Kendal, Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 173 menggelar Lomba Gebyar Maulid Nabi di MDTU NU 15 Riyadathut Tholabah, Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Sahabat Cilik Rasulullah: Berani Ceria, Berani Berakhlak Mulia.”
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memberikan kegiatan edukatif dan positif bagi anak-anak di Desa Sedayu. Melalui perlombaan, anak-anak diajak untuk mengenal sosok Rasulullah SAW sekaligus mengembangkan keberanian, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan mereka.
Berbagai perlombaan diselenggarakan dalam kegiatan tersebut, meliputi lomba mewarnai untuk tingkat PAUD, TK, dan SD kelas 1–3, lomba adzan untuk tingkat SD/MI khusus peserta laki-laki, serta lomba dai cilik untuk tingkat SD/MI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Setelah itu, peserta diarahkan menuju ruang atau kelas sesuai dengan cabang lomba yang diikuti. Sebelum perlombaan dimulai, panitia menyampaikan petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman pelaksanaan dan penilaian lomba.
Perlombaan kemudian berlangsung dengan antusias. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri. Setiap cabang lomba dinilai oleh dua orang juri yang profesional dan berpengalaman di bidangnya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum dan membangun keberanian.
Salah satu juri, Bu Muk, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi peserta. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana untuk memotivasi anak-anak agar semakin mengenal dan mencintai nilai-nilai Islam.
“Menurut saya bagus untuk motivasi, biar anak-anak cinta Islami. Selain itu, anak-anak juga belajar untuk mandiri dan memahami nilai-nilai Islam,” ujar Bu Muk.
Ia juga menilai kegiatan tersebut memiliki banyak manfaat bagi perkembangan peserta. Selain melatih kemandirian dan kepercayaan diri, perlombaan dapat menjadi sarana untuk menguji mental dan keberanian anak-anak ketika tampil di depan orang lain.
“Manfaatnya banyak. Selain mandiri dan percaya diri, juga menguji mental. Itu bisa menjadi semacam audisi bagi anak-anak,” tambahnya.

Hal serupa dirasakan oleh Friska, salah satu peserta lomba. Ia mengaku sempat merasa takut sebelum tampil, tetapi berusaha membangun kepercayaan dirinya selama mengikuti perlombaan.
“Aslinya ya takut, tapi aku berusaha percaya diri saja. Salah juga tidak apa-apa,” ungkap Friska.
Bagi Friska, mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman mengikuti perlombaan, tetapi juga menambah pengetahuan dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.
“Manfaatnya banyak. Saya bisa lebih mengenal karakter Nabi Muhammad SAW, meneladani Rasulullah, dan meningkatkan kecintaan saya kepada Nabi,” katanya.
Sementara itu, Nila, salah satu panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan mahasiswa KKN untuk turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di Desa Sedayu.
“Latar belakang kami mengadakan kegiatan ini karena ingin ikut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memberikan kegiatan yang positif untuk anak-anak di Desa Sedayu,” jelas Nila.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Perlombaan seperti dai cilik, adzan, dan mewarnai juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berani tampil, mengembangkan kreativitas, dan menunjukkan kemampuan mereka melalui perlombaan seperti dai, adzan, dan mewarnai,” lanjutnya.
Setelah seluruh perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. Masing-masing cabang lomba menetapkan tiga pemenang, yakni Juara 1, Juara 2, dan Juara 3. Pengumuman tersebut menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh para peserta dan orang tua yang hadir.
Nila berharap pengalaman yang diperoleh peserta melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada pencapaian juara. Ia berharap seluruh peserta dapat mengambil nilai positif dari proses yang telah mereka jalani.
“Semoga anak-anak yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya mendapatkan pengalaman dari perlombaan, tetapi juga semakin percaya diri dan berani untuk mengembangkan bakatnya. Bagi yang belum mendapatkan juara, semoga tidak berkecil hati dan tetap semangat untuk belajar dan mencoba lagi,” tuturnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan Gebyar Maulid Nabi diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Nabi Muhammad SAW serta mendorong mereka untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara panitia, peserta, juri, dan pihak MDTU NU 15 Riyadathut Tholabah. Melalui kegiatan tersebut, KKN UIN Walisongo Posko 173 berharap semangat Maulid Nabi dapat terus menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi yang berani, ceria, percaya diri, kreatif, dan berakhlak mulia.
























