Sleman, 10 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMK Negeri 1 Depok menerapkan evaluasi pembelajaran berbasis digital melalui platform Wayground pada mata pelajaran Pembuatan Pola. Penggunaan Wayground menjadi salah satu upaya menghadirkan proses evaluasi yang lebih praktis sekaligus menerapkan prinsip paperless dalam kegiatan pembelajaran sebagai bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Pembelajaran Pembuatan Pola merupakan salah satu pembelajaran produktif pada Program Keahlian Tata Busana. Materi yang diberikan meliputi pengukuran badan, pembuatan pola dasar badan, pola dasar rok, hingga pembuatan pola celana kulot. Selain kegiatan praktik, murid juga diberikan evaluasi tertulis untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.
Dalam pelaksanaan evaluasi, mahasiswa PK UNY menyusun soal tertulis menggunakan Wayground yang dapat diakses secara daring melalui perangkat digital. Murid dapat mengerjakan soal menggunakan perangkat yang tersedia tanpa memerlukan lembar soal maupun lembar jawaban dalam bentuk cetak.
Penerapan evaluasi digital tersebut mendukung konsep paperless learning, yaitu mengurangi penggunaan kertas dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital. Penggunaan Wayground memungkinkan proses pembagian soal, pengerjaan, hingga pengumpulan jawaban dilakukan secara digital sehingga penggunaan sumber daya berupa kertas dapat diminimalkan.
“Melalui penggunaan Wayground, evaluasi pembelajaran tetap dapat dilakukan secara tertulis, tetapi tidak harus menggunakan kertas. Selain lebih praktis, murid juga dapat memanfaatkan perangkat digital untuk kegiatan pembelajaran,” ujar mahasiswa PK UNY.

Penggunaan media digital dalam evaluasi juga memberikan pengalaman kepada murid untuk memanfaatkan teknologi secara lebih produktif. Wayground tidak hanya digunakan sebagai sarana mengerjakan soal, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan akademik.
Penerapan pembelajaran paperless tersebut memiliki keterkaitan dengan SDGs 12, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan mengurangi penggunaan bahan yang tidak diperlukan. Dalam konteks pendidikan, langkah sederhana seperti mengurangi pencetakan soal dan lembar jawaban dapat menjadi bagian dari pembiasaan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan sumber daya.
Melalui kegiatan PK UNY di SMK Negeri 1 Depok, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Pembuatan Pola diharapkan dapat terus dikembangkan. Integrasi teknologi tidak hanya mendukung efektivitas pembelajaran, tetapi juga menjadi salah satu langkah sederhana untuk menghadirkan kegiatan pendidikan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Tags: PK UNY, SMK Negeri 1 Depok, Pembuatan Pola, Wayground, Paperless Learning, SDGs 12, Tata Busana
























