TANGSEL — Camat Serpong, Syaifuddin atau yang akrab disapa Sae, menghadirkan inovasi Digital Sistem Informasi Capaian dan Monitoring Anggaran Kecamatan (SI-CAMAT) untuk memperkuat pengawasan program, menghasilkan kinerja, serta memastikan realisasi anggaran berjalan sesuai target.
Sae menyosialisasikan inovasi tersebut di Aula Kantor Kecamatan Serpong, Rabu (28 Oktober 2026.
Melalui satu dashboard digital, jajaran kecamatan dapat memantau perkembangan kegiatan, pencapaian kinerja, dan realisasi anggaran sekaligus mengidentifikasi pekerjaan yang mengalami hambatan.
Sae menjelaskan, SI-CAMAT dikembangkan untuk mengatasi kendala pemantauan kegiatan yang selama ini berhubungan dengan masalah data yang disebarkan, manual pelaporan, dan keterlambatan informasi.
Sistem tersebut diharapkan mempercepat pengawasan sekaligus membantu pimpinan mengambil keputusan berdasarkan data.
“SI-CAMAT ini kami kembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian kegiatan dan pemantauan realisasi anggaran. Dengan sistem ini, perkembangan kegiatan, pencapaian kinerja, dan potensi hambatan dapat diketahui lebih cepat sehingga kami dapat menentukan langkah-langkah yang diperlukan,” kata Sae.
Menurut Sae, SI-CAMAT tidak hanya menyajikan angka dan grafik, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai rencana.
Oleh karena itu, sistem ini memungkinkan jajaran kecamatan mencatat kendala, menetapkan penanggung jawab, menentukan batas waktu penyelesaian, dan memantau tindak lanjutnya.
Sae menjelaskan, SI-CAMAT juga dilengkapi mekanisme peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi keterlambatan pelaksanaan kegiatan.
Dengan mekanisme tersebut, lanjut sae, jajaran Kecamatan dapat segera mengambil tindakan sebelum hambatan mengganggu pencapaian target.
“Jadi, kami tidak hanya melihat berapa besar anggaran yang sudah direalisasikan, tetapi juga perlu mengetahui kegiatan mana yang berjalan sesuai rencana, mana yang mengalami hambatan, dan tindakan apa yang harus segera dilakukan. Dengan begitu, setiap persoalan bisa ditindaklanjuti dan pelaksanaan program tetap terarah,” jelasnya.
Untuk memastikan sistem berjalan optimal, Sae menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran Kecamatan Serpong, termasuk pihak kelurahan. Pengumpulan, validasi, dan pembaruan data secara konsisten diperlukan agar informasi yang ditampilkan mencerminkan kondisi terkini.
Ia berharap, SI-CAMAT mampu mempercepat pengambilan keputusan, memperkuat koordinasi antar unit kerja, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program maupun penggunaan anggaran.
“Harapannya, SI-CAMAT bisa mendorong perubahan pola kerja. Bukan hanya menyampaikan laporan, tetapi juga aktif mengawal kegiatan, menyebarkan pencapaian, dan memastikan setiap kendala mendapatkan tindak lanjut. Dari data yang tersedia, kami ingin setiap keputusan bisa diambil dengan lebih tepat,” ungkapnya.
Sae menegaskan, SI-CAMAT berfungsi sebagai instrumen pendukung pengendalian manajerial di Kecamatan Serpong, bukan menggantikan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) sebagai sumber data resmi pengelolaan keuangan daerah.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Chaerudin menilai, SI-CAMAT dapat membantu pimpinan mengukur pencapaian pekerjaan, menganalisis pelaksanaan kegiatan, dan memastikan target tercapai sesuai jadwal.
“Ini untuk bisa menilai, mengukur, menganalisis apa yang akan kita kerjakan, terutama waktunya. Jadi, kita bisa melihat apakah realisasi target sudah tercapai atau belum,” ujar Chaerudin.
Menurut Chaerudin, SI-CAMAT juga memudahkan kecamatan menyatukan perkembangan pekerjaan di tingkat kelurahan. Dengan informasi yang tersedia, pimpinan dapat segera meliput kegiatan yang belum mencapai target dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Ia menjelaskan, SI-CAMAT merupakan gagasan aksi perubahan yang dikembangkan Sae dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XII Tahun 2026. Chaerudin menilai inovasi tersebut berpotensi menjadi contoh penerapan tata kelola pemerintahan berbasis digital di tingkat kecamatan.
“Inovasi ini hadir sebagai solusi strategi untuk mendukung pemantauan capaian kegiatan program serta realisasi anggaran secara terintegrasi, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Chaerudin pun meminta seluruh jajaran Kecamatan Serpong mendukung penerapan SI-CAMAT dengan menggunakan aplikasi secara optimal serta menjaga konsistensi pengisian data. Menurutnya, informasi yang akurat dan terkini menjadi kunci keberhasilan pemantauan dan evaluasi.
Ia berharap penerapan sistem tersebut dapat memperkuat program pengawasan sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, efektif, dan akuntabel.
Kegiatan sosialisasi SI-CAMAT juga turut dihadiri Kepala Bagian Pemerintahan Yusuf Ismail serta perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangerang Selatan.
















