Arga Makmur, 17 September 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus mengembangkan kegiatan pertanian produktif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Upaya tersebut diperkuat melalui penerimaan bantuan bibit cabe dan bibit terong dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (17/9).
Bantuan bibit tersebut diterima oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja bersama Staf Kegiatan Kerja Lapas Arga Makmur di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara. Dukungan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mengembangkan lahan pertanian yang telah dipersiapkan dan dikelola Lapas sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus sarana pembinaan keterampilan bagi WBP.
Pertanian Produktif sebagai Bagian dari Pembinaan
Pengembangan pertanian di Lapas Arga Makmur tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi WBP agar memiliki keterampilan praktis yang dapat dikembangkan selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan budidaya tanaman hortikultura, WBP dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lahan, pengolahan media tanam, penanaman, pemeliharaan, hingga perawatan tanaman.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada WBP dalam mengelola kegiatan pertanian secara terstruktur sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan produktivitas.
Menguatkan Implementasi Program Aksi Kementerian Tahun 2026
Pengembangan lahan pertanian produktif juga menjadi bagian dari upaya Lapas Arga Makmur dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Tahun 2026, khususnya melalui penguatan ketahanan pangan dan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi WBP.
Sinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut. Bantuan bibit yang diterima tidak berhenti pada proses serah terima, tetapi akan ditindaklanjuti melalui penanaman dan pemeliharaan secara terencana di lahan pertanian Lapas.
Dengan pola tersebut, dukungan dari berbagai pihak dapat dioptimalkan untuk memperkuat program yang telah berjalan di Lapas, sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia.
Dari Bantuan Bibit Menjadi Lahan yang Produktif
Lapas Arga Makmur telah mempersiapkan lahan pertanian melalui kegiatan pengolahan tanah, pembuatan bedengan, serta pemanfaatan pupuk organik hasil produksi mandiri.
Bibit cabe dan terong yang diterima selanjutnya akan ditanam pada lahan tersebut. Pengelolaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan proses pemeliharaan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian Lapas sekaligus memperluas jenis komoditas hortikultura yang dikembangkan.
Lebih dari sekadar menghasilkan tanaman, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi WBP untuk mengenal proses budidaya secara langsung. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal produktif bagi WBP dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Sinergi untuk Memperluas Manfaat Pemasyarakatan
Kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara menjadi bagian dari upaya Lapas Arga Makmur membangun kolaborasi dalam pengembangan program pembinaan.
Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program Pemasyarakatan dapat diperkuat melalui pemanfaatan sumber daya dan dukungan yang tersedia di lingkungan sekitar, dengan tetap menempatkan Lapas sebagai penggerak utama pelaksanaan kegiatan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pengembangan pertanian diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi keberlangsungan program ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat kualitas pembinaan kemandirian WBP.
Komitmen Mewujudkan Pembinaan yang Produktif dan Berkelanjutan
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program pertanian menjadi bagian penting dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang memiliki manfaat nyata bagi WBP.
“Kami akan mengoptimalkan bantuan bibit ini untuk mendukung pengembangan lahan pertanian di Lapas. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi sarana bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman di bidang pertanian yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yulian.
Lapas Arga Makmur selanjutnya akan melakukan penanaman dan pemeliharaan bibit secara optimal serta terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Arga Makmur untuk memastikan program ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kegiatan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi WBP.
Sebab, Pemasyarakatan yang bermanfaat dibangun melalui pembinaan yang memberikan keterampilan, membuka ruang produktivitas, dan mempersiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.





















