Arga Makmur, 25 September 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui program ketahanan pangan bidang pertanian. Terbaru, sebanyak 60 kilogram sawi berhasil dipanen dari lahan pertanian seluas 500 meter persegi, Jumat (25/9).
Panen yang dilaksanakan mulai pukul 09.10 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Arga Makmur mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus memberikan pengalaman kerja dan keterampilan produktif kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dari Pembinaan Menjadi Produktivitas
Kegiatan pertanian di Lapas Arga Makmur tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian WBP.
WBP yang terlibat sebagai pekerja pertanian sebelumnya telah melalui tahapan dan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sesuai mekanisme yang ditetapkan. Setelah terdaftar sebagai pekerja pertanian, WBP melaksanakan kegiatan kerja sesuai jadwal dengan pendampingan dan pengawasan dari Kasubsi Kegiatan Kerja serta staf Kegiatan Kerja.
Pola tersebut memastikan keterlibatan WBP dalam kegiatan produktif tetap dilaksanakan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Dengan demikian, setiap hasil panen tidak hanya menjadi capaian produksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan keterampilan dan etos kerja WBP.
60 Kilogram Sawi dari Lahan 500 Meter Persegi
Pada panen kali ini, lahan pertanian seluas 500 m² menghasilkan 60 kilogram sawi.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian Lapas dapat dikelola menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, kegiatan mendukung pengembangan ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Di sisi lain, WBP mendapatkan pengalaman langsung dalam proses budidaya pertanian, mulai dari perawatan hingga pemanenan.
Hasil pertanian juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomis serta mendukung kebutuhan Bahan Makanan (Bama) di Lapas Kelas IIB Arga Makmur.
WBP Belajar Bekerja, Lapas Menghasilkan
Bagi Lapas Arga Makmur, kegiatan pertanian merupakan bagian dari pembinaan yang menempatkan WBP sebagai subjek dalam proses perubahan.
Keterlibatan WBP dalam kegiatan kerja memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana. Pengalaman mengelola lahan, merawat tanaman, bekerja dalam kelompok, hingga menghasilkan produk pertanian menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian.
Karena itu, ukuran keberhasilan program tidak hanya dilihat dari berapa kilogram hasil panen yang diperoleh, tetapi juga dari keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, dan produktivitas yang tumbuh selama proses pembinaan.
Mendukung Program Aksi Menteri Bidang Ketahanan Pangan
Pengembangan pertanian di Lapas Arga Makmur juga menjadi bentuk dukungan terhadap Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia bidang Ketahanan Pangan.
Program tersebut diterjemahkan di tingkat satuan kerja melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan pelibatan WBP dalam kegiatan pertanian yang dilaksanakan secara terarah.
Pendekatan ini menjadikan program ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen, tetapi terhubung dengan pembinaan kemandirian serta upaya menciptakan hasil yang dapat memberikan manfaat nyata.
Dari Lahan Lapas untuk Pembinaan yang Berdampak
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian WBP sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
“Yang kita bangun bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga keterampilan dan pengalaman kerja bagi WBP. Ketika 60 kilogram sawi dapat dipanen dari lahan yang dikelola, di situ ada proses pembinaan yang berjalan, ada keterampilan yang dibentuk, dan ada hasil yang dapat dimanfaatkan,” ujar Yulian Fernando.
Ia menambahkan, pengelolaan lahan pertanian akan terus diarahkan agar semakin produktif dengan tetap memperhatikan mekanisme pembinaan, pengawasan petugas, dan SOP yang berlaku.
Kegiatan panen berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan pendampingan staf Kegiatan Kerja Lapas Arga Makmur.
Ke depan, Lapas Arga Makmur akan terus mengoptimalkan lahan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian WBP dan penguatan ketahanan pangan.
Sebab, ketika lahan yang sebelumnya hanya menjadi ruang kosong dapat menghasilkan pangan dan keterampilan, di situlah pembinaan Pemasyarakatan mulai menunjukkan dampaknya secara nyata.



















