Sragen, 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program edukatif bertajuk “Pemanfaatan Hasil Pertanian Berkelanjutan Melalui Kreasi Kolase Biji-bijian sebagai Media Edukasi Lingkungan dan Kreativitas Anak Sekolah Dasar.” Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat tahun akademik 2025/2026.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang edukatif, kreatif, dan aplikatif kepada siswa sekolah dasar. Biji-bijian yang merupakan bagian dari hasil pertanian dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan karya kolase. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal bahwa hasil pertanian tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat digunakan untuk menghasilkan karya kreatif dan bernilai edukatif.
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan pendampingan mulai dari mengenal bahan, menentukan pola gambar, memilih biji-bijian, menggunakan perekat, hingga menyusun dan menempelkan bahan pada media kolase. Kegiatan praktik secara langsung tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sambil berkarya dalam suasana yang menyenangkan.
Selain menghasilkan karya seni, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan berbagai keterampilan siswa, seperti kreativitas, ketelitian, kesabaran, koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan motorik halus. Siswa diberikan ruang untuk menentukan kombinasi warna, bentuk, ukuran, dan susunan biji-bijian sesuai dengan gagasan masing-masing sehingga setiap karya memiliki karakter yang berbeda.
Nilai edukasi lingkungan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Siswa diperkenalkan pada konsep sederhana mengenai pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar secara bijaksana. Biji-bijian yang digunakan dalam kegiatan menjadi contoh nyata bahwa bahan dari hasil pertanian dapat dimanfaatkan secara kreatif dan tidak selalu berakhir sebagai bahan yang terbuang.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan pihak sekolah, persiapan bahan dan perlengkapan, koordinasi teknis, pelaksanaan edukasi dan praktik pembuatan kolase, hingga evaluasi serta dokumentasi hasil kegiatan. Tahapan tersebut disusun agar kegiatan dapat berjalan secara sistematis dan menyesuaikan dengan kondisi siswa serta lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadapi sejumlah kendala, antara lain penyesuaian waktu dengan jadwal sekolah, perbedaan kemampuan siswa, pengelolaan bahan dan peralatan, serta penyampaian konsep pemanfaatan hasil pertanian berkelanjutan dengan bahasa yang sesuai usia anak. Kendala tersebut diatasi melalui koordinasi dengan pihak sekolah, demonstrasi secara langsung, pendampingan individual, serta pengelolaan bahan secara efektif dan efisien.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak sekolah yang turut membantu dalam pengondisian siswa, memberikan informasi mengenai karakteristik peserta, serta mendampingi proses pelaksanaan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa.
Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman membuat karya seni, tetapi juga mendapatkan pemahaman awal mengenai pentingnya menghargai dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan kolase biji-bijian diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran sederhana yang mampu menggabungkan kreativitas, pendidikan lingkungan, dan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.























