YOGYAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kelompok Praktik Kependidikan (PK) UNY 2026 di SDN Wirosaban menyelenggarakan berbagai perlombaan pada tanggal 13 dan 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan motorik, konsentrasi, kemandirian, kerja sama, dan kekompakan.
Berbagai perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba makan kerupuk berpasangan, estafet air, estafet sarung, gobak sodor, lomba karet tepung, serta lomba Activity of Daily Living (ADL). Jenis permainan dirancang agar dapat melibatkan seluruh peserta didik dengan mempertimbangkan keberagaman kemampuan yang dimiliki setiap anak. Dengan demikian, anak berkebutuhan khusus juga memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dan merasakan kemeriahan perayaan HUT RI bersama teman-temannya.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari perlombaan inklusif tersebut adalah lomba Activity of Daily Living (ADL). Lomba ini dirancang untuk melatih keterampilan bina diri dan kemandirian anak melalui beberapa pos tantangan. Pada pos pertama, peserta ditantang untuk memakai kaos kaki dan mengikat tali sepatu. Pada pos kedua, peserta melakukan tantangan membuka kancing dan memakai kembali baju hingga rapi dengan seluruh kancing terpasang dengan sempurna. Selanjutnya, pada pos ketiga peserta melakukan kegiatan yang melatih konsentrasi dan koordinasi tangan melalui aktivitas menyusun pecahan genteng.
Lomba ADL tidak hanya memberikan pengalaman bermain, tetapi juga memberikan stimulasi terhadap keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Anak dilatih untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri, menggunakan koordinasi mata dan tangan, berkonsentrasi dalam menyelesaikan tugas, serta mengikuti instruksi. Hal tersebut sejalan dengan SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya Target 4.5, yang menekankan pentingnya memastikan akses pendidikan yang setara bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran yang lebih inklusif dan akomodatif.
Selain lomba ADL, permainan seperti estafet air, estafet sarung, makan kerupuk berpasangan, dan gobak sodor memberikan stimulasi terhadap kemampuan motorik kasar serta keterampilan sosial anak. Dalam permainan berkelompok, peserta dituntut untuk berkomunikasi, bekerja sama, mengikuti aturan, dan menjaga kekompakan agar dapat menyelesaikan tantangan bersama. Aktivitas tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi secara positif dengan teman sebaya dalam suasana yang menyenangkan.
Kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik dan interaksi sosial tersebut juga dapat dikaitkan dengan SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), khususnya Target 3.4, yang salah satunya mendorong peningkatan kesehatan dan kesejahteraan. Melalui aktivitas bermain dan bergerak bersama, peserta didik memperoleh kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik sekaligus membangun hubungan sosial yang positif. Perayaan HUT RI pun tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan pengalaman sosial dan aktivitas fisik yang menyenangkan.
Pelaksanaan perlombaan juga mengedepankan prinsip kesetaraan. Seluruh anak diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan tanpa membedakan kondisi maupun kemampuan mereka. Penyesuaian tantangan memungkinkan setiap peserta untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti perlombaan bersama teman-temannya sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima pendampingan, tetapi juga menjadi bagian aktif dari kegiatan sekolah. Prinsip tersebut sejalan dengan SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities), terutama Target 10.2, yang menargetkan peningkatan inklusi sosial bagi semua, termasuk penyandang disabilitas. Melalui kegiatan bersama, anak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, bekerja sama, dan membangun rasa kebersamaan tanpa adanya pemisahan berdasarkan kemampuan. Kegiatan ini juga mendukung Target 10.3, yaitu memastikan kesempatan yang setara dan mengurangi ketimpangan serta diskriminasi dalam kehidupan sosial.
Nilai kesetaraan juga dapat dikaitkan dengan SDG 5 – Kesetaraan Gender (Gender Equality), khususnya Target 5.1, yang menekankan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan. Dalam pelaksanaan kegiatan, kesempatan untuk berpartisipasi diberikan kepada peserta didik tanpa membedakan gender. Anak laki-laki maupun perempuan dapat mengikuti berbagai permainan, bekerja dalam kelompok, dan mengembangkan kemampuan mereka secara bersama-sama. Selain mengembangkan kemampuan individu, kegiatan perlombaan juga menjadi media untuk menanamkan nilai sosial kepada peserta didik. Melalui permainan berpasangan dan berkelompok, anak belajar membantu teman, menghargai perbedaan kemampuan, berkomunikasi, serta memahami bahwa keberhasilan dalam suatu permainan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama dan kekompakan kelompok.
Dengan demikian, perayaan HUT RI di SDN Wirosaban tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada anak. Melalui permainan yang menyenangkan, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan motorik, kemandirian, konsentrasi, keterampilan sosial, serta sikap saling menghargai.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok PK UNY 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penerapan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah. Setiap anak diberikan ruang untuk berpartisipasi, mencoba, belajar, dan merasakan kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan. Semangat tersebut selaras dengan prinsip “Leave No One Behind”, yang menjadi salah satu semangat utama dalam pencapaian SDGs, bahwa pembangunan dan kesempatan untuk berkembang harus dapat dirasakan oleh semua orang, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kesetaraan dapat terus diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah. Perayaan HUT RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan sejarah bangsa, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap anak untuk mendapatkan ruang yang sama dalam belajar, bermain, berkembang, dan berpartisipasi di lingkungan sekolah.























