Malang, 10 Juni 2026 — Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) menyelenggarakan Upgrading dan First Meeting Panitia National Research and Innovation Fair (NRIF) 2026 pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30–17.00 WIB di Kedai Sinau LKP2M tersebut diikuti oleh 30 panitia NRIF 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk menyatukan pemahaman, membangun koordinasi, serta memperkuat kesiapan panitia dalam menyelenggarakan National Research and Innovation Fair (NRIF) 2026. Upgrading sekaligus first meeting tersebut tidak hanya menjadi ruang perkenalan antarpanitia, tetapi juga menjadi tahap penting untuk mengenalkan kembali identitas, arah pengembangan, serta kompleksitas penyelenggaraan NRIF sebagai kompetisi ilmiah tingkat nasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Qori’atun Nabila, Ketua Pelaksana NRIF 2026 sekaligus Wakil Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2026. Pada sesi awal, setiap panitia memperkenalkan diri untuk membangun kedekatan dan komunikasi antarpersonal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan jobdesk dari masing-masing divisi sebagai langkah awal untuk memastikan setiap panitia memahami peran dan tanggung jawab yang akan diemban.
Pengenalan terhadap tugas masing-masing divisi menjadi bagian penting dalam pertemuan perdana tersebut. Mengingat NRIF merupakan kegiatan berskala nasional, koordinasi antardivisi menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan. Setiap divisi diharapkan tidak hanya memahami tugas internalnya, tetapi juga mampu melihat keterkaitan pekerjaannya dengan divisi lain dalam satu rangkaian penyelenggaraan NRIF 2026.
Sesi berikutnya diisi dengan pengenalan program National Research and Innovation Fair (NRIF) oleh Saniya Alin Salsabila, Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2026. Dalam pemaparannya, Saniya menjelaskan posisi NRIF sebagai program kerja tahunan Biro Penelitian sekaligus perjalanan kompetisi yang memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
“NRIF itu adalah program kerja tahunan Biro Penelitian. Tahun ini adalah NRIF yang keempat. NRIF itu kompetisi ilmiah nasional yang mana tahun lalu pesertanya dari siswa SMA dan mahasiswa. Untuk tahun ini kita akan menambah lomba untuk siswa SMP. Jadi ada lomba SMP, SMA, dan mahasiswa. Nah, lombanya itu dilaksanakan secara online dan di puncak acaranya itu nanti akan ada Webinar Nasional,” jelas Saniya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pengembangan signifikan dalam penyelenggaraan NRIF 2026. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya kompetisi menyasar siswa SMA sederajat dan mahasiswa, tahun ini NRIF memperluas cakupan peserta dengan menghadirkan kategori kompetisi untuk siswa SMP. Dengan demikian, NRIF 2026 diarahkan untuk menjangkau tiga kelompok peserta, yaitu siswa SMP, siswa SMA sederajat, dan mahasiswa S1 sederajat.
Perluasan tersebut sekaligus menuntut kesiapan panitia untuk mengelola kompetisi dengan karakteristik peserta yang lebih beragam. Mulai dari mekanisme perlombaan, komunikasi peserta, administrasi, publikasi, hingga pelaksanaan acara perlu dipersiapkan secara terintegrasi agar setiap tahapan dapat berjalan secara profesional.
Setelah pengenalan program, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian arahan dan evaluasi penyelenggaraan NRIF lintas periode oleh Ahmad Royhan Firdaus, Steering Committee NRIF 2026, yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur LKP2M Periode 2026 sekaligus Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2025.
Dalam arahannya, Royhan menyampaikan sejumlah evaluasi dari penyelenggaraan NRIF pada tahun-tahun sebelumnya sekaligus memberikan arahan strategis bagi panitia NRIF 2026. Evaluasi dan arahan tersebut mencakup berbagai unsur kepanitiaan, mulai dari divisi lomba, acara, kesekretariatan, humas dan sponsorship, publikasi dan dokumentasi, hingga organizing committee.
Menurutnya, keberlanjutan NRIF tidak dapat dilepaskan dari proses estafet kepemimpinan dan keberanian setiap periode untuk melakukan inovasi. NRIF yang diselenggarakan pada 2026 merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara bertahap sejak pertama kali digagas.
