Pekalongan, (25/7) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2026/2027 melaksanakan program monodisiplin “Edukasi Kandungan Gizi dan Manfaat Konsumsi Berbagai Jenis Ikan bagi Kesehatan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Mejasem.” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai salah satu sumber protein hewani dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting.
Desa Mejasem, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, memiliki potensi perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi bagi masyarakat. Salah satu potensi tersebut terlihat dari keberadaan usaha ikan asap yang berkembang di masyarakat. Ketersediaan ikan di lingkungan masyarakat menjadi peluang untuk meningkatkan pemanfaatan ikan sebagai bagian dari pola konsumsi keluarga. Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan KKN dan interaksi dengan masyarakat, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, khususnya dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan edukasi mengenai kandungan gizi dan manfaat konsumsi ikan bagi masyarakat Desa Mejasem.
Mahasiswa KKN Ajeng Alfanda dari Program Studi Perikanan Tangkap, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, menjelaskan bahwa “Ikan memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui bahwa ikan merupakan sumber protein, tetapi juga memahami manfaat konsumsi berbagai jenis ikan dan mampu memilih ikan yang segar serta layak dikonsumsi,” jelas Ajeng.

Kegiatan yang dilakukan diawali dengan penyampaian materi mengenai kandungan gizi berbagai jenis ikan dan manfaatnya bagi kesehatan. Masyarakat diarahkan untuk mengetahui pentingnya konsumsi protein hewani dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi keluarga yang memiliki anak dalam masa pertumbuhan. Selain membahas kandungan gizi, edukasi juga mencakup cara memilih ikan yang segar dan layak konsumsi. Masyarakat diberikan informasi mengenai beberapa karakteristik ikan segar agar dapat memilih bahan pangan yang berkualitas. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kualitas ikan yang dikonsumsi sehingga manfaat gizinya dapat diperoleh secara optimal.
Dalam penyampaian materi, kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab sederhana. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman terkait konsumsi ikan dalam kehidupan sehari-hari. Sesi tersebut juga digunakan sebagai evaluasi sederhana untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan.
Sebagai media pendukung, mahasiswa KKN menyiapkan PowerPoint Presentation yang memuat informasi mengenai kandungan gizi ikan, manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan, cara memilih ikan segar, serta kaitannya dengan pemenuhan gizi keluarga. Media tersebut diharapkan dapat digunakan kembali oleh masyarakat sebagai sumber informasi setelah kegiatan edukasi selesai.
Program ini juga memanfaatkan potensi lokal Desa Mejasem yang memiliki berbagai kegiatan usaha berbasis perikanan, khususnya ikan asap. Dengan adanya program mengenai konsumsi ikan, masyarakat diharapkan dapat semakin memahami bahwa potensi perikanan yang tersedia di lingkungan sekitar tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan didukung dengan media visual agar informasi lebih mudah dipahami oleh peserta.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Mejasem memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kandungan gizi, manfaat konsumsi ikan, serta cara memilih ikan yang segar dan layak konsumsi. Edukasi ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai salah satu bagian dari pola makan keluarga dalam mendukung pemenuhan gizi dan upaya pencegahan stunting.
=======================
Penulis/Reporter: Ajeng Alfanda
Program Studi: Perikanan Tangkap, FPIK Universitas Diponegoro
Dokumentasi: Rona, Yeolanda
Kontak Media/Humas: ig kkndesamejasem























