Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Profil

Ahmad Madani: Santri Harus Menguasai AI tanpa Kehilangan Adab

Warta Vokasi by Warta Vokasi
17 August 2026
in Profil
A A
0
santri vs algoritma adab era ai
854
SHARES
1.2k
VIEWS

Pendidikan pesantren dinilai semakin relevan di tengah perkembangan Artificial Intelligence karena membekali santri dengan disiplin, integritas, kemampuan beradaptasi, dan adab kualitas manusia yang tidak dapat digantikan oleh kecanggihan algoritma.

KEBUMEN, 13 Agustus 2026 — Santri tidak seharusnya menjadi penonton dalam perkembangan Artificial Intelligence (AI). Mereka perlu mempelajari dan menggunakan teknologi untuk berkarya, berdakwah, membangun usaha, serta menyelesaikan persoalan masyarakat tanpa meninggalkan adab dan tanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan praktisi pemasaran dan pendidikan vokasi Ahmad Madani di hadapan santri akhir Kelas 6 Mu’adalah Pondok Tahfidz Al Ihsan Wat Taqwa, Kebumen.

Dalam materi bertajuk “Santri vs. Algoritma”, Ahmad Madani menegaskan bahwa tantangan utama di era AI bukan sekadar persaingan antara manusia dan mesin. Tantangan sebenarnya adalah memastikan teknologi yang semakin pintar tetap digunakan oleh manusia yang mempunyai karakter kuat dan tujuan yang benar.

Apakah AI Akan Menggantikan Peran Santri dan Manusia?

Artificial Intelligence kini mampu menulis, membuat desain, menghasilkan video, menerjemahkan bahasa, menganalisis data, dan membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan.

Kemampuan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia. Para santri yang akan memasuki pendidikan tinggi, dunia kerja, atau dunia usaha juga akan berhadapan dengan profesi dan kebutuhan kompetensi yang terus berubah.

Namun, menurut Ahmad Madani, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya:

“Apakah AI akan menggantikan manusia?”

Pertanyaan yang perlu diajukan adalah:

Baca Juga

WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.38.55

PLN UP2B Sistem Makassar Raih Penghargaan Silver Indonesia SDG Awards melalui Program PELITA GARAM JENEPONTO

1 October 2026
Amrizal Kafka Maulana Syafi'i, atlet bela diri muda berbakat asal Tuban, berpose mengenakan perlengkapan tandingnya saat bersiap menghadapi tantangan di arena pertandingan

Amrizal Kafka Maulana Syafi’i: Pelajar MAN 2 Tuban yang Bersinar di Ring Bela Diri hingga Meraih Penghargaan Pelatih

1 October 2026
1790755633608

“Sejarah Bukan Senjata, Melainkan Cermin”: Sami’an Ajak Generasi Muda Pelajari, Analisis, dan Kritisi Sejarah G30S/PKI 1965 Secara Utuh dan Kritis

30 September 2026
IMG 7700 1 11zon 1

Monitoring dan Evaluasi Kinerja Tahun Anggaran 2026

30 September 2026

“Manusia seperti apa yang tetap dibutuhkan ketika AI semakin pintar?”

AI dapat menggantikan atau mempercepat sejumlah tugas teknis. Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia untuk menentukan tujuan, membuat pertimbangan moral, membangun kepercayaan, memahami konteks, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

 

Dunia Tetap Membutuhkan Manusia yang Berkarakter

Santri mempunyai bekal yang kuat untuk menghadapi era AI karena pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter.

Kehidupan di pesantren melatih santri untuk disiplin, hidup mandiri, beradaptasi, bekerja sama, menghargai guru, menyelesaikan konflik, dan menjalankan tanggung jawab.

Bekal tersebut menjadi semakin penting ketika kemampuan teknis dapat dipelajari dengan lebih cepat melalui bantuan AI.

