Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan di Aula MAN 1 Yogyakarta pada Rabu (9/9/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari pendataan anggota, tertib administrasi, hingga penguatan program yang mendukung pengembangan madrasah dan peserta didik.
Kegiatan diawali dengan pembahasan mengenai pendataan anggota MGBK MA DIY. Pendataan dinilai penting untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai jumlah madrasah aliyah dan guru bimbingan konseling di setiap satuan kerja. Data tersebut nantinya diharapkan dapat mempermudah koordinasi serta pembaruan informasi anggota.
“Penataan kembali data guru bimbingan konseling perlu segera dilaksanakan, termasuk data guru yang berada di madrasah-madrasah wilayah DIY. Langkah tersebut diambil untuk mendukung pembaruan data secara berkala dan mempermudah pengelolaan informasi anggota MGBK.”, ungkap Failasufah, ketua MGBK MA DIY.
Di tempat terpisah, Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengatakan teknologi seharusnya digunakan untuk membuat pekerjaan guru lebih efektif, bukan sekadar mengikuti perkembangan digital.
“Teknologi seperti Canva AI maupun asesmen digital bisa kita manfaatkan untuk mempermudah pekerjaan. Tetapi yang paling penting tetap bagaimana hasilnya digunakan untuk mendampingi murid,” katanya.

Agenda berikutnya berkaitan dengan program penunjang implementasi program bimbingan konseling di madrasah, termasuk pemanfaatan Canva AI dan layanan asesmen bagi guru dan murid.
Materi pemanfaatan Canva AI dalam penunjang implementasi program bimbingan konseling disampaikan oleh Dr. Failasufah, M.Pd, ketua MGBK sekaligus fasilitator nasional. Materi kedua, terkait dengan layanan asesmen untuk murid disampaikan oleh Rasyiidu Center, sebuah lembaga yang menyediakan asemsen psikologi bagi murid. Asesmen psikologi dapat mengungkap beberapa aspek, antara lain kemampuan intelektual (IQ), minat dan bakat, gaya belajar, kecerdasan emosional, kepribadian, serta aspek lain yang berkaitan dengan pengembangan murid.
Hasil asesmen diharapkan dapat membantu madrasah dalam menentukan strategi pendampingan dan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik murid. Guru juga dapat memanfaatkan hasil tersebut sebagai salah satu bahan pendukung dalam memberikan pendampingan kepada murid.
Pertemuan MGBK MA DIY ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarmadrasah sekaligus meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling bagi murid. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, MGBK diharapkan semakin mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah aliyah di wilayah DIY. (ksa)
























