”Membangun generasi muda yang lebih siap dan bijak dalam menentukan masa depan, mahasiswa KKN UIN Salatiga ajak remaja Desa Gilirejo cegah pernikahan dini.”
Gilirejo, 25 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Salatiga menggelar kegiatan Sosialisasi Pernikahan Dini bagi Remaja Desa Gilirejo pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Gilirejo, Kecamatan Wonosamudro, sebagai bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada ketahanan keluarga dan edukasi bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut ditujukan kepada remaja Desa Gilirejo sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai berbagai dampak dan risiko pernikahan pada usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi agar remaja dapat lebih memahami pentingnya mempersiapkan pendidikan, kesehatan, mental, ekonomi, serta kematangan dalam membangun kehidupan berkeluarga.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian pernikahan dini, faktor penyebab, dampak terhadap pendidikan dan kesehatan, kesiapan mental dan ekonomi, serta pentingnya merencanakan masa depan. Para peserta juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait persoalan yang sering dihadapi remaja dalam lingkungan sosial mereka.
Mahasiswa KKN UIN Salatiga menekankan bahwa pernikahan bukan hanya berkaitan dengan kesiapan secara usia, tetapi juga membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, remaja didorong untuk terlebih dahulu membangun pendidikan, keterampilan, karakter, dan cita-cita sebelum mengambil keputusan untuk menikah.
Kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para remaja mengikuti penyampaian materi serta diskusi dengan antusias. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Salatiga berharap para remaja Desa Gilirejo mampu menjadi generasi yang lebih sadar terhadap masa depan dan mampu mengambil keputusan secara bijak. Pencegahan pernikahan dini bukan sekadar menunda pernikahan, tetapi mempersiapkan generasi muda agar lebih siap membangun keluarga yang berkualitas.

























