Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Ketika Harga Pangan Naik, Seberapa Kuat Daya Beli Masyarakat Indonesia?

Rizty nuraini by Rizty nuraini
20 October 2026
in Opini
A A
0
WhatsApp Image 2026 10 20 at 20.00.18
854
SHARES
1.2k
VIEWS

Kenaikan harga pangan kembali menjadi perhatian dalam perekonomian Indonesia. Bagi masyarakat, perubahan harga bukan hanya persoalan angka statistik, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika harga beras, cabai, daging ayam, dan minyak goreng meningkat, masyarakat harus menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Persoalan ini penting karena pangan merupakan kebutuhan utama yang sulit dihindari. Berbeda dengan barang sekunder yang konsumsinya dapat dikurangi, kebutuhan pangan tetap harus dipenuhi setiap hari. Akibatnya, kenaikan harga bahan makanan dapat memberikan tekanan lebih besar kepada rumah tangga berpendapatan rendah, terutama ketika pendapatan tidak mengalami peningkatan yang sebanding.

Inflasi Meningkat, Harga Pangan Menjadi Perhatian

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 3,19 persen. Secara bulanan, inflasi September tercatat sebesar 0,30 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan harga pada periode tersebut.

Bank Indonesia juga mencatat bahwa kelompok pangan bergejolak atau volatile food mengalami inflasi sebesar 5,03 persen secara tahunan pada September 2026, meningkat dibandingkan 4,06 persen pada bulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga pangan masih menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Tekanan harga tersebut berlanjut pada Oktober. Dalam laporan pemantauan harga pangan minggu kedua Oktober 2026, Dewan Ekonomi Nasional mencatat kenaikan harga cabai merah sebesar 35,1 persen dan cabai rawit sebesar 15,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, harga cabai rawit meningkat 99,5 persen dan cabai merah 39,7 persen. Harga daging ayam ras juga tercatat meningkat 8,7 persen secara tahunan.

Kenaikan harga berbagai komoditas tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain gangguan produksi akibat kondisi cuaca, terbatasnya pasokan, serta tingginya biaya distribusi. Dampaknya dapat berbeda antarwilayah, bergantung pada ketersediaan pasokan dan panjangnya rantai distribusi.

Daya Beli Masyarakat di Tengah Kenaikan Harga

Daya beli masyarakat menggambarkan kemampuan seseorang atau rumah tangga untuk membeli barang dan jasa menggunakan pendapatan yang dimiliki. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat sementara pendapatan tetap, jumlah barang yang dapat dibeli dengan uang yang sama akan berkurang. Inilah salah satu dampak inflasi yang paling mudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, rumah tangga yang sebelumnya mampu membeli berbagai kebutuhan makanan dengan anggaran tertentu mungkin harus mengurangi jumlah belanja ketika harga sejumlah bahan pangan meningkat. Masyarakat dapat mengganti bahan makanan dengan alternatif yang lebih murah, mengurangi pembelian barang nonpokok, atau menunda kebutuhan lain untuk mempertahankan anggaran belanja pangan.

Dampak tersebut tidak dirasakan secara merata. Rumah tangga berpendapatan rendah cenderung lebih rentan karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sementara itu, rumah tangga dengan pendapatan lebih tinggi umumnya memiliki ruang penyesuaian anggaran yang lebih besar.

Namun, kenaikan harga pangan tidak secara otomatis berarti seluruh masyarakat mengalami penurunan daya beli. Kondisi setiap rumah tangga bergantung pada perubahan pendapatan, jenis pekerjaan, lokasi tempat tinggal, serta pola konsumsinya. Oleh karena itu, menilai kondisi ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan melihat pertumbuhan ekonomi atau tingkat inflasi nasional, tetapi juga perlu memperhatikan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mengapa Harga Pangan Sulit Dikendalikan?

Kenaikan harga pangan tidak selalu disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat. Dari sisi produksi, perubahan cuaca dan gangguan musim tanam dapat mengurangi hasil panen sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas. Ketika permintaan tetap tinggi, keterbatasan pasokan berpotensi mendorong kenaikan harga.

Selain itu, biaya distribusi juga berpengaruh terhadap harga yang dibayar konsumen. Produk pangan yang harus melewati rantai distribusi panjang memerlukan biaya transportasi, penyimpanan, dan penanganan tambahan. Akibatnya, harga di tingkat konsumen dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan harga di tingkat produsen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan harga pangan berkaitan dengan berbagai aspek perekonomian, mulai dari produksi pertanian, infrastruktur distribusi, hingga kebijakan perdagangan. Karena itu, pengendalian harga tidak cukup dilakukan dengan mengawasi harga di pasar, tetapi juga perlu memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

Peran Pemerintah dalam Menjaga Daya Beli

Pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memperkuat pengawasan harga kebutuhan pokok serta memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik, terutama ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga menjadi salah satu instrumen untuk membantu menjaga keterjangkauan harga pangan. Berdasarkan laporan Dewan Ekonomi Nasional pada Oktober 2026, pemerintah terus mempercepat pelaksanaan program tersebut, termasuk penyaluran beras untuk menjaga ketersediaan pangan di masyarakat.

Selain kebijakan jangka pendek, pemerintah perlu memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas, dukungan terhadap petani, perbaikan infrastruktur, dan pemanfaatan teknologi. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekurangan pasokan ketika terjadi gangguan cuaca atau perubahan kondisi pasar.

