GETASAN, Kabupaten Semarang – Bagi Ibu Seni, merawat ladang dan memelihara ternak bukanlah pekerjaan yang baru ia kenal. Sejak kecil, ia telah terbiasa membantu merawat tanaman dan memelihara sapi. Kebiasaan tersebut terus berlanjut hingga kini, menjadi bagian dari kesehariannya dalam menjaga penghidupan keluarga di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Pada suatu hari, Ibu Seni terlihat sedang merawat tanaman di ladangnya. Saat ini, ia tengah menanam tembakau. Setelah musim tanam tembakau berakhir, ia berencana beralih menanam wortel, mengikuti pergantian musim dan kebutuhan pertanian.
Jenis pekerjaan yang dilakukannya setiap hari bergantung pada kondisi tanaman. Ketika tanaman tumbuh dengan baik, ia cukup menyiram dan memberi pupuk. Namun, jika ditemukan tanaman yang rusak, ia perlu memberikan perhatian lebih agar kondisi tanaman tetap terjaga.
“Kalau tanamannya sehat, ya tinggal menyiram dan memberi pupuk. Tapi, kalau ada yang rusak, harus diperhatikan juga,” ujar Ibu Seni.
Bagi Ibu Seni, merawat ladang bukan sekedar rutinitas. Sebagian besar hasil pertanian ditujukan untuk dijual, sehingga kondisi tanaman turut mempengaruhi hasil yang akan diperoleh. Meski demikian, pekerjaan di ladang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Kekeringan dan serangan hama menjadi tantangan yang harus dihadapi. Kedua hal tersebut dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan menambah pekerjaan yang perlu dilakukan untuk merawatnya.
Selain mengurus tanaman, Ibu Seni juga memelihara sapi. Setelah menyelesaikan pekerjaan di ladang, ia kembali ke rumah untuk memberi makan ternaknya menggunakan rumput yang telah tersedia.
Pekerjaan tersebut memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika ia harus membawa pakan dari ladang hingga ke rumah. Jarak yang ditempuh sambil membawa rumput membutuhkan tenaga tambahan.
“Kalau untuk ternak, tantangannya membawa pakan dari ladang sampai rumah. Itu memerlukan tenaga yang banyak, ketersediaan rumput juga termasuk hal yang paling penting. Kalau tidak ada rumput, maka sangat sulit untuk mencari ke tempat lain yang lebih jauh.” tuturnya.
Keseharian Ibu Seni memaparkan bahwa pekerjaan di sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan penanaman dan panen. Ada pula pekerjaan merawat tanaman, mengatasi perubahan kondisi alam, serta memastikan ternak tetap mendapatkan pakan.
Dari ladang hingga rumah, aktivitas tersebut menjadi bagian dari usaha Ibu Seni mempertahankan sumber penghidupan keluarga. Pengalaman yang telah ia jalani sejak kecil membentuk kesehariannya hingga sekarang, ketika merawat tanaman dan memelihara sapi tetap menjadi bagian penting dari kehidupannya.
Kisah Ibu Seni menunjukkan bahwa kerja perempuan di pedesaan berlangsung di berbagai ruang, tidak hanya di dalam rumah. Melalui perawatan ladang dan ternak, perempuan turut menjalankan pekerjaan produktif yang menopang kehidupan keluarga, meskipun pekerjaan tersebut menuntut tenaga dan ketekunan setiap hari.





















