Sleman (MAN 1 Yogya) – Guru Bahasa Jawa MAN 1 Yogyakarta, Dina Wahyuningtyas, S.Pd., menjadi narasumber dalam program PAMBUKA (ProgrAm Muatan BUdaya – NgayogyaKartA) yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi D.I. Yogyakarta, Jumat (30/10/2026), pukul 15.00–16.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Studio Radio Edukasi, Gedung Bernoulli Lantai 1, BBGTK DIY, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BBGTK DIY.
Dalam kesempatan tersebut, Dina membawakan materi bertajuk “Metode Pembelajaran Praktik (Role Play) Tata Cara Upacara Panggih untuk Meningkatkan Minat Murid terhadap Muatan Lokal”. Materi ini mengangkat pemanfaatan metode bermain peran sebagai pendekatan pembelajaran Bahasa Jawa yang edukatif, kreatif, dan dekat dengan kehidupan murid.
Pada segmen pertama, Dina menjelaskan alasan pemilihan upacara Panggih sebagai materi pembelajaran. Menurutnya, upacara Panggih merupakan salah satu tradisi pernikahan adat Jawa yang relevan dengan kehidupan murid pada masa mendatang. Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan lebih antusias mengenal dan memahami budaya Jawa yang berkembang di lingkungan mereka.
Pada segmen kedua, Dina memaparkan tahapan pembelajaran praktik melalui metode role play. Simulasi upacara pernikahan adat Jawa dibagi menjadi tiga tahap, yaitu srah-srahan lamaran, ijab, dan Panggih. Tahap srah-srahan merupakan prosesi penyerahan barang dari pihak calon pengantin laki-laki kepada pihak perempuan, yang juga dikenal sebagai pasrah tampi pinanganten.

Sementara itu, prosesi Panggih merupakan pertemuan kedua mempelai di hadapan para tamu dengan rangkaian adat Jawa, meliputi tukar kembang mayang, balang gantal, midak tigan lan wijikan, tantingan, sinduran, pangkon, wisudan, kacar-kucur, dhahar walimah, dan sungkeman.
Melalui simulasi tersebut, murid tidak hanya mempelajari urutan prosesi, tetapi juga mengenal makna dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran praktik diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memperkuat pemahaman murid terhadap tradisi Jawa.
Pada segmen ketiga, Dina menyampaikan kendala dan harapan dalam penerapan metode pembelajaran tersebut. Ia berharap murid semakin memahami budaya Jawa yang berkembang di lingkungan sekitar serta tumbuh rasa cinta dan kepedulian untuk melestarikannya.
“Saya yakin di luar sana banyak sekali guru Bahasa Jawa yang memiliki inovasi-inovasi luar biasa untuk proses pembelajaran yang lebih edukatif dan kreatif, dan pastinya untuk kelestarian budaya Jawa,” ungkap Dina.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keterlibatan Dina sebagai narasumber dalam program PAMBUKA BBGTK DIY.
“Kami mengapresiasi Ibu Dina yang telah berbagi inovasi pembelajaran Bahasa Jawa melalui program PAMBUKA BBGTK DIY. Metode role play dalam pembelajaran upacara Panggih merupakan langkah kreatif untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan bermakna bagi murid. Kami berharap inovasi ini dapat menginspirasi guru-guru lainnya untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang edukatif sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Jawa,” ungkap Edi. (mzs)



















