Malang – UPN “Veteran” Jawa Timur resmi melakukan program pendampingaan masyarakat pada Senin, 20 Juli 2026 dengan menghadirkan teknologi roasting kopi guna capai SDGs melalui kerja sama UPN “Veteran” Jawa Timur dengan Institut Teknologi Sepuluh November. Langkah strategis ini dirancang untuk mendorong hilirisasi komoditas kopi lokal serta mentransformasi peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Margading di Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Awal Tahun 2026, UPN “Veteran” Jawa Timur telah melakukan survei kebutuhan dan analisis proses pengelolaan kopi Robusta Desa Ampelgading, wilayah yang dikenal memiliki potensi perkebunan kopi Robusta yang sangat besar dengan kearifan lokal masyarakatnya yang kuat. Meski memiliki komoditas unggulan, para petani dan anggota KWT di wilayah ini sebelumnya masih berada di posisi hulu rantai nilai.
Dari sisi produksi, anggota KWT selama ini hanya dilibatkan pada tahap pemetikan, tanpa memiliki kapasitas yang memadai untuk mengolah kopi menjadi produk bubuk siap konsumsi. Sebagian besar hasil panen dijual langsung dalam bentuk biji mentah (green beans) kepada pembeli partai besar, salah satunya PT Asal Jaya. Pola distribusi tunggal ini membatasi nilai tambah yang diterima masyarakat serta menciptakan tingkat ketergantungan pasar yang tinggi.

Mengatasi tantangan tersebut, tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur bersama dengan kolaborator dari Teknik Instrumentasi ITS yang diwakili oleh Bapak Wirya Wardaya, S.E., M.Sc., Bapak Akhmad Ibnu Hija, S.T., M.M., Bapak Roy Ashiddiqi, S.T., M.T dan mahasiswa Renafa Callysta Putri Rizqia menghadirkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin roasting kopi berbasis LPG berkapasitas 25 kg. Mesin berstandar food grade ini dilengkapi pengontrol suhu digital, cyclone exhaust system, serta cooling tray yang mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 60–80 kg per jam. Teknologi ini berada pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 6, yakni teknologi telah teruji Pada lingkungan relevan dan siap diimplementasikan pada skala operasional kelompok Tani atau UMKM
Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi jawaban atas kendala proses sangrai manual yang selama ini memakan waktu lama dan rentan menghasilkan kualitas biji kopi yang kurang seragam.
”Teknologi roasting berbasis LPG ini kami rancang khusus dengan standar food grade dan pengontrol suhu digital agar mitra dapat mempertahankan standar kualitas rasa kopi secara konsisten tanpa ada perubahan kualitas seperti saat dilakukan secara manual.” ungkap Roy Ashiddiqi, S.T., M.T.
Menambahkan penjelasan tersebut, Akhmad Ibnu Hija, S.T., M.M. menekankan fokus pengabdian yang tidak hanya berhenti pada penyerahan alat, tetapi juga pada peningkatan daya saing ekonomi mitra secara menyeluruh.
”Dengan beradanya teknologi ini di TKT 6, kami ingin memastikan UMKM mitra tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 60–80 kg per jam, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas melalui efisiensi operasional yang jauh lebih baik.
Pengadaan teknologi ini dibarengi dengan pelatihan intensif penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) roasting, penggilingan (grinding), hingga pengemasan produk ukuran 45 gram untuk menjamin mutu produk Kopi Margading yang konsisten.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan rumah tangga petani, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat pembentukan unit usaha kopi hilir berbasis perempuan
(Penulis: Wirya Wardaya, S.E., M. Sc, Akhmad Ibnu Hija, S.T., M.M., Roy Ashiddiqi, S.T., M.T dan Renafa Callysta Putri Rizqia)





















