DEMAK, 20 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 89 menggelar sosialisasi cuci tangan bagi siswa-siswi SD N Sukorejo 2 sebagai bagian dari program kerja Divisi Pendidikan dan Keagamaan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kuman dan bakteri yang dapat menempel pada tangan tanpa disadari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai benda dan dapat menjadi media penyebaran kuman.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak belajar bersama melalui penyampaian materi yang diberikan oleh Rokhima Fatimah Zahra, selaku Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami pentingnya mencuci tangan, tetapi juga mengetahui cara melakukannya dengan tepat.
Kegiatan berlangsung dengan menyenangkan. Para siswa mengikuti sesi bernyanyi bersama yang memuat panduan mengenai langkah-langkah mencuci tangan dengan baik dan benar. Metode tersebut digunakan untuk membantu siswa mengingat tahapan mencuci tangan dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan.
Selain bernyanyi, siswa juga diajak menonton film pendek yang menggambarkan banyaknya bakteri dan kuman yang dapat menempel pada tangan tanpa terlihat oleh mata. Tayangan tersebut menjadi sarana untuk memberikan gambaran kepada siswa bahwa tangan yang terlihat bersih belum tentu benar-benar terbebas dari kuman.
Setelah sesi menonton, pemateri kemudian mempraktekkan secara langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar. Para siswa diperkenalkan pada langkah-langkah mencuci tangan menggunakan sabun agar bagian-bagian tangan yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kuman dapat dibersihkan secara menyeluruh.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan juga dilengkapi dengan visualisasi mengenai keberadaan kuman pada tangan sebelum dan sesudah mencuci tangan menggunakan sabun. Visualisasi tersebut membantu siswa memahami bahwa penggunaan sabun dan praktik mencuci tangan yang benar dapat membantu menghilangkan kuman yang menempel pada tangan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini. Siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan selama sosialisasi, tetapi juga dapat menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Rokhima.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Posko 89 berharap para siswa semakin menyadari pentingnya mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah melakukan berbagai aktivitas. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan tangan serta mengurangi risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bakteri.
Kegiatan sosialisasi cuci tangan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kesehatan dasar kepada anak-anak melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

























