Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Membantu murid mengenali potensi dan memahami karakteristik diri menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan masa depan. Untuk mendukung hal tersebut, MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan penjelasan hasil tes psikologi bagi murid kelas XII, Jumat (30/10/2026) di Aula Lantai 2. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga sesi agar setiap kelompok memperoleh penjelasan secara lebih terarah dan memiliki kesempatan untuk memahami hasil tes masing-masing dengan baik.
Kegiatan ini menghadirkan tim dari Prima Solusi Indonesia (Primasindo) yaitu pusat rekrutmen dan psikologi terapan di Yogyakarta. Penjelasan diikuti seluruh murid kelas XII dengan pendampingan wali kelas masing-masing. Sesi pertama berlangsung pukul 07.30 – 08.00 WIB untuk kelas XII A, XII B, dan XII C. Sesi kedua dilaksanakan pukul 08.00 – 08.30 WIB untuk kelas XII D, XII E, dan XII F. Adapun sesi ketiga berlangsung pukul 08.30 – 09.00 WIB untuk kelas XII G, XII PK 1, dan XII PK 2.
Salah satu guru Bimbingan Konseling Dra. Yuni Heru menjelaskan bahwa murid-murid diharapkan tidak sekadar mengetahui hasil tes, tetapi juga mampu memahami maknanya sebagai salah satu bahan refleksi untuk mengenali kekuatan diri, area yang masih dapat dikembangkan, serta kecenderungan yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.
Dalam pemaparannya, tim Primasindo menjelaskan hasil tes psikologi melalui psikogram yang memuat empat aspek utama, yaitu kemampuan umum, kepribadian, minat, dan sikap kerja. Keempat aspek tersebut memberikan gambaran dari sudut pandang yang berbeda. Kemampuan umum berkaitan dengan kapasitas kognitif yang diukur melalui instrumen tes, kepribadian menggambarkan kecenderungan karakteristik individu, minat menunjukkan bidang yang menarik bagi seseorang, sedangkan sikap kerja berkaitan dengan kecenderungan individu dalam menjalankan tugas.

Penjelasan mengenai psikogram menjadi bagian penting agar murid tidak keliru dalam membaca hasil tes. Grafik atau posisi skor perlu dipahami berdasarkan pedoman interpretasi instrumen yang digunakan, bukan sekadar dilihat dari tinggi atau rendahnya angka. Dalam penjelasan aspek kepribadian, misalnya, posisi grafik yang terlalu menonjol ke kanan atau ke kiri dapat menunjukkan kecenderungan tertentu sesuai skala yang diukur.
“Karena itu, kalian perlu memahami arti setiap indikator berdasarkan penjelasan profesional. Tidak boleh langsung menganggap satu posisi selalu lebih baik daripada posisi lainnya,” terang salah satu tim Primasindo.
Tim psikologi melanjutkan penjelasan dengan memberikan pemahaman mengenai hasil tes kemampuan intelektual atau IQ. Menurut Tim, hasil tes tersebut merupakan gambaran kemampuan yang diukur pada saat pemeriksaan dan dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kondisi fisik, kualitas tidur, konsentrasi, motivasi, serta situasi ketika tes berlangsung.
“Oleh sebab itu, hasil tes perlu dipahami secara proporsional dan tidak dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai potensi seseorang,” terang salah satu anggota tim.
Di tempat terpisah, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa hasil tes psikologi dapat menjadi salah satu bekal bagi murid dalam mengenali diri dan menentukan pilihan setelah lulus dari madrasah.
“Saya berharap hasil tes ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh murid kelas XII. Kenali kelebihan diri, pahami minat dan kemampuan, lalu jadikan hasilnya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya. Jangan merasa rendah diri jika ada aspek yang belum sesuai harapan, karena setiap orang memiliki potensi dan kesempatan untuk terus berkembang. Yang terpenting, kenali diri sendiri dan persiapkan masa depan dengan lebih matang,” tuturnya.
Pemahaman terhadap hasil tes psikologi menjadi relevan bagi murid kelas XII yang sedang berada pada tahap penting dalam menentukan arah pendidikan dan karier. Harapannya, hasil tes psikologi dapat membantu dan memberi pertimbangan pada pilihan studi para murid secara lebih matang. (luf)




















