Berdasarkan pengamatan di lokasi, pedagang menawarkan berbagai jenis barang dengan penataan yang disesuaikan dengan ruang lapak. Jam tangan terlihat tersusun dalam kotak-kotak pajangan, sementara kacamata digantung pada rak kayu. Di lapak lainnya, kaset dan CD musik ditata memenuhi rak hingga menjadi bagian dari ciri khas tempat tersebut.
Suasana jual beli terlihat ketika pengunjung mendatangi lapak untuk melihat barang yang ditawarkan. Sebagian pengunjung memperhatikan barang dari dekat, sedangkan pedagang bersiap melayani dan memberikan informasi mengenai barang dagangannya. Aktivitas ini memperlihatkan interaksi antara penjual dan pembeli dalam kegiatan perdagangan barang bekas.
Barang jadul memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian pembeli. Selain dapat digunakan kembali, barang-barang tersebut juga dicari untuk melengkapi koleksi pribadi. Namun, alasan pembelian dan pengalaman setiap pengunjung dapat berbeda, bergantung pada kebutuhan serta ketertarikan masing-masing.
Pewawancara: “Sejak kapan Bapak mulai berjualan barang bekas atau barang jadul di Jatinegara?”
Narasumber: “Saya berjualan barang jadul terutama CD dari tahun 2021 kira – kira sudah 5 tahun saya berjualan”
Pewawancara: Siapa saja yang biasanya membeli barang-barang tersebut?
Narasumber: “Biasanya kolektor, penggemar barang jadul, atau masyarakat yang mencari barang dengan harga terjangkau”
Dalam kegiatan ini, pedagang tidak hanya menawarkan barang, tetapi juga memberikan informasi kepada calon pembeli mengenai produk yang tersedia. Pembeli dapat melihat kondisi barang secara langsung sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.
Aktivitas perdagangan barang bekas juga memperlihatkan bagaimana barang yang tidak lagi baru dapat kembali dimanfaatkan. Meskipun demikian, kondisi, keaslian, fungsi, dan harga setiap barang perlu diperiksa secara langsung sebelum transaksi dilakukan.






















