Bengkulu — Komitmen membangun tata kelola Pemasyarakatan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu. Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bersama jajaran pejabat struktural mengikuti kegiatan Zoom Meeting bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Bengkulu, Aris Munandar, beserta jajaran Pemasyarakatan se-Provinsi Bengkulu, Jumat (25/9).
Kegiatan tersebut menjadi forum penguatan dan penyamaan persepsi dalam pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas (ZI), khususnya terkait pemenuhan data dukung yang menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembangunan ZI pada satuan kerja Pemasyarakatan.
Dalam pengarahan tersebut, jajaran Pemasyarakatan se-Provinsi Bengkulu mendapatkan penekanan mengenai pentingnya memastikan setiap data dukung yang dipersiapkan memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi serta dapat menggambarkan perubahan dan perbaikan yang benar-benar telah dilaksanakan di satuan kerja.
Hal ini sejalan dengan arah Pembangunan ZI Ditjenpas Tahun 2026 yang menempatkan ZI bukan sekadar sebagai pemenuhan dokumen administratif, melainkan sebagai bagian dari transformasi sistem kerja, pola pikir, dan budaya organisasi.
Pembahasan juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan masing-masing satuan kerja dalam melengkapi data dukung sesuai indikator yang telah ditetapkan. Ketelitian dalam penyusunan dokumen, kesesuaian bukti dukung, serta konsistensi antara dokumen dengan implementasi di lapangan menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian bersama.
Pembangunan ZI sendiri mencakup sejumlah area perubahan, antara lain manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bagi Lapas Kelas IIA Bengkulu, arahan tersebut menjadi bahan penguatan internal untuk memastikan setiap jajaran memahami peran masing-masing dalam mendukung pembangunan ZI. Pemenuhan data dukung tidak hanya menjadi tanggung jawab tim atau bagian tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran melalui pelaksanaan tugas yang tertib, terdokumentasi, dan berorientasi pada hasil.
Julianto Budhi Prasetyono bersama jajaran struktural Lapas Bengkulu juga terus mendorong agar setiap pelaksanaan program, kegiatan, inovasi, maupun peningkatan pelayanan dapat terdokumentasi secara baik sehingga memiliki bukti dukung yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih jauh, pembangunan ZI diarahkan untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan secara nyata. Penguatan pengawasan internal, pengendalian gratifikasi, peningkatan kualitas layanan, disiplin kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelayanan yang responsif merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan.
Melalui kegiatan penguatan bersama tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Data dukung diposisikan bukan sekadar dokumen pelengkap, tetapi sebagai rekam jejak atas proses perubahan dan kinerja nyata dalam mewujudkan tata kelola Pemasyarakatan yang semakin transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
Dengan sinergi antara Kantor Wilayah dan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Provinsi Bengkulu, penguatan pembangunan Zona Integritas diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan konsisten, sekaligus mendorong lahirnya budaya kerja yang berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas.





















