Yogyakarta (Man 1 Yogya) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MAN 1 Yogyakarta di kancah internasional. Lima murid, yakni Nahla Razita Cahyaningtyas, Aqila Citra Azfanesha, Kenkeysa Adiba Widigdo, Bill Haqqi Nazal Achmad, dan Syauqi Abdulkarim, berhasil meraih Silver Medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Kompetisi tingkat internasional tersebut diselenggarakan secara daring pada Rabu (7/10/2026).
Lomba ISIF ini diselanggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan FMIPA Universitas Indonesia. ISIF adalah ajang pameran dan kompetisi riset serta inovasi ilmiah tingkat internasional bagi pelajar dan peneliti muda yang kreatif juga inovatif. Lomba ini menawarkan hadiah-hadiah menarik yang setimpal seperti medal, uang tunai, dan golden ticket program Kelas Khusus Internasional (KKI) FMIPA UI
Tidak ada alasan untuk melewatkan kesempatan ini bagi murid-murid kreatif Man 1 Yogyakarta, maka dari itu Nahla Razita Cahyaningtyas, atau Nahla sebagai ketua tim dan teman-teman mengikuti lomba ISIF karena percaya lomba ini menjadi langkah awal untuk belajar terkait riset dan inovasi lebih luas, terlebih dalam lingkup internasional. Selain alasan tersebut, lomba secara tim atau kelompok ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan problem solving dan kerjasama tim yang baik bagi mereka.
Proses yang dilewati tentunya tak mudah dan memiliki banyak pengorbanan tersendiri. Mereka mempersiapkan dengan matang untuk lomba ini sekitar 4 bulan. Mulai dari mencari ide, pembuatan desain dan produk, serta penyusunan paper. Mereka mengaku sempat ada kendala dalam proses pengambilan data di lapangan, namun mereka berhasil mencari solusi yang baik dan tepat sehingga di pengambilan data selanjutnya dapat berjalan lancar dan lebih efektif.
4 bulan bukan waktu yang singkat, seiring berjalannya waktu terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari proses yang mereka lalui serta memberikan kesan tersendiri untuk mereka. Nahla menyatakan kesannya, bahwa ia sangat bangga dan senang karena hasil kerja keras dalam 4 bulan itu tidak sia-sia dan memuaskan baginya.
“Pesan yang ingin saya sampaikan adalah setiap tujuan yang tinggi pasti memiliki proses yang panjang, jalani saja setiap proses tersebut. Walaupun hasilnya tidak sesuai ekspetasi, setidaknya kita sudah mau melangkah dan berani mengambil keputusan untuk mencoba,” ujar Nahla.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kerja keras Nahla dan tim yang berhasil meraih Silver Medal dalam kompetisi tingkat internasional.
“Prestasi ini tentu membanggakan, terlebih diraih melalui proses persiapan selama empat bulan. Saya berharap pengalaman ini tidak berhenti pada perolehan medali, tetapi menjadi bekal bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan riset dan inovasi. Saya juga ingin murid-murid MAN 1 Yogyakarta tidak takut mencoba hal baru. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kendala, karena justru dari proses itulah kita belajar dan berkembang. Teruslah berkarya dan manfaatkan kesempatan yang ada untuk meraih prestasi lebih tinggi,” tuturnya.
Pesan tersebut adalah dasar penting dalam memulai sesuatu, yang tentunya membuat Nahla bersama teman-teman sampai di titik kejuaraan dan meraih Silver Medal yang membanggakan. Dari mencoba kita memiliki ribuan peluang lainnya, sekalipun kita gagal. Namun jika kita tidak mencoba, justru tidak ada peluang yang terbuka. Maka apreasiasilah keberanian kita jika sudah mau mencoba dan terus bangkit jika gagal, karena kegagalan bukan akhir dari semuanya. (zsa)


















