Bola berpindah dari tangan ke tangan, hula hoop melintasi tubuh satu per satu. Begitulah suasana sensory play yang berlangsung setiap hari Rabu di SLB Autisma Dian Amanah. Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Yogyakarta, turut ambil bagian dalam kegiatan rutin sekolah ini selama masa praktik. Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan setara, serta SDGs ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Sensory play dirancang untuk memberikan murid pengalaman sensorik yang terstruktur dan menyenangkan agar mereka dapat mengolah rangsangan dari lingkungan dengan lebih baik. Menariknya, aktivitas yang dilakukan selalu berbeda pada setiap pertemuan. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain estafet bola, yaitu murid menerima, membawa, dan menyerahkan bola kepada teman secara bergiliran, serta estafet hula hoop, yaitu murid melewatkan hula hoop kepada teman berikutnya dengan menggerakkan tubuh. Mahasiswa PK turut terlibat bersama murid dan guru sehingga dapat memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan instruksi sederhana dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid.

Di balik keseruan permainan, terdapat tujuan penting yang dilatih. Melalui kegiatan ini, murid berlatih mengembangkan integrasi sensorik, perencanaan motorik, serta keseimbangan dan koordinasi tubuh. Murid belajar menyesuaikan gerakan sesuai dengan giliran, memperkirakan langkah berikutnya, dan menjaga tubuh tetap stabil saat bergerak. Permainan secara berkelompok juga memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar menunggu giliran dan berinteraksi dengan teman. Bagi mahasiswa PK, keterlibatan dalam kegiatan ini menambah pengalaman dalam memahami kebutuhan murid serta menerapkan pendampingan yang sesuai. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDGs ke-4 melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan murid dan SDGs ke-3 melalui aktivitas fisik yang menyenangkan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan murid.
Sensory play diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan variasi permainan yang baru dan disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan murid. Bagi mahasiswa PK, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kemampuan mendampingi dan memberikan layanan pembelajaran kepada anak berkebutuhan khusus di masa mendatang.





















