Bengkulu – Mengawali pelaksanaan tugas pada bulan November 2026, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu melaksanakan apel pagi perdana bulan November, Senin (2/11). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kantor Bapas Kelas I Bengkulu ini dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, serta diikuti oleh seluruh jajaran pegawai.
Apel pagi menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, menyatukan komitmen, sekaligus membangun semangat baru dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Lebih dari sekadar rutinitas kedinasan, kegiatan ini menjadi sarana penyampaian arahan pimpinan agar seluruh pegawai senantiasa menjaga profesionalisme dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Aidil Jumidi mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai inspirasi dalam bekerja dan mengabdi. Menurutnya, semangat kepahlawanan tidak hanya dimaknai melalui perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara.
Ia menekankan bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab dan peran penting dalam memberikan pelayanan terbaik. Semangat rela berkorban, pantang menyerah, berani bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan masyarakat harus menjadi nilai yang terus hidup dalam lingkungan kerja.
“Semangat kepahlawanan harus kita hadirkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Jika dahulu para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan bangsa, maka perjuangan kita saat ini adalah memberikan pengabdian terbaik melalui pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan. Jangan pernah menganggap pekerjaan kita sebagai rutinitas semata, karena setiap tugas yang kita laksanakan memiliki dampak bagi masyarakat,” pesan Aidil.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari kecepatan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari sikap, kepedulian, transparansi, dan kesungguhan dalam melayani. Seluruh pegawai diminta untuk menghindari praktik pungutan liar, memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, serta memastikan setiap masyarakat dan klien pemasyarakatan memperoleh hak pelayanan sesuai ketentuan.
Sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan klien pemasyarakatan, Bapas Kelas I Bengkulu dituntut untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.
Aidil juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan awal November sebagai kesempatan memperbaiki kekurangan, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, keberhasilan organisasi bukan hanya ditentukan oleh pimpinan, melainkan merupakan hasil kerja bersama seluruh pegawai yang menjalankan perannya dengan penuh dedikasi.
“Jadilah pegawai yang mampu memberikan manfaat melalui pekerjaan. Bangun semangat saling mendukung, jaga integritas, dan jangan pernah berhenti meningkatkan kualitas diri. Pengabdian terbaik tidak selalu ditunjukkan melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari kedisiplinan, ketulusan dalam melayani, dan tanggung jawab terhadap setiap amanah,” tambahnya.
Melalui apel pagi perdana bulan November ini, Bapas Kelas I Bengkulu meneguhkan kembali komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik. Semangat kepahlawanan diharapkan tidak berhenti sebagai pesan seremonial, melainkan menjadi budaya kerja yang tercermin dalam setiap tindakan dan keputusan.
Dengan semangat integritas, profesionalisme, dan pengabdian, Bapas Kelas I Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Melayani, dan Akuntabel), demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(IH)





















