Pelataran, Pemulutan, (21/6/2026) – Pendidikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter dan keterampilan hidup yang akan bermanfaat dalam jangka panjang. Salah satu keterampilan yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan adalah literasi keuangan, yaitu kemampuan memahami dan mengelola keuangan secara bijaksana sejak usia dini. Kesadaran akan pentingnya literasi keuangan mendorong mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 113 untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan dan Pentingnya Menabung di SD Negeri 06 Pemulutan, Desa Ibul Besar 1, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai pentingnya mengelola uang saku dengan baik serta membangun kebiasaan menabung yang dapat menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Februari 2026 tersebut melibatkan siswa kelas 1, kelas 4, dan kelas 5 sebagai sasaran utama program edukasi. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 113 yang terdiri atas Winda Rahayu Fitriani, Ana Wahyu Amalia, dan Anggita Lutfia Ryawati dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dumyati, M.Pd. Pemilihan tema literasi keuangan didasarkan pada pentingnya memperkenalkan konsep pengelolaan uang sejak dini, terutama pada usia sekolah dasar yang merupakan fase pembentukan kebiasaan dan karakter. Pada tahap perkembangan ini, anak-anak mulai mengenal penggunaan uang saku dalam kehidupan sehari-hari sehingga diperlukan pemahaman yang tepat agar mereka mampu menggunakan uang secara lebih bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian dan manfaat menabung. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga tentang belajar menghargai usaha, mengendalikan keinginan, dan merencanakan kebutuhan di masa mendatang. Penjelasan diberikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar sehingga materi dapat diterima dengan lebih mudah. Berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak turut digunakan untuk membantu siswa memahami bagaimana kebiasaan kecil seperti menyisihkan sebagian uang saku dapat memberikan manfaat yang besar apabila dilakukan secara konsisten.
Baca Juga

Selain membahas pentingnya menabung, mahasiswa juga mengajak siswa untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Materi ini menjadi salah satu fokus utama karena kemampuan membedakan kedua hal tersebut merupakan dasar dari pengelolaan keuangan yang sehat. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit anak yang cenderung menggunakan uang saku untuk membeli barang atau jajanan yang menarik perhatian tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan. Melalui sosialisasi ini, siswa diajak untuk berpikir lebih bijak sebelum membelanjakan uang serta memahami bahwa kebutuhan seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan keinginan yang bersifat sementara.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN melakukan pengamatan sederhana terhadap kebiasaan siswa dalam menggunakan uang saku. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa sebagian siswa masih belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai manfaat menabung. Beberapa di antaranya mengaku lebih sering menghabiskan uang saku untuk membeli makanan ringan atau barang yang sedang mereka inginkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai literasi keuangan masih sangat diperlukan agar siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mengelola uang secara bijaksana sejak usia sekolah dasar. Temuan ini sekaligus menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menyusun metode penyampaian materi yang lebih relevan dengan pengalaman dan kondisi peserta.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi aktif dari para siswa. Selama sosialisasi berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menabung, serta menyampaikan pendapat tentang penggunaan uang saku sehari-hari. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan siswa menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Pendekatan yang interaktif ini membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sekaligus membuat mereka merasa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran.
Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab kepada peserta didik. Menabung diajarkan sebagai bentuk latihan dalam mengendalikan diri, membuat perencanaan sederhana, dan menghargai setiap uang yang dimiliki. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan siswa. Dengan membiasakan diri menabung sejak dini, siswa diharapkan mampu membangun pola pikir yang lebih terencana dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku konsumtif yang semakin banyak ditemukan dalam kehidupan modern.

Hasil yang terlihat setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung dan mengelola uang saku secara bijak. Siswa mulai memahami bahwa uang saku tidak harus dihabiskan seluruhnya dalam satu hari dan bahwa sebagian dari uang tersebut dapat disimpan untuk kebutuhan yang lebih penting di masa mendatang. Mereka juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai cara menentukan prioritas dalam penggunaan uang serta manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan menabung secara rutin. Perubahan pemahaman ini menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan sosialisasi berhasil mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Keberhasilan program ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dalam memberikan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Literasi keuangan yang diperkenalkan sejak usia dini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih cerdas dalam mengambil keputusan finansial. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, kemampuan mengelola keuangan tidak lagi menjadi keterampilan yang hanya dibutuhkan oleh orang dewasa, tetapi juga perlu ditanamkan sejak masa kanak-kanak agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.
Melalui kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan dan Pentingnya Menabung yang dilaksanakan di SD Negeri 06 Pemulutan, mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 113 menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan aplikatif. Program ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi peserta didik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan budaya menabung serta kesadaran finansial sejak dini. Harapannya, kebiasaan positif yang mulai ditanamkan melalui kegiatan ini dapat terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari siswa sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan di masa depan.

