“AI dapat menghasilkan tulisan tentang kejujuran, tetapi AI tidak menjalani kejujuran. AI dapat menjelaskan pengertian adab, tetapi AI tidak mempunyai pengalaman menjalankan adab dalam kehidupan,” kata Ahmad Madani.

Menurutnya, santri tidak perlu takut menghadapi AI. Santri justru harus menguasainya dengan tetap membawa nilai-nilai pesantren.

Teknologi memberikan daya ungkit, sedangkan adab menentukan arah penggunaannya.

Berawal dari Pertanyaan tentang Arti Kesuksesan

Sesi bersama santri dimulai dengan pertanyaan sederhana.

“Siapa di sini yang ingin sukses?”

Hampir seluruh santri mengangkat tangan.

Namun, ketika Ahmad Madani melanjutkan dengan pertanyaan mengenai arti kesuksesan, jawaban para santri mulai beragam. Ada yang ingin menjadi pengusaha, mendapatkan pekerjaan yang baik, melanjutkan pendidikan, membahagiakan orang tua, dan menjadi manusia yang bermanfaat.

Jawaban-jawaban tersebut memperlihatkan bahwa para santri sedang berada di sebuah persimpangan penting. Mereka akan meninggalkan salah satu fase pendidikan di pesantren dan memasuki dunia yang semakin digital, cepat, serta dipengaruhi oleh algoritma.

Ahmad Madani memahami situasi tersebut karena dirinya juga pernah menjalani kehidupan sebagai santri. Ia merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2001.

Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren, perjalanan profesional membawanya ke berbagai bidang, mulai dari pemasaran, sales, pendidikan vokasi, digital marketing, kompetisi siswa, hingga Artificial Intelligence.

Saat ini, Ahmad Madani menjadi Co-Founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), serta sejak 2019 dipercaya sebagai Juri Lomba Kompetensi Siswa bidang Pemasaran Digital Kemendikdasmen.

Pengalaman tersebut membuatnya menolak stigma bahwa kehidupan pesantren membuat santri tertinggal dari perkembangan teknologi.

“Mondok bukan penghalang untuk menguasai teknologi. Pesantren tidak membuat seseorang tertinggal. Yang membuat seseorang tertinggal adalah ketika ia berhenti belajar,” ujarnya.

Apa yang Harus Dipersiapkan Santri Menghadapi Era AI?

Santri perlu menggabungkan karakter, kompetensi, dan teknologi. Ketiganya tidak boleh dipisahkan apabila santri ingin tetap relevan dan memberikan manfaat pada masa depan.

Ahmad Madani merumuskan kesiapan tersebut dalam formula:

Karakter × Kompetensi × Teknologi

Karakter menentukan arah dan tujuan.

Kompetensi menentukan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan.

Teknologi memperbesar daya ungkit dan dampak dari kemampuan tersebut.

Karakter tanpa kompetensi membuat niat baik sulit menghasilkan dampak nyata. Kompetensi tanpa karakter dapat digunakan untuk merugikan orang lain. Sementara teknologi akan memperbesar karakter dan kemampuan orang yang menggunakannya.

Oleh karena itu, santri perlu mengembangkan beberapa bekal utama.

Kemampuan untuk Terus Belajar

Santri tidak cukup hanya menguasai satu aplikasi AI. Tool yang digunakan hari ini dapat berubah atau kehilangan relevansi dalam beberapa tahun mendatang.

Bekal yang lebih penting adalah learning agility, yaitu kemampuan mempelajari pengetahuan dan teknologi baru sesuai kebutuhan.

Santri perlu mengubah pernyataan dari:

“Saya bisa menggunakan aplikasi ini.”

menjadi:

“Saya mampu mempelajari teknologi apa pun yang dibutuhkan.”

Literasi Artificial Intelligence

Tidak semua santri harus menjadi programmer atau ahli AI. Namun, santri perlu memahami cara menggunakan, mengevaluasi, dan mengarahkan AI secara bertanggung jawab sesuai bidangnya.

