Kota Bima – Anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima turut berperan aktif dalam meningkatkan literasi dan mempersiapkan calon peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bima melalui kegiatan edukasi keamanan pangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Training Center yang diselenggarakan oleh Kwarcab Kota Bima sebagai bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Jambore Nasional XII yang akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026.
Pembekalan yang berlangsung di lingkungan Kwarcab Kota Bima ini diikuti oleh 32 peserta Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan di Kota Bima. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan olahan kemasan yang aman untuk dikonsumsi. Materi tersebut dinilai sangat relevan mengingat para peserta nantinya akan berinteraksi dengan berbagai produk pangan selama mengikuti kegiatan perkemahan berskala nasional.
Pada kesempatan tersebut, anggota Saka POM Kota Bima dari Gugus Depan MAN 2 Kota Bima, yakni Yuni Nafisah Luthfiyah, Azkia Pratiwi, M. Hakim Febriyasin, dan Rahmad Ilham, bertindak sebagai pemateri. Secara bergantian keempat anggota Saka POM tersebut menyampaikan materi bertajuk “Cerdas Memilih Pangan Olahan Aman dengan CEK KLIK”, yang merupakan salah satu program edukasi unggulan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk pangan olahan.
Dalam penyampaian materi, para anggota Saka POM menjelaskan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki kemampuan untuk memilih produk pangan secara cermat dan teliti sebelum membeli maupun mengonsumsinya. Di tengah semakin banyaknya produk pangan olahan yang beredar di pasaran, konsumen dituntut untuk lebih berhati-hati agar tidak terpapar produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi.
Untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali pangan olahan yang aman, BPOM memperkenalkan jargon CEK KLIK, yang merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Melalui metode sederhana tersebut, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan awal terhadap suatu produk sebelum memutuskan untuk membeli atau mengonsumsinya.
Pada bagian pertama, peserta diajak memahami pentingnya Cek Kemasan. Kemasan produk harus berada dalam kondisi baik, tidak rusak, tidak penyok, tidak bocor, dan tidak menggembung. Kemasan yang rusak berpotensi menyebabkan produk terkontaminasi sehingga dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan langkah Cek Label. Label merupakan sumber informasi penting yang memuat berbagai keterangan mengenai produk, seperti nama produk, komposisi, informasi nilai gizi, petunjuk penyimpanan, hingga informasi produsen. Dengan membaca label secara teliti, konsumen dapat mengetahui kandungan produk yang akan dikonsumsi serta menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.
Langkah berikutnya adalah Cek Izin Edar. Para pemateri menjelaskan bahwa produk pangan olahan yang legal harus memiliki nomor izin edar yang diterbitkan oleh BPOM atau instansi yang berwenang. Nomor izin edar menjadi salah satu indikator bahwa produk tersebut telah melalui proses evaluasi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Sementara itu, pada tahap Cek Kedaluwarsa, peserta diingatkan untuk selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan produk. Mengonsumsi produk yang telah melewati masa kedaluwarsa dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas maupun keamanan produk.
Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pemateri, tetapi juga diajak berdiskusi dan menjawab berbagai pertanyaan terkait kebiasaan memilih makanan dan minuman kemasan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara melakukan pemeriksaan produk menggunakan prinsip CEK KLIK.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai produk pangan yang sering ditemui di lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keamanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata anggota Saka POM Kota Bima dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Selain mengembangkan keterampilan dan kepemimpinan, anggota Saka POM juga berperan sebagai agen edukasi yang menyebarluaskan informasi mengenai obat dan makanan yang aman kepada masyarakat.
Melalui pembekalan ini, diharapkan para calon peserta Jambore Nasional XII tidak hanya siap mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku sebagai konsumen cerdas dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan prinsip CEK KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan kemasan merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk melindungi kesehatan diri sendiri maupun keluarga.
Dengan membiasakan diri memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa, anggota Pramuka dapat terhindar dari risiko mengonsumsi produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. Pada akhirnya, kebiasaan tersebut akan membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya keamanan pangan sekaligus mampu menjadi pelopor dalam menciptakan budaya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan berkualitas di lingkungan sekitarnya.




