Dalam refleksinya, Royhan menegaskan bahwa keberlanjutan sebuah program membutuhkan keberanian untuk memulai sekaligus kemauan untuk melanjutkan dan mengembangkan.
“Tahun 2026 ini menjadi tahun keempat penyelenggaraan National Research and Innovation Fair (NRIF). Kompetisi yang lahir dari keberanian untuk berinovasi. Mungkin kompetisi ini tidak akan ada, tanpa keberanian untuk memulai berinovasi dari Biro Penelitian Periode 2023 saat itu. Mungkin kompetisi ini tidak akan berlanjut, tanpa komitmen Biro Penelitian Periode 2024 untuk melanjutkan kompetisi siswa SMA sederajat ini. Mungkin kompetisi ini akan stagnan, tanpa keberanian Biro Penelitian Periode 2025 dalam ekspansi, standarisasi, dan kurasi kompetisi.”
Ia melanjutkan bahwa NRIF telah mengalami transformasi dari tahun ke tahun. Kompetisi yang sebelumnya berfokus pada siswa SMA sederajat kemudian berkembang dengan menjangkau mahasiswa S1 sederajat. Pada penyelenggaraan tahun 2026, NRIF kembali melakukan ekspansi dengan membuka ruang kompetisi bagi siswa SMP, di samping siswa SMA dan mahasiswa.
“Tahun lalu, NRIF bertransformasi menjangkau peserta siswa SMA dan mahasiswa S1 sederajat. Kini NRIF kembali bertransformasi dan memperluas jangkauan peserta untuk siswa SMP dan SMA serta mahasiswa S1 sederajat,” lanjutnya.
Royhan juga menekankan posisi strategis NRIF bagi LKP2M. Menurutnya, kepanitiaan NRIF tidak semata-mata menjadi aktivitas internal organisasi, tetapi membawa nama LKP2M dalam ruang eksternal yang lebih luas.
“NRIF bukan sekadar kepanitiaan di LKP2M, namun juga menjadi wajah LKP2M di ranah eksternal hingga nasional.”
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap panitia memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas penyelenggaraan sekaligus merepresentasikan profesionalitas LKP2M. Karena itu, kemampuan bekerja sama, menjaga komunikasi, menyelesaikan tugas, dan mempertahankan komitmen menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari proses kepanitiaan.
Pada akhir sesi, Steering Committee kembali menanyakan komitmen dan kesiapan seluruh panitia untuk menjalankan amanah dalam kepanitiaan NRIF 2026. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab secara serentak oleh para panitia dengan satu kata, “Siap.”
Momentum tersebut menjadi penutup sekaligus penanda dimulainya perjalanan panitia NRIF 2026. Setelah melalui tahap seleksi, para panitia kini memasuki fase kerja yang menuntut koordinasi, konsistensi, dan tanggung jawab dari setiap individu maupun divisi.
Melalui Upgrading dan First Meeting ini, LKP2M berharap seluruh panitia memiliki pemahaman yang sama mengenai NRIF, mengetahui peran masing-masing, serta memiliki kesiapan untuk bekerja secara kolaboratif. Dengan fondasi koordinasi yang dibangun sejak awal, NRIF 2026 diharapkan mampu menghadirkan kompetisi ilmiah nasional yang berkualitas sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi peserta dan panitianya.
Refleksi perjalanan NRIF dari tahun ke tahun juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan sebuah program tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui keberanian untuk memulai, komitmen untuk melanjutkan, dan kemauan untuk terus melakukan transformasi. Sebagaimana pesan Ahmad, “Keberanian untuk memulai dan kemauan untuk melanjutkan merupakan pilar penting dalam kepengurusan yang silih berganti setiap tahunnya.”
Dengan semangat tersebut, perjalanan NRIF 2026 resmi memasuki tahap persiapan dan pelaksanaan. Tantangan di depan akan menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus ruang pembuktian bagi panitia untuk menghadirkan kompetisi ilmiah yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berintegritas, profesional, dan berdampak.

