AI dapat dimanfaatkan untuk:

  • membantu proses belajar dan riset;
  • mempelajari bahasa asing;
  • berlatih coding;
  • mengembangkan ide bisnis;
  • membuat desain dan materi presentasi;
  • menyusun konten dakwah;
  • menganalisis informasi;
  • serta mempercepat pekerjaan.

Kemampuan Berkomunikasi dan Berkolaborasi

Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang pintar secara teknis. Dunia profesional juga membutuhkan orang yang mampu menjelaskan gagasan, mendengarkan, bekerja sama, menerima masukan, dan menyelesaikan masalah bersama orang lain.

Kehidupan pesantren sebenarnya telah memberikan latihan tersebut melalui interaksi dengan guru serta teman dari berbagai daerah dan latar belakang.

Adab Digital

Nilai yang dipelajari di pesantren perlu diterapkan dalam penggunaan teknologi.

Jika dahulu santri diajarkan menjaga lisan, saat ini santri juga harus menjaga jari, keyboard, kamera, akun media sosial, dan prompt.

Satu prompt dapat digunakan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Namun, prompt juga dapat menghasilkan gambar palsu, manipulasi informasi, fitnah, dan deepfake yang merugikan orang lain.

Adab digital berarti menggunakan teknologi secara jujur, bertanggung jawab, menjaga privasi, memeriksa kebenaran informasi, dan tidak menggunakan AI untuk menipu atau merugikan orang lain.

 

 

Santri Jangan Berhenti sebagai Konsumen Teknologi

Ahmad Madani juga mendorong santri untuk tidak hanya menjadi pengguna aplikasi, penonton media sosial, atau konsumen konten.

Santri perlu meningkatkan perannya menjadi:

  • creator;
  • innovator;
  • entrepreneur;
  • builder;
  • dan problem solver.

Teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan karya, menyebarkan ilmu, membangun usaha, membuka lapangan kerja, dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Masa depan bukan hanya milik orang yang paling sering menggunakan teknologi. Masa depan lebih mungkin dimiliki oleh orang yang mampu menggunakan teknologi untuk menciptakan nilai,” jelasnya.

Bukan Pesantren vs. Teknologi, tetapi Pesantren × Teknologi

Pesantren dan teknologi tidak perlu dipertentangkan. Santri juga tidak harus memilih antara kitab dan coding, ilmu agama dan keterampilan digital, atau adab dan Artificial Intelligence.

Santri masa depan membutuhkan semuanya.

Teknologi memberi kemampuan, sedangkan pesantren memberikan arah. Ketika keduanya dipadukan, akan lahir generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tujuan dan tanggung jawab di balik penggunaannya.

Ahmad Madani menegaskan bahwa identitas santri bukanlah batas bagi pilihan profesi. Santri dapat menjadi dokter, programmer, pengusaha, akademisi, insinyur, content creator, digital marketer, praktisi AI, maupun pemimpin masyarakat.

Apa pun profesinya, nilai-nilai pesantren dapat menjadi kompas moral yang menjaga agar ilmu dan teknologi tetap digunakan untuk kebaikan.

“Menjadi santri bukan berarti hidup jauh dari kemajuan. Menjadi santri berarti mempersiapkan diri untuk memimpin kemajuan dengan ilmu, kompetensi, karakter, dan tanggung jawab,” kata Ahmad Madani.

Artificial Intelligence akan terus berkembang. Algoritma akan semakin cepat dan cerdas. Namun, teknologi tetap memerlukan manusia yang mampu menentukan apa yang benar, apa yang bermanfaat, dan apa yang seharusnya dilakukan.

Masa depan bukan tentang santri melawan algoritma. Masa depan adalah tentang santri yang mampu menguasai algoritma tanpa kehilangan adab.

