Pemanfaatan teknologi digital oleh mahasiswa berperan penting dalam mendukung kegiatan belajar. Melalui perangkat seperti laptop dan telepon pintar, mahasiswa dapat memahami materi perkuliahan, mencari referensi, dan mengerjakan tugas dengan lebih mudah serta fleksibel. Berbagai platform digital, seperti Google Scholar, kecerdasan buatan (AI), dan e-book, menjadi sarana pendukung bagi mahasiswa dalam memperoleh informasi untuk kebutuhan akademik.
Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi. Mahasiswa memanfaatkan berbagai platform digital, seperti mesin pencari, jurnal elektronik, buku digital atau e-book, dan aplikasi pembelajaran untuk memperoleh informasi baik dalam materi kuliah maupun saat mengerjakan tugas.
“Biasanya aku pakai ChatGPT untuk memahami materi kuliah, menyusun atau mengevaluasi tulisan, di sini juga aku banyak tanya-tanya rekomendasi mengenai jurnal dan lain sebagainya. Yang kedua, ada Google Scholar biasanya sering aku pakai untuk mencari artikel, referensi tugas kuliah, seperti jurnal juga. Terus ada Garuda juga untuk mencari publikasi ilmiah yang berbahan referensi akademik,“ ucap Aulia.
Pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi digital dapat diperoleh dari teman, dosen, maupun pengalaman menggunakan teknologi secara mandiri. Lingkungan perkuliahan turut mendukung mahasiswa dalam mengenal berbagai platform digital yang mendukung kebutuhan akademik. Seiring berjalannya waktu, mahasiswa dapat memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan belajar masing-masing.
Pemanfaatan teknologi digital biasanya meningkat ketika mahasiswa mendapatkan tugas dari dosen, membuat presentasi atau PowerPoint, atau sekadar ingin tahu saja tentang sesuatu. Teknologi tersebut juga digunakan ketika mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami materi perkuliahan dan membutuhkan penjelasan tambahan. Teknologi yang sering digunakan mahasiswa dalam mengerjakan tugas, contohnya Microsoft Word.
“Aku pakai teknologi digital seperti saat aku mengerjakan tugas atau cari-cari materi kuliah,“ ucap Aulia.
Penggunaan teknologi digital dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti di rumah, di lingkungan kampus, maupaun tempat lain yang memiliki akses internet dengan laptop maupun telpon pintar. Fleksibilitas tersebut memungkinkan mahasiswa menyesuaikan kegiatan belajar dengan waktu dan kondisi masing-masing. Selain itu, platform komunikasi digital dapat membantu mahasiswa berdiskusi dengan teman, rapat organisasi, atau melakukan perkuliahan secara online.
“Google Meet itu juga biasanya kalau gak di kos ya di kampus, sekiranya itu tempatnya memungkinkan untuk, kalau google Meet kan biasanya untuk rapat-rapat gitu. Jadi butuh tempat yang kaya sepi, biasanya di kampus, kalau gak ya di kos,“ ucap Fani.
Pada masa dahulu, mahasiswa lebih banyak menggunakan buku cetak, perpustakaan, dan diskusi langsung untuk mendukung kegiatan belajar. Kini, perkembangan teknologi digital memungkinkan mahasiswa mengakses informasi melalui internet, jurnal elektronik, buku digital, dan kecerdasan buatan (AI). Perubahan ini membuat pembelajaran lebih mudah dan fleksibel.
“Dripada mengakses buku yang kita harus datang ke Perpusda, apalagi perpustakaan gitu kan yang di mana perpustakaan tuh gak mesti lengkap. Misal buku yang aku cari prodi perpustakaan kan jarang ditemukan, jadi lebih sering aksesnya e-book,“ ucap Fani.
Penggunaan teknologi digital juga memiliki tantangan, terutama dalam memastikan keakuratan informasi yang diperoleh dari internet. Banyaknya informasi yang tersedia membuat mahasiswa harus lebih selektif dalam memilih sumber yang relevan dan dapat dipercaya. Mahasiswa perlu memeriksa dengan membandingkan informasi dari beberapa sumber, seperti jurnal ilmiah dan situs resmi.
“Kalau minta ke ChatGPT itu promptnya kan minta link buat diakses,kalau misal linknya itu bisa diakses dan setelah ditelusuri lebih lanjut, oh memang ini bentuknya jurnal dan legal, aku mesti pakai itu. Menurutku bisa buat referensi,“ ucap Fani.
Pemanfaatan teknologi digital oleh mahasiswa untuk mendukung kegiatan belajar. Manfaat teknologi digital bagi mahasiswa yaitu membantu memahami materi kuliah, memudahkan mencari referensi akademik, menghemat waktu dan tenaga. Mahasiswa menggunakan berbagai platform, seperti ChatGPT, Google Scholar, Garuda, buku digital, jurnal digital, Google Meet, Microsoft Word, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa itu sendiri.
Teknologi digital memudahkan kita dalam mengakses sesuatu yang tidak bisa kita akses secara langsung dan dapat digunakan di mana saja asalkan ada internet. Namun, mahasiswa perlu memeriksa kembali informasi yang didapatkan pada platform yang digunakan agar tidak asal-asalan dalam mengambil referensi.





















