tangan dan sikat gigi bagi anak usia dini, serta kegiatan kebugaran jasmani bersama warga. Untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah banjir, akan dilakukan pembuatan lubang resapan biopori yang juga berfungsi sebagai komposter organik. Selain itu, fasilitas tempat sampah terpilah beserta edukasi pemilahan sampah akan disediakan bagi warga sekitar.
Guna mendorong perekonomian desa, program di bidang UMKM dan ekonomi kreatif menyasar pada digitalisasi. Tim KKN akan mendampingi pembuatan kode QRIS bagi pelaku usaha lokal dan menandai titik usaha mereka di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen. Di sisi lain, sebagai langkah preventif terhadap masalah sosial, mahasiswa juga menyiapkan pelatihan pembuatan poster dan video pendek bertema pencegahan narkotika dan minuman keras guna mengasah kreativitas remaja sekaligus menguatkan kampanye anti zat adiktif. Dengan dilaksanakannya acara penerjunan dan pemaparan program kerja ini, Kelompok 52 KKN UPGRIS berharap seluruh program yang direncanakan dapat bersinergi dengan baik. Sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan Pemerintah Desa Kemiri diharapkan mampu membawa dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan desa.
PUBLIKASI 1 KKN UPGRIS 2026
Tanggal: 30 Juli 2026
Lokasi: Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Pelaksana: Kelompok 52 KKN UPGRIS 2026

