Tentang Ahmad Madani

Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan pendidikan vokasi, trainer, konsultan, dosen Ilmu Komunikasi, serta content creator. Ia merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2001, Co-Founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), dan sejak 2019 dipercaya sebagai Juri Lomba Kompetensi Siswa bidang Pemasaran Digital Kemendikdasmen.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui ahmadmadani.id.

    Tags: Ahmad MadaniAISantritanpa Kehilangan Adab
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Ahmad Madani Ajak Siswa SMKN 1 Kebumen Memandang Sales sebagai Profesi Strategis di Era AI

    Next Post

    Mahasiswa KKN UNDIP Dokumentasikan Potensi Budaya dan UMKM Desa Kadilangu

    Warta Vokasi

    Warta Vokasi

    Lensa informasi dunia SMK, kompetensi pemasaran, dan tren digital. Mengabarkan aksi nyata dari lapangan untuk kemajuan pendidikan vokasi Indonesia.

    Related Posts

    WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.38.55

    PLN UP2B Sistem Makassar Raih Penghargaan Silver Indonesia SDG Awards melalui Program PELITA GARAM JENEPONTO

    1 October 2026
    Amrizal Kafka Maulana Syafi'i, atlet bela diri muda berbakat asal Tuban, berpose mengenakan perlengkapan tandingnya saat bersiap menghadapi tantangan di arena pertandingan

    Amrizal Kafka Maulana Syafi’i: Pelajar MAN 2 Tuban yang Bersinar di Ring Bela Diri hingga Meraih Penghargaan Pelatih

    1 October 2026
    1790755633608

    “Sejarah Bukan Senjata, Melainkan Cermin”: Sami’an Ajak Generasi Muda Pelajari, Analisis, dan Kritisi Sejarah G30S/PKI 1965 Secara Utuh dan Kritis

    30 September 2026
    IMG 7700 1 11zon 1

    Monitoring dan Evaluasi Kinerja Tahun Anggaran 2026

    30 September 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 08 17 at 19.07.20

    Mahasiswa KKN UNDIP Dokumentasikan Potensi Budaya dan UMKM Desa Kadilangu

    Pembelajaran pemasaran sesuai kebutuhan industri melalui praktik, AI, data, dan pengalaman autentik siswa SMK — Ahmad Madani

    Pembelajaran Pemasaran Harus Melampaui Hafalan Teori

    IMG 20260817 WA0033

    Dari Gampang Sekolah hingga 15 Ribu Lowongan Kerja, Ini Pesan Kemerdekaan dari Sachrudin

    DSC05827

    Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI, MAN 1 Yogyakarta Beri Penghargaan kepada 26 Murid Berprestasi

    Selling adalah life skill melalui pembelajaran sales dan customer value untuk siswa SMK — Ahmad Madani

    Belajar dari Sebuah Pulpen, Siswa SMKN 1 Ambal Memahami Arti Customer Value

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

    Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

    1 October 2026
    IMG 20261001 WA0033

    KPM tematik kebencanaan kelompok 11 Kenalkan jalur masuk perguruan tinggi UIN Sultanah Nahrasiyah kepada Generasi Muda di SMA Negeri 8 Takengon

    1 October 2026
    WhatsApp Image 2026 09 25 at 22.56.02

    Mahasiswa UIN Walisongo Hadirkan Ruang Cerita bagi Lansia melalui Konseling Individu di Panti Werdha Harapan Ibu

    1 October 2026
    1790837073371

    Refleksi Hari Kesaktian Pancasila 2026: Menelisik Jejak Pergolakan Sejarah, Pancasila Tetap Menjadi Jati Diri dan Penuntun Bangsa

    1 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 01 at 13.14.55

    Tingkatkan Kompetensi Humas, Lapas Ternate Ikuti Sosialisasi Bersama ANTARA News dan CNN Indonesia TV

    1 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 01 at 08.40.17

    Kontrol Langsung Blok Hunian, Lapas Mojokerto Perkuat Pengawasan dan Keamanan Blok Hunian

    1 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita