Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sisa makanan menjadi salah satu fokus program Gizi Abdi Masyarakat (GAM) 2026 yang diselenggarakan oleh divisi Pengabdian Masyarakat AMAZI, organisasi mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Program ini mulai dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) di RW 01, Kelurahan Tambaksari, Surabaya, melalui kegiatan bertajuk “Talk Waste: Town-Hall Discussion and Literacy on Kitchen Food Waste”. Pertemuan perdana tersebut menjadi sarana bagi warga untuk mengenali permasalahan sampah makanan sekaligus memahami pentingnya pengelolaan pangan yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi mengenai food waste disampaikan oleh Garda Pangan dengan membahas perjalanan sampah makanan sejak dibuang dari rumah hingga berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Dalam pemaparan tersebut, warga diajak memahami bahwa kebiasaan membuang makanan tidak hanya menyebabkan pemborosan sumber daya pangan dan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menimbulkan persoalan lingkungan. Penumpukan sampah makanan di TPA dapat menghasilkan gas metana yang mudah terbakar dan berkontribusi terhadap dampak lingkungan yang merugikan.

Selain membahas dampaknya, materi yang diberikan juga menjelaskan sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah makanan. Warga diperkenalkan pada kebiasaan membeli bahan pangan sesuai kebutuhan, menata penyimpanan makanan dengan baik, serta memanfaatkan kembali makanan yang masih layak dikonsumsi. Untuk sisa makanan yang tidak lagi dapat dikonsumsi, terdapat alternatif pemanfaatan, antara lain sebagai pakan ternak atau bahan pembuatan kompos. Garda Pangan turut mengenalkan maggot Black Soldier Fly (BSF), yakni larva lalat tentara hitam yang berperan dalam penguraian sisa makanan dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Melalui penyampaian materi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menerapkan langkah pengelolaan sampah makanan mulai dari lingkungan rumah tangga.
Kegiatan pembukaan GAM 2026 diikuti oleh panitia, perwakilan sivitas akademika FKM UNAIR, dan masyarakat. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan penyelenggara dan pihak terkait, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai penanda dimulainya program serta pengenalan rangkaian kegiatan GAM 2026. Sebelum mengikuti sesi edukasi, peserta mengerjakan pre-test untuk memberikan gambaran mengenai pengetahuan awal mereka tentang food waste. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada warga untuk bertanya dan bertukar pemahaman.
Pengumpulan informasi mengenai kondisi sampah makanan di lingkungan warga juga dilakukan melalui survei food waste. Data yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan pembahasan pada pertemuan selanjutnya agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Secara keseluruhan, GAM 2026 dirancang dengan cakupan kegiatan yang lebih luas, meliputi edukasi penyimpanan dan pengolahan bahan pangan, kebersihan dapur, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, serta pengembangan keterampilan hidup (life skills) dan dasar kewirausahaan. Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat RW 01 Tambaksari untuk membangun kebiasaan pengelolaan pangan yang lebih baik secara berkelanjutan. Selain itu, pelaksanaannya turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta tujuan ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.





















