Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Di Balik Kalimat “Kurang Ibadah”, ada Burnout yang Sering Dipahami

Aulisda Silviyanti by Aulisda Silviyanti
21 June 2026
in Opini
A A
0
Potret saat mengalami Burnout. (Sumber: Unsplash)
851
SHARES
1.2k
VIEWS

“Masih muda kok sudah burnout?”

“Dulu juga susah, tapi tidak sampai seperti sekarang.”

Kalimat-kalimat tersebut mungkin terdengar familiar di telinga banyak remaja. Ketika mereka mengeluhkan rasa lelah, kehilangan motivasi, atau merasa kewalahan menghadapi berbagai tuntutan hidup, respons yang diterima sering kali berupa penilaian dan perbandingan. Burnout dianggap sebagai tanda kelemahan, kurang bersyukur, atau bahkan kurang dekat dengan Tuhan.

Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang muncul akibat tekanan berkepanjangan. Kondisi ini bukan sekadar rasa lelah setelah menjalani aktivitas sehari-hari, melainkan keadaan ketika seseorang merasa energinya terkuras hingga sulit menjalani rutinitas yang sebelumnya terasa biasa.

Fenomena ini semakin sering dialami oleh remaja. Bukan karena mereka lebih lemah dibanding generasi sebelumnya, melainkan karena mereka hidup di tengah berbagai tekanan yang terus meningkat dari berbagai arah.

Burnout pada Remaja Bukan Sekadar Tren

Sebagian orang menganggap burnout hanyalah istilah populer yang sedang ramai digunakan di media sosial. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masalah ini nyata dan berdampak serius terhadap kesehatan mental remaja.

Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa dari 52 penelitian yang dianalisis, sebanyak 48 penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tekanan akademik dan meningkatnya masalah kesehatan mental pada remaja, seperti stres, kecemasan, dan depresi.

Selain itu, survei global Deloitte terhadap Generasi Z menunjukkan bahwa sekitar 40 persen anak muda mengaku sering merasa stres atau cemas dalam kehidupan sehari-hari. Angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan psikologis telah menjadi pengalaman yang dirasakan oleh banyak remaja, bukan hanya beberapa orang saja.

Data tersebut menjadi bukti bahwa burnout bukan alasan untuk bermalas-malasan, melainkan kondisi yang benar-benar dialami oleh banyak anak muda.

Tuntutan untuk Selalu Berprestasi

Salah satu penyebab terbesar burnout adalah tingginya tuntutan untuk berprestasi.

Saat ini, remaja tidak hanya dituntut mendapatkan nilai yang baik di sekolah. Mereka juga diharapkan aktif berorganisasi, mengikuti berbagai lomba, memiliki kemampuan tambahan, menguasai teknologi, serta mempersiapkan masa depan sejak usia yang masih sangat muda.

Banyak remaja merasa bahwa mereka harus selalu produktif agar tidak tertinggal. Ketika berhasil mencapai satu target, muncul target berikutnya yang harus dikejar. Akibatnya, waktu untuk beristirahat sering kali dianggap sebagai kemewahan.

Padahal, manusia memiliki batas kemampuan. Tidak ada seseorang yang bisa terus bekerja tanpa henti tanpa mengalami kelelahan.

Media Sosial yang Membuat Semua Orang Terlihat Sempurna

Tekanan lain yang tidak kalah besar berasal dari media sosial.

Setiap hari remaja melihat teman sebaya yang memenangkan perlombaan, mendapatkan nilai tinggi, diterima di universitas impian, atau terlihat menjalani kehidupan yang sempurna. Tanpa disadari, mereka mulai membandingkan dirinya dengan orang lain.

Masalahnya, media sosial sering kali hanya menampilkan bagian terbaik dari kehidupan seseorang. Kegagalan, kesedihan, dan perjuangan jarang diperlihatkan.

Akibatnya, banyak remaja merasa dirinya tertinggal, padahal mereka sedang membandingkan kehidupan nyata dengan potongan-potongan momen terbaik yang ditampilkan orang lain di internet.

Kurangnya Waktu untuk Beristirahat

Baca Juga

1674854825

Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

21 June 2026
1674854825 1

Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

21 June 2026
Ilustrasi  generasi muda yang terpengaruh gaya hidup konsumtif. Ilustrasi dibuat menggunakan Gemini AI

Gaya Dulu, Nabung Nanti: FOMO atau Kebutuhan?

20 June 2026
file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

17 June 2026

Di tengah berbagai tuntutan tersebut, waktu istirahat sering menjadi hal pertama yang dikorbankan.

Banyak remaja harus membagi waktu antara sekolah, tugas, les tambahan, organisasi, kegiatan sosial, dan aktivitas digital. Tidak sedikit yang tidur larut malam demi menyelesaikan pekerjaan atau sekadar mencari hiburan setelah hari yang melelahkan.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya sekitar 22 persen remaja yang memperoleh waktu tidur sesuai rekomendasi kesehatan. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan stres, menurunkan konsentrasi, serta memperburuk kondisi burnout.

