Bojonegoro, 10 Agustus 2026 — Transformasi digital di tingkat desa tidak selalu harus diwujudkan melalui teknologi yang kompleks. Inovasi sederhana yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat justru dapat menjadi langkah awal dalam membangun desa yang lebih informatif dan adaptif. Hal tersebut diwujudkan oleh mahasiswa KKN 34 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Jatim) melalui program Smart Village Information Board Berbasis QR Code dan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Budi Prasetyo Margono, S.Pd.I., M.Pd.I.
Program ini merupakan salah satu bentuk Teknologi Tepat Guna (TTG) yang menjadi bagian dari ketentuan program kerja KKN UPN “Veteran” Jawa Timur. Setiap kelompok KKN didorong untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan nyata di desa lokasi pengabdian. Karena itu, program TTG yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan dan digunakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Di Desa Sarirejo, mahasiswa menemukan salah satu kebutuhan yang cukup mendasar, yaitu belum tersedianya peta desa yang representatif dan mudah diakses. Sebelumnya, Desa Sarirejo memang pernah memiliki peta dalam bentuk lembaran kertas. Namun, peta tersebut telah dibuat sejak lama dan tidak lagi diperbarui sehingga kondisi serta informasi yang tercantum di dalamnya sudah tidak sepenuhnya sesuai dengan keadaan desa saat ini.
Ketiadaan peta desa yang aktual menjadi persoalan tersendiri, terutama bagi masyarakat maupun pihak luar yang datang ke Desa Sarirejo. Peta desa dapat menjadi media penting untuk memberikan gambaran mengenai batas wilayah, lokasi fasilitas umum, persebaran wilayah, serta berbagai informasi geografis yang membantu masyarakat mengenali kondisi desa.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN 34 UPN Jatim kemudian mengembangkan Smart Village Information Board Berbasis QR Code dan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang di dalamnya turut menghadirkan peta Desa Sarirejo yang diperbarui dan disajikan dalam bentuk yang lebih informatif.

Pembuatan peta ini menjadi salah satu bentuk upaya untuk menyediakan kembali informasi spasial desa yang selama ini belum tersedia dalam bentuk yang aktual. Kehadiran peta diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengenali wilayah Desa Sarirejo, sekaligus memudahkan warga maupun pendatang dalam menemukan berbagai lokasi dan fasilitas yang ada di desa.
Tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang telah lama tinggal di Desa Sarirejo, informasi tersebut juga diharapkan bermanfaat bagi pendatang, tamu desa, perangkat pemerintahan, maupun pihak lain yang memiliki kepentingan dan aktivitas di wilayah Desa Sarirejo.
Melalui Smart Village Information Board Berbasis QR Code dan Sistem Informasi Geografis (SIG), informasi mengenai desa juga dapat dikemas secara lebih menarik dan mudah dipahami. Papan informasi tersebut menjadi media yang mempertemukan kebutuhan informasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi dalam skala yang sesuai dengan kondisi desa.
“Program ini kami rancang berdasarkan kebutuhan yang kami temukan di Desa Sarirejo. Salah satunya adalah belum adanya peta desa yang terbaru. Sebelumnya memang pernah ada peta dalam bentuk kertas, tetapi sudah cukup lama dan belum diperbarui. Karena itu, kami mencoba menghadirkan peta yang lebih aktual dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pendatang,” ujar perwakilan mahasiswa KKN 34 UPN Jatim.
Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah produk, program ini diharapkan dapat menjadi warisan yang dapat terus dimanfaatkan oleh Desa Sarirejo setelah masa KKN berakhir. Mahasiswa tidak hanya membawa teknologi ke desa, tetapi juga berupaya memastikan bahwa teknologi tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kehadiran Smart Village Information Board Berbasis QR Code dan Sistem Informasi Geografis (SIG) juga menjadi bagian dari semangat KKN UPN “Veteran” Jawa Timur untuk mendorong mahasiswa agar mampu mengidentifikasi persoalan di masyarakat dan menghadirkan solusi yang aplikatif. Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan pembangunan desa yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung akses informasi, pelayanan, serta penguatan potensi lokal.
Bagi Desa Sarirejo, hadirnya peta desa yang lebih aktual diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam membangun sistem informasi desa yang lebih tertata. Ke depan, informasi yang tersedia juga dapat terus diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi desa sehingga tidak kembali menjadi informasi yang tertinggal.
Smart Village Information Board Berbasis QR Code dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat dimulai dari hal yang sederhana: menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat, dalam bentuk yang mudah dipahami dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN 34 UPN Jatim berharap inovasi tersebut tidak berhenti ketika masa pengabdian selesai, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan Desa Sarirejo menuju desa yang semakin informatif, terkoneksi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam rangkaian penutupan KKN 34 pada 10 Agustus 2026, mahasiswa juga menyampaikan beberapa capaian program kerja selama masa pengabdian, meliputi:
- Pendidikan: Rumah Bintang, Kelas Bintang, dan Kelas Motivasi bagi siswa MTs dan MA.
- Ekonomi: digitalisasi 15 UMKM melalui QRIS, Google Maps, NIB, dan fasilitasi sertifikasi halal.
- Kesehatan dan keluarga: sosialisasi kesehatan dan keuangan keluarga.
- Lingkungan: penyumbangan dan pengecatan tong sampah serta prakarya cinta lingkungan dari barang bekas.
- Sosial dan kemasyarakatan: Gebyar Kemerdekaan bersama masyarakat dan anak-anak serta senam bersama ibu-ibu PKK.
- Teknologi Tepat Guna: Smart Village Information Board Berbasis QR Code dan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai produk utama TTG KKN 34.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari kontribusi KKN 34 dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
(Penulis: Budi Prasetyo Margono, S.Pd.I., M.Pd.I., Bunayya Fathia Sabil, Friska Octaviani Purba, dan Regina Pinkan Efendi — Dosen Pembimbing Lapangan dan Mahasiswa KKN 34 UPN “Veteran” Jawa Timur.)

























