Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menggelar kegiatan Ikrar Zero HALINAR dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (HALINAR) serta memperkuat sinergi pengawasan bersama aparat penegak hukum, Jumat (08/05).
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti seluruh jajaran petugas Lapas Mojokerto. Apel berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat serta dihadiri jajaran aparat penegak hukum dari unsur TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto (BNNK Mojokerto). Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi simbol kuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Usai apel, seluruh peserta melaksanakan pembacaan ikrar Zero HALINAR secara serentak sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, pungutan liar, maupun pelanggaran lain yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas. Kegiatan ini juga menjadi penguatan integritas bagi seluruh petugas pemasyarakatan dalam menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.
Setelah pembacaan ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan razia gabungan kamar hunian warga binaan bersama aparat penegak hukum. Razia dilakukan secara menyeluruh dan humanis guna mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam pelaksanaannya, seluruh warga binaan bersikap kooperatif sehingga kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan, Lapas Mojokerto juga melaksanakan tes urine terhadap warga binaan dan petugas lapas. Tes dilakukan secara acak guna memastikan lingkungan lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika. Langkah tersebut menjadi bukti komitmen Lapas Mojokerto dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bebas narkoba dan menjunjung tinggi transparansi serta integritas.
Tidak hanya berfokus pada pengawasan dan penindakan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan bahaya narkotika oleh BNNK Mojokerto yang dilaksanakan di Aula Utama Lapas Mojokerto. Dalam penyuluhan tersebut, warga binaan diberikan edukasi mengenai dampak buruk narkotika terhadap kesehatan, kehidupan sosial, hingga masa depan pribadi. Penyuluhan berlangsung interaktif dan mendapat perhatian serius dari warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan kesadaran hukum.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan konferensi pers terkait hasil razia gabungan yang telah dilakukan. Dalam penyampaiannya, pihak Lapas Mojokerto menegaskan bahwa kondisi lapas dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan Ikrar Zero HALINAR dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari narkoba.





