Pengawasan terhadap rantai distribusi juga perlu diperkuat agar selisih harga antara produsen dan konsumen dapat dikendalikan secara wajar. Dengan demikian, petani tetap memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menjaga Daya Beli sebagai Prioritas Ekonomi

Baca Juga

WhatsApp Image 2026 10 20 at 19.08.28

Mengatasi Tingginya Turnover Karyawan melalui Pengelolaan SDM yang Tepat

20 October 2026
picture di ambil dari pinterest

Suku Bunga Naik, Apa Dampaknya bagi Bank Syariah?

20 October 2026
Screenshot 2026 10 20 10 05 52 20

Peran Demokrasi dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Berpihak kepada Rakyat

20 October 2026
1792022026771

Antara Janji Politik dan Realisasi Kebijakan: Bagaimana Masyarakat Menilai Kinerja Pemimpin?

19 October 2026

Kenaikan harga pangan menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya berkaitan dengan angka pertumbuhan dan inflasi, tetapi juga dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi yang baik perlu disertai dengan kondisi harga yang terkendali dan peningkatan pendapatan yang dapat dirasakan secara luas.

Masyarakat juga dapat melakukan penyesuaian melalui perencanaan anggaran rumah tangga, penyusunan prioritas kebutuhan, serta membandingkan harga sebelum berbelanja. Namun, langkah tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan pasokan pangan tersedia dan harganya terjangkau.

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai seberapa kuat daya beli masyarakat Indonesia tidak dapat dijawab hanya melalui satu indikator ekonomi. Diperlukan penilaian yang menyeluruh terhadap perkembangan harga, pendapatan, kesempatan kerja, dan pengeluaran rumah tangga.

Tantangan utama ke depan adalah memastikan bahwa gejolak harga pangan tidak semakin membebani kelompok masyarakat yang paling rentan. Stabilitas harga, distribusi yang efisien, dan peningkatan kesejahteraan perlu berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sumber Referensi

Badan Pusat Statistik. (2026, 1 Oktober). [Inflasi year-on-year pada September 2026 sebesar 3,28 persen] (https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/10/01/2623/inflasi-year-on-year–y-on-y–pada-september-2026-sebesar-3-28-persen-.htm

Bank Indonesia. (2026, 20 Oktober). [Analisis Inflasi September 2026](https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/Analisis-Inflasi-TPIP-September-2026.aspx).

Dewan Ekonomi Nasional. (2026, 15 Oktober). [Pemantauan Harga Pangan Minggu II Oktober 2026] (https://dewanekonomi.go.id/publikasi/pemantauan-harga-pangan-minggu-ii-oktober-2026).

Penulis,

Athifah Aulia Dwitrie

Rizty Nuraini

Salsabila Rahmadanti

Syakie Maytiasof

    Tags: Daya BeliHarga Pangan NaikMasyarakat Indonesia
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
    Previous Post

    Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Peningkatan Literasi Digital Siswa SMP melalui Pelatihan Microsoft Word”

    Next Post

    Pemanfaatan Teknologi Digital oleh Mahasiswa untuk Mendukung Kegiatan Belajar

    Rizty nuraini

    Rizty nuraini

    Related Posts

    WhatsApp Image 2026 10 20 at 19.08.28

    Mengatasi Tingginya Turnover Karyawan melalui Pengelolaan SDM yang Tepat

    20 October 2026
    picture di ambil dari pinterest

    Suku Bunga Naik, Apa Dampaknya bagi Bank Syariah?

    20 October 2026
    Screenshot 2026 10 20 10 05 52 20

    Peran Demokrasi dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Berpihak kepada Rakyat

    20 October 2026
    1792022026771

    Antara Janji Politik dan Realisasi Kebijakan: Bagaimana Masyarakat Menilai Kinerja Pemimpin?

    19 October 2026
    Next Post
    dokumentasi

    Pemanfaatan Teknologi Digital oleh Mahasiswa untuk Mendukung Kegiatan Belajar

    WhatsApp Image 2026 10 20 at 7.40.07 AM

    PIK-R Exalta MAN 1 Yogyakarta Hadirkan Kehangatan Pagi melalui Morning Candies

    WhatsApp Image 2026 10 20 at 8.19.10 AM

    Tembus Podium Kejurnas Hapkido 2026, Aurel MAN 1 Yogyakarta Bawa Pulang Medali Perak

    3

    MAN 1 Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Rakor Penguatan Madrasah Inklusi

    4

    FONDASI 2026 Jadi Ruang Sinergi 11 Organisasi Bidang MAN 1 Yogyakarta

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    5

    Itjen Kemenag Evaluasi Tata Kelola Kerumahtanggaan dan Publikasi Digital MAN 1 Yogyakarta

    20 October 2026
    4

    FONDASI 2026 Jadi Ruang Sinergi 11 Organisasi Bidang MAN 1 Yogyakarta

    20 October 2026
    3

    MAN 1 Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Rakor Penguatan Madrasah Inklusi

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 8.19.10 AM

    Tembus Podium Kejurnas Hapkido 2026, Aurel MAN 1 Yogyakarta Bawa Pulang Medali Perak

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 7.40.07 AM

    PIK-R Exalta MAN 1 Yogyakarta Hadirkan Kehangatan Pagi melalui Morning Candies

    20 October 2026
    dokumentasi

    Pemanfaatan Teknologi Digital oleh Mahasiswa untuk Mendukung Kegiatan Belajar

    20 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita