Pelataran, Pekalongan, (20/8/2026) – Dalam upaya mendorong daya saing produk lokal dan menjamin mutu pangan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Desa Mejasem menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai teknik penyimpanan ikan asap berbasis prinsip keamanan pangan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mejasem, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini berfokus pada penanganan pasca-produksi ikan asap yang kerap menghadapi kendala masa simpan singkat serta risiko kontaminasi jamur maupun bakteri jika disimpan secara konvensional. Penanggung jawab program, Farras Avisena, menjelaskan bahwa pengelolaan rantai dingin (cold chain) dan pengemasan kedap udara menjadi kunci mendasar dalam menjaga kualitas olahan ikan asap tanpa menggunakan bahan pengawet sintetis.
Melalui pendampingan ini, para pelaku usaha diberikan edukasi menyeluruh yang mencakup penerapan prinsip higienitas kerja, penggunaan vacuum sealer untuk menekan laju pertumbuhan bakteri aerob, manajemen suhu pembekuan di bawah -18°C untuk memperpanjang daya simpan hingga bulanan, hingga pencatatan tanggal produksi untuk pengelolaan stok berbasis First In, First Out (FIFO).

Salah satu pelaku UMKM setempat, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN. Ia mengakui bahwa teknik pengemasan hampa udara dan pengaturan suhu dingin ini menjadi solusi nyata atas permasalahan produk yang cepat rusak, sekaligus meningkatkan estetika kemasan agar siap dipasarkan ke jangkauan wilayah yang lebih luas.
Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ini, mahasiswa KKN berharap para pengrajin ikan asap di Desa Mejasem dapat konsisten menerapkan standar keamanan pangan, meminimalkan kerugian akibat kerusakan produk, serta mendongkrak nilai jual olahan lokal di pasar modern.

