Ketika tubuh tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk memulihkan diri, kelelahan akan terus menumpuk dari hari ke hari.

Mengapa “Kurang Ibadah” Bukan Jawaban yang Tepat?

Ibadah tentu memiliki peran penting dalam kehidupan seseorang. Bagi banyak orang, ibadah dapat menjadi sumber ketenangan, harapan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai masalah.

Namun, mengatakan bahwa burnout terjadi semata-mata karena kurang ibadah adalah pandangan yang terlalu menyederhanakan persoalan.

Burnout dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari tekanan akademik, lingkungan keluarga, kondisi sosial, pola tidur, hingga beban aktivitas sehari-hari. Bahkan seseorang yang rajin beribadah sekalipun tetap bisa mengalami burnout jika terus-menerus berada dalam tekanan tanpa dukungan dan waktu istirahat yang memadai.

Oleh karena itu, alih-alih langsung menghakimi, kita perlu mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang dialami oleh remaja.

Saatnya Mendengarkan, Bukan Menghakimi

Menurut saya, salah satu masalah terbesar dalam pembahasan burnout adalah masih banyak orang yang lebih cepat menghakimi daripada mendengarkan.

Ketika seorang remaja mengaku lelah secara mental, respons yang muncul sering kali berupa perbandingan dengan generasi sebelumnya atau nasihat yang tidak menyentuh akar permasalahan. Padahal, yang mereka butuhkan sering kali bukan kritik, melainkan ruang untuk didengar dan dipahami.

Burnout bukan tanda bahwa generasi sekarang lebih lemah. Burnout adalah tanda bahwa banyak remaja sedang berusaha bertahan di tengah tuntutan yang semakin besar, persaingan yang semakin ketat, dan tekanan yang datang hampir setiap hari.

Karena itu, sudah saatnya kita berhenti menganggap burnout sebagai bentuk kemalasan atau kurangnya keimanan. Sebaliknya, kita perlu melihatnya sebagai persoalan nyata yang membutuhkan perhatian bersama.

Sebab di balik banyak remaja yang terlihat baik-baik saja, bisa jadi ada kelelahan yang selama ini tidak pernah benar-benar didengarkan.

    Tags: BurnoutKurang Ibadah
    Share340Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    Next Post

    Awal Pengabdian sebagai PNS, Pegawai Lapas Mojokerto Resmi Dilantik dan Diambil Sumpah

    Aulisda Silviyanti

    Aulisda Silviyanti

    Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang yang memiliki minat pada literasi keuangan serta berbagai isu yang dekat dengan kehidupan anak muda saat ini.

    Related Posts

    1674854825

    Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

    21 June 2026
    1674854825 1

    Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

    21 June 2026
    Ilustrasi  generasi muda yang terpengaruh gaya hidup konsumtif. Ilustrasi dibuat menggunakan Gemini AI

    Gaya Dulu, Nabung Nanti: FOMO atau Kebutuhan?

    20 June 2026
    file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

    Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

    17 June 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 06 19 at 14.42.17

    Awal Pengabdian sebagai PNS, Pegawai Lapas Mojokerto Resmi Dilantik dan Diambil Sumpah

    WhatsApp Image 2026 06 19 at 16.14.39

    Perkuat Pengamanan, Lapas Mojokerto Laksanakan Pengecekan dan Perawatan Senpi Bersama Polres Mojokerto Kota

    IMG 20260619 WA0093

    Perkuat Sinergitas Antar Instansi, Lapas Arga Makmur Terima Kunjungan Kerja Kakanwil Kementerian Hukum Bengkulu

    IMG 20260620 WA0006

    354 CPNS Pemasyarakatan Resmi Jadi PNS, Kakanwil Ditjenpas Jatim Tekankan Integritas dan Profesionalisme

    IMG 20260620 WA0000

    Warga Binaan Lapas Bandanaira diberdayakan Kembangkan tanaman Hidroponik

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 06 20 at 15.09.39

    Kepala Lapas Mojokerto Hadiri Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-108 Kota Mojokerto

    21 June 2026
    Screenshot 2026 06 20 200307

    Pegawai dan Warga Binaan Lapas Mojokerto Kompak Bersihkan Bapas Mojokerto

    21 June 2026
    1674854825

    Apakah Bisnis Daycare Masih Layak Dijalankan di Tengah Meningkatnya Jumlah Orang Tua Bekerja?

    21 June 2026
    IMG 20260620 WA0046

    Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    21 June 2026
    WhatsApp Image 2026 06 20 at 14.15.35

    Pelda Agus Rizal Dampingi Penyaluran Bantuan Bupati Pandeglang dan Dinsos untuk Korban Kebakaran di Desa Surianeun

    21 June 2026
    6d29a12e d109 4547 8cdb 72da9f5762e3

    Rutan Bengkulu Tingkatkan Semangat Keimanan Warga Binaan Melalui Latihan Hadroh

    21 June 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita