Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Yuliana Migiawati, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Bimbingan dan Konseling, melaksanakan program kerja individu berupa Sosialisasi Stop Bullying di SD Negeri 01 Gemantar, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN PPM bertema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen” yang berlangsung pada 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Program ini digagas berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan SD Negeri 01 Gemantar, di mana interaksi antarsiswa berpotensi menimbulkan perilaku perundungan atau bullying apabila tidak disertai pemahaman yang cukup mengenai batasan perilaku yang baik. Sebagai calon tenaga pendidik dari jurusan Bimbingan dan Konseling, penyusun program merasa perlu memberikan edukasi sejak dini kepada peserta didik agar mampu mengenali, mencegah, dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.
“Anak-anak usia sekolah dasar terkadang belum sepenuhnya memahami bahwa tindakan yang mereka anggap sebagai candaan bisa berdampak negatif bagi temannya. Karena itu, penting untuk memberikan pemahaman sejak dini dengan bahasa dan metode yang sesuai dengan karakter mereka,” ujar Yuliana.
Sosialisasi ini menyasar seluruh peserta didik SD Negeri 01 Gemantar, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan target kehadiran dan partisipasi aktif minimal 80 persen dari total siswa. Kegiatan dikemas dalam bentuk ceramah interaktif, sesi tanya jawab, permainan peran (role play), hingga pembuatan kesepakatan kelas sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah tantangan turut dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana presentasi di sekolah, perbedaan tingkat pemahaman antara siswa kelas rendah dan kelas tinggi, hingga keterbatasan waktu pelaksanaan yang hanya berkisar 90–120 menit. Berbagai kendala tersebut disiasati dengan penyampaian materi yang disederhanakan, penggunaan media sederhana seperti poster dan papan tulis, serta metode pembelajaran yang variatif agar tetap menarik bagi seluruh peserta didik.
Melalui kegiatan ini, peserta didik SD Negeri 01 Gemantar diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengertian, bentuk, dan dampak bullying, sekaligus tumbuh sikap saling menghargai, peduli, dan berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Selain manfaat langsung bagi siswa, program ini juga meninggalkan luaran berupa media edukasi berbentuk poster serta lembar kesepakatan kelas yang dapat terus digunakan sekolah sebagai pengingat setelah masa KKN berakhir.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Program Sosialisasi Stop Bullying ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak di Desa Gemantar.
(Kontributor: Yuliana Migiawati — Mahasiswa KKN PPM FKIP Bimbingan dan Konseling, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Dusun Beku, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen)
























