Malang, 10 Juli 2026 — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bersama Universitas Brawijaya Malang melaksanakan pendampingan bagi BUMDes Raharja Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dalam upaya memperkuat pemahaman dan tata kelola pelaporan keuangan melalui digitalisasi.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sukodono pada Jumat (10/7) tersebut diketuai oleh Anisa Fitria Utami, S.E., M.E. dengan mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola dan Digitalisasi Pelaporan Keuangan Berbasis Aplikasi PKN-STAN dalam Mewujudkan BUMDes Raharja yang Akuntabel dan Berkelanjutan di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pengelola BUMDes dalam menghadapi proses transisi dari pembukuan secara manual menuju sistem pelaporan keuangan berbasis digital.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai pengelolaan dan pelaporan keuangan. Setelah itu, peserta mendapatkan materi mengenai laporan keuangan yang disampaikan oleh Sofie Yunida, S.E., M.Ak. pada pukul 13.00–14.15 WIB. Sesi tersebut menjadi bagian utama dalam kegiatan karena pengelolaan keuangan BUMDes Raharja sebelumnya masih dilakukan secara manual.
Berdasarkan hasil diskusi dengan pengelola BUMDes, proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan selama ini masih dilakukan secara manual. Perhitungan dilakukan secara manual dan ditulis tangan sebelum kemudian dimasukkan ke komputer. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena pengelola BUMDes tidak seluruhnya memiliki latar belakang akuntansi, sehingga diperlukan pendampingan untuk memahami proses pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan.
Melalui materi yang diberikan, peserta diperkenalkan pada pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis serta digitalisasi pelaporan melalui aplikasi PKN-STAN. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pengelola BUMDes memahami bagaimana proses pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara lebih tertata, sekaligus mempermudah dokumentasi transaksi dan kondisi keuangan BUMDes.
BUMDes Raharja sendiri memiliki sejumlah unit usaha, di antaranya pengelolaan air bersih, pengajuan pinjaman, agen BRILink, penyewaan molen, usaha kopi, serta pengadaan material alam. Dengan beragamnya unit usaha yang dikelola, pencatatan dan pelaporan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan operasional BUMDes.
Dalam proses pendampingan, kegiatan PKM juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari tim pendamping program, yaitu Bunayya Fathia Sabil dan Indah Dwi Andita. Keduanya turut mendampingi peserta selama rangkaian kegiatan, sehingga proses penyampaian materi tidak hanya berlangsung dalam bentuk sosialisasi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan memahami materi sesuai dengan kondisi pengelolaan BUMDes di lapangan.
Selain materi pelaporan keuangan, rangkaian kegiatan juga mencakup materi mengenai kelembagaan BUMDes dan Business Model Canvas (BMC) yang disampaikan oleh Ajeng Kartika Galuh, S.E., M.E. dari Universitas Brawijaya. Materi tersebut melengkapi pendampingan dengan memberikan penguatan dari sisi pengelolaan dan pengembangan BUMDes.
Setelah seluruh materi dan pendampingan diberikan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, khususnya mengenai pengelolaan dan pelaporan keuangan. Evaluasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan pendampingan dapat membantu peserta memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur.
Respons positif juga disampaikan oleh Titik Endang Siswati selaku Ketua BUMDes Raharja. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh tim PKM karena materi yang disampaikan dinilai membantu pengelola dalam memahami pengelolaan keuangan.
“Terima kasih atas materi dan pendampingan yang diberikan. Kami merasa terbantu karena selama ini pembukuan masih dilakukan secara manual, sehingga adanya pengenalan mengenai digitalisasi pelaporan keuangan ini memberikan pemahaman baru bagi kami,” ujar Ibu Titik.
Di sisi lain, Ibu Titik juga berharap apabila terdapat kesempatan pendampingan pada pertemuan berikutnya, proses pembelajaran dapat dilakukan secara lebih praktik. Menurutnya, pengelola BUMDes akan lebih terbantu apabila dapat mempelajari penggunaan aplikasi secara langsung, mulai dari proses memasukkan data hingga menghasilkan laporan keuangan, sehingga tidak hanya memahami konsep secara teori.
“Kalau ada kesempatan untuk pertemuan berikutnya, kami berharap bisa belajar langsung menggunakan aplikasinya. Jadi bukan hanya teorinya, tetapi bisa langsung praktik memasukkan data dan membuat laporan. Karena kami sebelumnya terbiasa dengan pembukuan manual, sehingga ketika sekarang mulai diarahkan ke digitalisasi tentu perlu belajar secara bertahap,” lanjutnya.
Hal tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi BUMDes Raharja dalam melakukan transformasi pengelolaan keuangan. Peralihan dari pencatatan manual menuju sistem digital membutuhkan pemahaman sekaligus praktik secara langsung agar teknologi yang diperkenalkan dapat benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional BUMDes.
Melalui kegiatan PKM ini, tim berharap pendampingan tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi pengelola BUMDes Raharja, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelaporan keuangan yang lebih tertata, akuntabel, dan berkelanjutan. Pendampingan lanjutan dengan pendekatan praktik diharapkan dapat semakin memperkuat kemampuan pengelola dalam mengimplementasikan digitalisasi pelaporan keuangan dalam aktivitas BUMDes sehari-hari.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini juga menjadi salah satu wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan dan pendampingan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pengelola BUMDes, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga turut mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.
(Penulis: Annisa Fitria Utami, S.E., M.E., Sofie Yunida, S.E., M.Ak., Ajeng Kartika Galuh, S.E., M.E., Bunayya Fathia Sabil, dan Indah Dwi Andita adalah Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur dan Universitas Brawijaya serta mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jawa Timur.)

























