CILEGON – Pesatnya perkembangan teknologi transaksi non-tunai (cashless society) di Indonesia tak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi generasi muda. Kemudahan bertransaksi melalui dompet digital (e-wallet), QRIS, hingga mobile banking kerap memicu perilaku konsumtif dan pembelian impulsif di kalangan pelajar.
Merespons fenomena tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Kota Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Muhammadiyah Cilegon pada Kamis (29/10/2026).
Kegiatan edukatif ini mengangkat tema pentingnya literasi keuangan digital untuk membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang sehat, terencana, dan bertanggung jawab di kalangan pelajar.
Ketua Tim Pengabdi Unpam Kampus Kota Serang, Lailatul Uyun, S.E., M.M., menyampaikan bahwa tingginya penggunaan aplikasi pembayaran digital oleh remaja sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman manajemen keuangan dan kewaspadaan keamanan digital yang memadai.
“Pelajar saat ini sangat cepat beradaptasi dengan teknologi cashless. Namun, karena bentuk uangnya tak kasatmata, mereka kerap tidak menyadari seberapa banyak saldo yang sudah dibelanjakan. Tanpa literasi keuangan digital yang baik, kemudahan ini justru memicu kebiasaan konsumtif,” ujar Lailatul Uyun di sela-sela kegiatan.
Simulasi Pengelolaan Anggaran dan Keamanan Siber
Dalam pelatihan tersebut, para siswa SMK Muhammadiyah Cilegon tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga diajak berpartisipasi aktif dalam sesi workshop interaktif.
Tim PKM yang terdiri dari dosen pendamping Githa Ayuningtias, S.M., M.M., serta mahasiswa Unpam membimbing para peserta mempraktikkan langsung penyusunan anggaran bulanan dan pencatatan arus kas pribadi menggunakan aplikasi pencatatan keuangan sederhana pada ponsel pintar.
Selain manajemen pengeluaran, edukasi ini juga menyoroti aspek keamanan transaksi elektronik. Para pelajar dibekali pengetahuan kritis mengenai pentingnya melindungi data pribadi, menjaga kerahasiaan Kode OTP dan PIN, serta cara mengenali beragam modus penipuan siber seperti phishing dan investasi bodong.
“Kami ingin para siswa tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi keuangan, melainkan menjadi pengguna yang cerdas, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta paham cara mengamankan akun keuangan mereka,” tambah Lailatul.
Respons Positif Pelajar dan Komitmen Berkelanjutan
Para peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat simulasi studi kasus pengalokasian uang saku bulanan dan diskusi interaktif mengenai kebiasaan belanja daring.
Pihak sekolah mengapresiasi inisiatif perguruan tinggi dalam memberikan pembekalan langsung yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Program ini diharapkan dapat membentuk karakter kemandirian finansial pelajar SMK Muhammadiyah Cilegon sebelum mereka melangkah ke dunia kerja maupun jenjang pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Pamulang terus menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan hadir memberikan solusi nyata terhadap isu-isu literasi finansial masyarakat di era transformasi digital.





















