Gunungrejo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) 2026 Kelompok 67 melaksanakan dua program edukasi kesehatan bagi masyarakat dan anak-anak di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan pada 12 dan 15 Agustus 2026 dengan sasaran kelompok usia yang berbeda. Program pertama berupa Edukasi Kepatuhan Pengobatan dan Terapi Komplementer bagi Pasien Hipertensi yang dilaksanakan di Posyandu Dahlia 1. Sementara itu, program kedua berupa Stimulation System Sensory & Balance Playground yang ditujukan kepada anak-anak di TK Muslimat NU 26.
Kegiatan edukasi hipertensi dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Poyandu Dahlia 1 dan diikuti 33 peserta dari kelompok pralanjut usia hingga lanjut usia. Materi disampaikan oleh Putri Setianingsih dari Universitas Muhammadiyah Gombong, Latifah Walid Nahar dari Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Annisa Alqhanik Br Ketaren dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dengan menggunakan media leaflet, peserta diberikan pemahaman mengenai hipertensi, pentingnya mengonsumsi obat antihipertensi sesuai aturan dan anjuran tenaga kesehatan, serta risiko apabila pengobatan tidak dilakukan secara teratur.
Edukasi tersebut juga menjelaskan bahwa obat antihipertensi tidak hanya dikonsumsi ketika muncul keluhan karena hipertensi dapat berlangsung tanpa gejala. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan dan pemantauan tekanan darah. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan terapi komplemter berupa teh daun salam serta edukasi mengenai cara mengolah dan mengonsumsinya. Terapi komplementer dalam tersebut disampaikan sebagai pendamping pengobatan medis, bukan sebagai pengganti obat. Peserta tetap diarahkan mengikuti anjuran tenaga kesehatan, mengonsumsi obat yang telah diresepkan secara teratur, dan menerapkan pola hidup sehat.
Sementara itu, program Stimulation System Sensory & Balance Playground dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di TK Muslimat NU 26 dan diikuti 22 anak. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan senam pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemanasan interaktif menggunakan gerakan senam yang ditampilkan melalui layar Smart TV. Setiap anak mendapatkan Sensory & Balance Playground Card untuk mencatat nama dan kelas. Sebelum memasuki sesi stimulasi, anak-anak mengikuti tes keseimbangan awal dengan berdiri menggunakan satu kaki sambil merentangkan kedua tangan.
Selanjutnya, anak-anak mengikuti empat aktivitas stimulasi gerak dasar, yaitu berdiri dengan satu kaki, berjalan di atas garis, menuang air, dan melompat. Kegiatan dilanjutkan dengan Sensory Adventure Card, yaitu eksplorasi enam jenis tekstur melalui sentuhan berupa spons, batu, pom-pom, bola-bola air, pasir, dan air. Pada tahap akhir, anak-anak kembali mengikuti tes keseimbangan dengan instruksi yang sama seperti pada tes awal. Pengujian tersebut dilakukan sebagai evaluasi setelah rangkaian stimulasi gerak dan aktivitas sensorik.
Melalui kedua program tersebut, KKN MAs Kelompok 67 berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang menyentuh berbagai kelompok usia. Edukasi kepatuhan pengobatan dan terapi komplementer pada pasien hipertensi ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara konsisten, sedangkan stimulation system sensory & salance playground memberikan pengalaman stimulasi sensorik dan motorik kepada anak melalui aktivitas bermain yang interaktif. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN MAs Kelompok 67 dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan aktivitas yang menyenangkan, kegiatan diharapkan dapat mendorong terbentuknya kesadaran serta kebiasaan hidup sehat di lingkungan masyarakat Desa Gunungrejo.
























