Yogyakarta, (MAN 1 Yogya) – Ketertarikan Aghnya Kamila Putri murid kelas XII D MAN 1 Yogyakarta pada badminton bermula dari sebuah pertandingan yang ia saksikan di layar kaca delapan tahun yang lalu. Saat duduk di kelas 4 SD, ia menyaksikan Anthony Sinisuka Ginting berlaga dalam Asian Games 2018 dan tampil memukai. Dari sanalah muncul keinginan untuk mengenal badminton lebih jauh dan bergabung dengan klub.
Kini, perjalanan panjang tersebut membawanya ke podium. Murid MAN 1 Yogyakarta itu berhasil meraih Juara 2 cabang olahraga badminton dalam Pekan Kompetisi Madrasah tingkat Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Kompetisi yang dilaksanakan, Kamis (10/9/2026) berlangsung di MTs Muhammadiyah Karangkajen dan diikuti oleh peserta dari seluruh Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Yogyakarta.
Bagi Aghnya, pencapaian ini tidak datang secara instan. Setelah mulai berlatih di klub, ia perlahan membangun pengalaman dengan mengikuti berbagai turnamen. Beragam pertandingan yang dijalani menjadi ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar menghadapi kemenangan, kekalahan, rasa lelah, dan tekanan dalam kompetisi.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian yang diraih Aghnya. Menurutnya, prestasi murid di bidang nonakademik merupakan bagian penting dari pengembangan potensi dan karakter murid di madrasah. Edi mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih Aghnya. Kepala MAN 1 Yogyakarta ini juga menjelaskan bahwa prestasi Aghnya menunjukkan bahwa ketika potensi dikembangkan dengan latihan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar, murid dapat memberikan hasil yang membanggakan.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi Aghnya untuk terus berkembang dan bagi murid MAN 1 Yogyakarta lainnya untuk berani mengembangkan potensi masing-masing.” Terang Edi.

Badminton bukan satu-satunya olahraga yang Agniya gemari. Ia mengaku menyukai berbagai jenis olahraga selama ia mampu dan nyaman melakukannya. Baginya, mencoba berbagai aktivitas juga menjadi cara untuk menemukan hal-hal baru yang dapat dikembangkan. Bagi Aghnya, olahraga bukan sekadar persoalan menang atau kalah. Konsistensi untuk terus berlatih dan berkembang menjadi bagian penting dalam prosesnya.
“Harapan saya ke depannya bisa terus konsisten berkembang dan tidak mudah menyerah saat berada di fase lelah ataupun kalah,” ujar Aghnya.
Dari pengalamannya selama menekuni badminton, Aghnya memiliki pesan sederhana bagi teman-temannya yaitu untuk tidak ragu mencoba sesuatu yang baru. Sebab, seseorang tidak akan pernah tahu pengalaman dan pelajaran apa yang akan diperoleh sebelum berani memulainya.
“Jika sudah berkomitmen dengan satu hal, jalani dengan serius dan jangan mudah menyerah saat capek ataupun gagal, karena proses itulah yang akan membuat kita jauh lebih kuat ke depannya,” pesan Aghnya.
Prestasi Aghnya dalam Pekan Kompetisi Madrasah menjadi bukti bahwa sebuah pencapaian dapat berawal dari ketertarikan sederhana yang kemudian dirawat melalui latihan dan ketekunan. Dari seorang murid yang terinspirasi menyaksikan pertandingan idolanya, Aghnya kini memiliki perjalanan sendiri untuk terus berkembang melalui panggung Badminton. (luf)

























