Bengkulu, 29 September 2026 – Penguatan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola organisasi yang akuntabel dan mampu mengantisipasi berbagai potensi hambatan dalam pencapaian target kinerja. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Percepatan Pengisian Aplikasi SIM-RISK Dokumen Manajemen Risiko di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu yang diikuti perwakilan Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Selasa (29/9).
Percepat Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu tersebut diikuti oleh Katim Perencanaan Kanwil Ditjenpas Bengkulu, perwakilan operator SIM-RISK dari setiap UPT, serta JFU Lapas Kelas IIB Arga Makmur.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Katim Perencanaan Kanwil Ditjenpas Bengkulu, kemudian dilanjutkan dengan materi dan praktik bimbingan teknis penggunaan aplikasi SIM-RISK secara langsung.
Percepatan pengisian dilakukan untuk memastikan setiap unit kerja dapat menyusun dokumen manajemen risiko secara tertib, terukur, dan sesuai dengan tata waktu yang telah ditetapkan.
Identifikasi Risiko untuk Mendukung Pencapaian Kinerja
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan manajemen risiko diawali dengan inventarisasi dokumen sasaran strategis, penunjukan penanggung jawab atau Risk Owner, serta koordinasi teknis untuk menyamakan persepsi dalam proses pengelolaan risiko.
Tahapan selanjutnya difokuskan pada identifikasi berbagai potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian target kinerja organisasi. Setiap unit kerja kemudian melakukan penginputan data awal, penetapan konteks, serta pemetaan profil risiko melalui aplikasi SIM-RISK.
Proses tersebut dilakukan secara terintegrasi agar setiap risiko yang teridentifikasi dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi bahan dalam menentukan langkah pengendalian yang diperlukan.
Susun Langkah Mitigasi Risiko
Selain melakukan identifikasi dan pemetaan risiko, kegiatan juga membahas penyusunan rencana tindak pengendalian atau mitigasi.
Rencana mitigasi disusun untuk mengendalikan tingkat kemungkinan dan dampak dari setiap risiko yang telah diidentifikasi. Dengan adanya langkah pengendalian yang terencana, potensi hambatan terhadap pencapaian target kinerja dapat diantisipasi sejak dini.
Melalui praktik langsung pada aplikasi, operator juga mendapatkan pemahaman mengenai tahapan penginputan hingga proses penyelesaian dokumen manajemen risiko.
Perkuat Akuntabilitas dan Pengendalian Internal
Tahapan pengelolaan risiko selanjutnya dilakukan melalui pemantauan berjenjang dan verifikasi data oleh atasan atau tim pengelola. Setelah seluruh data dan dokumen dinyatakan sesuai, proses dilanjutkan dengan finalisasi dokumen manajemen risiko pada aplikasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta mendukung penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang lebih tertib dan akuntabel.
Pengelolaan risiko yang dilakukan secara sistematis juga memberikan informasi kepada pimpinan mengenai potensi risiko yang perlu mendapatkan perhatian serta langkah pengendalian yang telah disiapkan.
Dari Identifikasi Risiko Menuju Tindak Lanjut
Bagi Lapas Kelas IIB Arga Makmur, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan operator dalam pengelolaan manajemen risiko melalui aplikasi SIM-RISK.
Hasil kegiatan selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pemantauan terhadap rencana mitigasi risiko yang telah diinput serta memastikan data dan dokumen pendukung tetap diperbarui sesuai kebutuhan.
Rekapitulasi hasil pengisian dan profil risiko juga menjadi bagian penting untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Komitmen Wujudkan Tata Kelola yang Akuntabel
Lapas Kelas IIB Arga Makmur berkomitmen mendukung penguatan manajemen risiko sebagai bagian dari peningkatan kualitas tata kelola organisasi.
Melalui pengelolaan risiko yang terstruktur, setiap potensi hambatan diharapkan dapat diidentifikasi lebih awal, dianalisis, serta diikuti dengan langkah pengendalian yang tepat.
Kegiatan Percepatan Pengisian Aplikasi SIM-RISK berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Lapas Kelas IIB Arga Makmur akan terus mendukung penerapan manajemen risiko dan penguatan pengendalian internal sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelaksanaan tugas yang efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.





















