Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – PMR DKD Unit 28 MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan latihan rutin pada Rabu–Kamis (28–29/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota dalam memberikan edukasi kesehatan kepada sesama remaja melalui peran peer educator.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai kesehatan remaja dan peran peer educator yang disampaikan oleh dr. Atika Putri Paranadia. Selanjutnya, peserta mengikuti role play atau simulasi sebagai edukator sebaya untuk mempraktikkan kemampuan dalam menyampaikan informasi kesehatan dan membangun komunikasi yang efektif dengan teman sebaya.
Selain penyampaian materi dan simulasi, peserta juga dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan berbagai gagasan dan kegiatan yang dapat dilakukan PMR dalam menjalankan perannya sebagai peer educator. Diskusi ini menjadi wadah bagi anggota untuk bertukar pikiran serta mengembangkan ide-ide kreatif yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan remaja.
Memasuki hari kedua, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dan gagasan yang telah dirumuskan bersama. Melalui sesi presentasi ini, berbagai ide yang muncul diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan latihan rutin PMR DKD Unit 28 yang memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada murid untuk menjadi edukator sebaya. Menurutnya, edukasi kesehatan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan dengan bahasa dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja.
“Saya berharap anggota PMR tidak hanya memahami materi kesehatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan tersebut kepada teman-temannya. Jadilah teman yang bisa mengajak, mengingatkan, dan memberikan contoh positif. Peran kecil seperti ini sangat berarti untuk membangun lingkungan madrasah yang lebih sehat dan peduli,” tuturnya.
Melalui latihan rutin ini, PMR DKD Unit 28 MAN 1 Yogyakarta diharapkan dapat semakin mengembangkan perannya sebagai educator sebaya serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan remaja. Dengan demikian, anggota PMR dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. (fzp)

















