Demak – Kelompok Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Posko 129 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengajak anak-anak les di Dusun Ngacir, Desa Kebonsari, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak untuk berkreasi memanfaatkan barang bekas melalui program kerja “Kreasi Botol Bekas Menjadi Tempat Pensil” pada Jum’at (28/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Divisi Ekonomi dan Kreatif (Ekraf) yang bertujuan mengajarkan anak-anak untuk memanfaatkan botol bekas menjadi barang yang berguna. Selain menghasilkan kerajinan sederhana, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas dan keterampilan anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan melalui kegiatan daur ulang.
Koordinator Divisi Ekonomi dan Kreatif (Ekraf), Dyah Kusumaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa barang bekas yang ada di sekitar mereka masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat.
“Kegiatan ini bertujuan mengajarkan anak-anak untuk memanfaatkan botol bekas menjadi barang yang berguna. Selain meningkatkan kreativitas dan keterampilan, kami juga ingin menumbuhkan kepedulian mereka terhadap kebersihan dan lingkungan,” jelasnya.
Salah satu anak les, Fathin, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, tempat pensil hasil kreasi tersebut juga dapat langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kebetulan di rumah tidak punya tempat pensil, jadi bisa dipakai, Kak,” ungkapnya.
Anggota Divisi Ekonomi dan Kreatif (Ekraf), Yulia Nabila, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak. Ia juga berharap anak-anak semakin terbiasa melihat barang bekas sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai guna.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat belajar memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menarik. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta membuat anak-anak lebih menghargai barang-barang yang ada di sekitar mereka,” tuturnya.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan tempat pensil, tetapi juga menanamkan kebiasaan kreatif dan peduli lingkungan sejak dini melalui pemanfaatan barang-barang sederhana yang ada di sekitar.
























