DEMAK – Kemeriahan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan hari lahir (anniversary) satu dekade IPKK (Ikatan Pemuda Kulon Kali) Community berlangsung sangat semarak di Dukuh Karangsambung, Desa Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Acara ini menjadi bukti nyata indahnya kolaborasi, setelah para pemuda IPKK sukses menggandeng mahasiswa KKN UIN Walisongo yang sedang mengabdi di desa tersebut untuk bahu-membahu menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Sinergi apik ini sudah terlihat sejak pagi hari pada kegiatan jalan sehat massal yang diikuti secara antusias oleh seluruh warga. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo mengambil peran penting di bagian pelayanan dengan membantu menyiapkan dan membagikan konsumsi bagi para peserta jalan sehat di kediaman Ibu Lurah. Kemeriahan jalan sehat semakin bertambah dengan pembagian berbagai hadiah peralatan rumah tangga praktis yang merupakan bantuan dari kas organisasi dan warga yang dinilai sangat bermanfaat langsung untuk kebutuhan rumah tangga.
Tidak berhenti di situ, kekompakan pemuda IPKK dan mahasiswa KKN UIN Walisongo terus berlanjut hingga persiapan acara puncak. Mereka saling membantu dan bekerja keras mendirikan serta menghias panggung pengajian umum agar tampil megah.
Pada malam harinya, suasana Dukuh Karangsambung berubah menjadi penuh kekhusyukan. Sejak awal acara, para mahasiswa KKN bersama anggota IPKK berdiri ramah menyambut para hadirin yang datang sekaligus membagikan konsumsi pengajian kepada jemaah. Kolaborasi ini semakin menyentuh hati saat jemaah, pemuda IPKK, dan mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama-sama berdiri tegak dengan penuh semangat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu kemerdekaan 17 Agustus (Hari Merdeka), serta selawat perjuangan Yalal Waton.
Setelah pembacaan doa tahlil yang dipimpin oleh Kiai Ali Anwar untuk para pahlawan, Lurah Desa Kendaldoyong, Bapak Zainal Abidin, menyampaikan apresiasinya atas gotong royong luar biasa dari para pemuda, mahasiswa, dan masyarakat. Beliau juga membagikan kabar gembira mengenai rencana pembangunan fisik di area persawahan belakang desa yang dianggarkan pada tahun ini.
Puncak acara diisi dengan ceramah agama (mauidhoh hasanah) oleh dai kondang asal Jepara, Romo Kiai Haji Fathur Rozaq. Beliau mengajak jemaah meluruskan niat menuntut ilmu (tholabul ilmi), menjaga kerukunan, serta mengutamakan kebutuhan hidup daripada sekadar gengsi gaya hidup. Beliau juga mengulas keteladanan tokoh bangsa KH Wahid Hasyim yang wafat di usia muda (39 tahun) namun meninggalkan prestasi besar bagi kemerdekaan dan penyusunan Pancasila.
Sebagai penutup, KH Fathur Rozaq membekali pemuda IPKK dan mahasiswa dengan “Formula TKI” untuk terus konsisten berbuat baik:
T (Tekati): Memiliki tekad bulat dan tulus untuk menjadi pribadi baik serta memajukan desa.
K (Tekuni): Tekun dalam menuntut ilmu agama dan mengikuti arahan ulama.
I (Telateni): Konsisten dan sabar dalam melakukan amal kebaikan sebagai bekal ibadah untuk akhirat.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemakmuran warga Desa Kendaldoyong serta keutuhan bangsa Indonesia.

























